Yoweri Museveni: Perbedaan revisi

16 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
merapikan using AWB
k (gcache removed this entry)
(merapikan using AWB)
}}
 
'''Yoweri Kaguta Museveni''' (lahir sekitar [[1944]] {{ref|birthdate}}, [[Ntungamo]], [[Uganda]]){{ref|birthloc}}) adalah [[Presiden Uganda]] sejak [[29 Januari]] [[1986]]. Museveni terlibat dalam perang yang menggulingkan pemerintahan [[Idi Amin]] (1971–79) dan pemberontakan yang kelak menyebabkan runtuhnya rezim [[Milton Obote]] (1980–1985). Kecuali di wilayah utara negaranya, Museveni telah berhasil menciptakan stabilitas yang relatif dan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara yang telah puluhan tahun dikelola dengan salah, dan dilanda oleh kegiatan kaum pemberontak dan [[perang saudara]]. Pada masa jabatannya juga telah dilakukan kegiatan nasional yang paling efektif untuk menghadapi [[HIV/AIDS]] di Afrika.
 
Pada pertengahan hingga akhir 1990-an, Museveni dipuji oleh [[dunia Barat|Barat]] sebagai bagian dari [[generasi baru pemimpin Afrika]]. Namun masa kepresidenannya dicemari oleh keterlibatan dalam [[Perang Kongo Kedua|perang saudara di Republik Demokratik Kongo]] dan konflik-konflik di [[Danau-danau Besar (Afrika)|wilayah Danau-danau Besar]] lainnya. [[Pasukan Perlawanan Tuhan|Pemberontakan di utara]] terus menyebabkan salah satu keadaan darurat kemanusiaan yang terburuk di dunia. Perubahan-perubahan konstitusional terhadap batas masa jabatan presiden yang menyebabkan tertundanya pemilu 2006, dan ditangkapnya pemimpin oposisi utama, telah menimbulkan keprihatinan dari para komentator dalam negeri maupun masyarakat internasional.
 
== Masa muda dan awal karier (1944–72) ==
== FRONASA dan penggulingan Amin (1972–1980) ==
 
Pasukan-pasukan di pembuangan yang menentang Amin, dan yang umumnya terdiri dari suku Lango dan Acholi, menyerang Uganda dari [[Tanzania]] pada September 1972, namun dipukul balik dan mengalami kekalahan besar. Situasi para pemberontak dipersulit oleh perjanjian perdamaian yang kemudian ditandatangani oleh Tanzania dan Uganda, yang isinya melarang kaum pemberontak menggunakan wilayah Tanzania untuk melakukan agresi terhadap Uganda.{{ref|AccordChronology1}} Museveni untuk waktu singkat bekerja sebagai dosen di sebuah sekolah tinggi di [[Moshi]], di Tanzania utara, namun kemudian memisahkan diri dari oposisi arus utama dan membentuk [[Front untuk Keselamatan Nasional]] (FRONASA) pada 1973.{{ref|AccordChronology2}} Pada bulan Agustus tahun yang sama, ia menikahi [[Janet Kataha]], seorang bekas sekretaris dan pramugari udara dan mereka dikaruniai empat orang anak.
 
[[Berkas:Uganda-Amin-10-Shillings-cr.jpg|thumb|left|175px|[[Idi Amin]] memasang fotonya dalam lembaran uang nasional pada 1973]]
Pada [[27 Juli]] [[1985]], perpecahan di dalam pemerintahan [[Kongres Rakyat Uganda|UPC]] menyebabkan terjadinya sebuah kudeta militer yang berhasil terhadap Obote oleh bekas komandan Angkatan Daratnya, Letjen [[Tito Okello]], seorang suku Acholi. Museveni dan NRM/A marah karena revolusi yang telah mereka perjuangkan selama empat tahun telah “dibajak” oleh UNLA, yang mereka anggap telah kehilangan nama karena pelanggaran-pelanggaran hak-hak asasi manusia yang parah pada masa Obote II.{{ref|TindigarukayoI}} Namun demikian, meskipun pihak Museveni bersikap hati-hati, NRM/A akhirnya setuju untuk menghadiri perundingan perdamaian yang diadakan oleh sebuah delegasi [[Kenya]] yang dipimpin oleh Presiden [[Daniel arap Moi]].
 
Perundingan ini, yang berlangsung dari [[26 Agustus]] hingga [[17 Desember]], berlangsung dengan sangat tidak bersahabat, dan gencatan senjata yang dihasilkannya dibatalkan dalam waktu yang sangat singkat sesudah itu. Kesepakatan terakhir, yang ditandatangani di [[Nairobi]], menyerukan gencatan senjata, demiliterisasi [[Kampala]], integrasi pasukan-pasukan NRA dengan pasukan-pasukan pemerintah, dan digabungkannya pimpinan NRA ke dalam Dewan Militer.{{ref|Times_23Jan86}} Syarat-syarat ini tidak pernah dipenuhi.
 
Prospek tentang suatu kesepakatan yang langgeng dihalangi oleh sejumlah faktor, termasuk, antara lain, kurangnya pengetahuan yang mendalam pada pihak Kenya mengenai situasi di Uganda dan tidak diundangnya sejumlah pelaku yang relevan di Uganda maupun dari tingkat internasional dalam pembicaraan itu. Akhirnya, Museveni dan sekutu-sekutunya menolak untuk berbagi kekuasaan dengan para jenderal yang tidak mereka hormati, apalagi sementara itu NRA mampu mencapai kemenangan militer secara mutlak.
 
[[Berkas:MuseveniInauguration.jpg|thumb|right|299px|Museveni mengangkat sumpah sebagai Presiden pada 29 Januari, 1986.]]
Namun demikian, pada tahap ini, NRA telah mengembangkan momentum yang tidak dapat dihentikan. Pada 22 Januari, pasukan-pasukan pemerintah di Kampala telah mulai meninggalkan pos-pos mereka beramai-ramai sementara pasukan-pasukan pemerontak merebut wilayah di selatan dan barat daya Uganda.{{ref|Times_23Jan86ii}} Pada tanggal 25, faksi yang dipimpin oleh Museveni akhirnya merebut ibu kota. NRA menggulingkan pemerintahan Okello dan mengumumkan kemenangan esok harinya.
 
Museveni diangkat sumpah sebagai Presiden tiga hari kemudian pada 29 Januari. "Ini bukanlah sekadar pergantian pengawal; ini adalah perubahan yang mendasar," ujar Museveni setelah upacara yang dipimpin oleh Hakim Agung kelahiran Britania, Peter Allen. Berbicara kepada kerumunan yang terdiri dari ribuan orang di luar parlemen Uganda, preisen yang baru menjanjikan pemulihan demokrasi dan mengatakan: "Rakyat Afrika, rakyat Uganda, berhak memiliki pemerintahan yang demokratis. Ini bukanlah hadiah dari rezim manapun. Rakyat yang berdaulat haruslah menjadi publik, bukan pemerintah."{{ref|Times_30Jan86}}
Rezim-rezim sesudah [[Idi Amin|Amin]] di Uganda dicirikan oleh [[korupsi]], [[sektarianisme]] dan ketidakmampuan untuk memulihkan ketertiban dan mendapatkan legitimasi rakyat. Museveni harus menghindari pengulangan kesalahan-kesalahan ini apabila pemerintahannya tidak ingin mengalami nasib yang sama. NRM mengumumkan pemerintahan sementara selama empat tahun, yang terdiri dari basis etnis yang lebih luas daripada pendahulu-pendahulunya. Namun demikian, wakil-wakil dari berbagai faksi ini dipilih langsung oleh Museveni. Kekerasan sektarian yang telah membayang-bayangi sejarah Uganda baru-baru ini diajukan sebagai pembenaran untuk membatasi kegiatan-kegiatan partai-partai politik dan basis-basis pendukung mereka yang khas etnis. Sistem non-partai tidak melarang partai-partai politik, namun mencegah mereka untuk mengajukan calon-calon mereka secara langsung dalam pemilu. Apa yang disebut sistem “Gerakan” ini, yang menurut Museveni mengklaim kesetiaan dari setiap warga Uganda, kelak menjadi batu penjuru dalam politik selama hampir 20 tahun.
 
Sistem [[Dewan Perlawanan]], yang dipilih secara langsung pada tingkat kelurahan, dibentuk untuk mengelola urusan-urusan lokal, termasuk distribusi komoditi-komoditi dengan harga pasti secara merata. Pemilihan anggota-anggota Dewan Perlawanan adalah pengalaman langsung pertama yang dirasakan oleh banyak warga Uganda dengan demokrasi setelah berpuluh-puluh tahun mengalami berbagai tingkat otoriterianisme. Peniruan strukturnya hingga ke tingkat distrik telah dipuji karena telah menolong rakyat pada tingkat lokal untuk memahami struktur-struktur politik pada tingkat yang lebih tinggi.
 
Pemerintahan yang baru mendapatkan dukungan internasional yang luas, dan ekonomi yang telah dirusakkan oleh perang saudara telah mulai pulih setelah Museveni mulai merancang kebijakan-kebijakan ekonomi untuk melawan masalah-masalah penting seperti [[hiperinflasi]] dan [[neraca pembayaran]]. Dengan meninggalkan gagasan-gagasan [[Marxisme|Marxisnya]], Museveni merangkul penyesuaian struktural neo-liberal yang dianjurkan oleh [[Bank Dunia]] dan [[Dana Moneter Internasional]] (IMF).
Setelah Januari 1986, Museveni melanjutkan peranannya sebagai Panglima Tertinggi NRA. Pemerintahan Kenya di bawah [[Daniel arap Moi]] mula-mula curiga terhadap apa yang dituduhkan sebagai dukungan pemerintahan NRM yang baru terhadap kelompok-kelompok pembangkang Kenya. Ketegangan memuncak dalam suatu pertikaian militer tanpa kekerasan di [[Busia]] di perbatasan Kenya-Uganda pada akhir 1987. Bila saja perbatasan dengan Kenya ditutup, hal itu akan sangat merusakkan ekonomi Uganda yang tidak memiliki akses ke laut, karena jalur ke [[Samudra Hindia]] melalui pelabuhan di [[Mombasa]] tergantung pada Kenya.
 
Dalam perang gerilya mereka melawan pemerintahan [[Milton Obote]], Tentara Perlawanan Nasional merekrut siapapun juga yang mau berperang, tak peduli kebangsaannya. Penganiayaan di tangan rezim Obote mendorong banyak orang Rwanda yang hdiup di pembuangan di Uganda untuk bergabung dengan NRA. Beberapa tahun setelah Museveni memerintah, tentara Uganda masih memiliki beberapa ribu orang Rwanda dalam daftar bayaran mereka. Pada malam 30 September 1990, 4.000 anggota NRA bangsa Rwanda secara rahasia meninggalkan barak mereka, dan bergabung dengan pasukan-pasukan lain untuk menyerang Rwanda dari wilayah Uganda. Belakangan diketahui bahwa [[Front Patriotik Rwanda]] (RPF) mengoperasikan suatu pasukan yang besar jumlahnya di dalam NRA dengan menggunakan [[sel rahasia|struktur sel gelap]].
 
RPF adalah sebuah gerakan dari orang-orang Rwanda di pembuangan yang menentang pemerintahan [[Juvénal Habyarimana]] yang terkait dengan Museveni dan NRM. Para pemimpin RPF termasuk [[Fred Rwigema]] dan [[Paul Kagame]], keduanya orang Rwanda di pembuangan dan para anggota pendiri NRM. Pada tahap-tahap awal dari penyerangan itu, Museveni dan [[Juvénal Habyarimana|Habyarimana]] sama-sama sedang menghadiri pertemuan puncak PBB di AS. Konon tanggal mobilisasi RPF telah ditetapkan untuk memungkinkan Museveni menjauhkan dirinya dari tindakan-tindakan mereka, hingga kelak sudah terlalu terlambat untuk menghentikannya. Pasukan Rwanda berhasil mengusir penyerangan itu setelah tambahan pasukan-pasukan yang sangat besar dari [[Belgia]], [[Perancis]] dan [[Zaire]].
NRA kemudian mendapatkan reputasi karena menghormati hak-hak warga sipil – meskipun belakangan Museveni dikritik kaerna menggunakan [[tentara anak-anak]]. Unsur-unsur yang tidak berdisiplin di dalam NRA segera merusakkan reputasi yang adil yang dengan susah payah dibangun “Ketika orang-orang Museveni pertama-tama dating, mereka bertindak dengan baik sekali – kami menyambut mereka,” kata seorang penduduk desa, “tetapi kemudian mereka mulai menangkapi orang dan membunuhnya.” {{ref|child_soldiers1}}{{ref|child_soldiers2}}
 
Dalam bulan Maret 1989, [[Amnesty Internasional]] menerbitkan sebuah laporan hak-hak asasi manusia tentang Uganda, yang berjudul ''Uganda, the Human Rights Record 1986–1989''. Dokumen ini mencatat pelanggaran-pelanggaran hak-hak asasi manusia yang luar biasa yang dilakukan oleh pasukan-pasukan NRA. Dalam salah satu tahap yang paling tegang dalam perang itu, antara Oktober dan Desember 1988, NRA dengan paksa menyingkirkan sekitar 100.000 people dari rumah-rumah mereka di dan di sekitar [[Gulu|kota Gulu]]. Tentara melakukan ratusan hukuman mati tanpa proses pengadilan, sementara mereka memaksa orang-orang itu pindah, membakar habis rumah-rumah dan [[lumbung]].{{ref|AI_Mar99}} Namun, ada pula beberapa laporan tentang penyiksaan sistematis, yang serupa dengan apa yang dilakukan pada masa rezim Amin dan Obote. Dalam kesimpulannya, laporan itu memberikan sedikit harapan:
 
:''Setiap pertimbangan terhadap perilaku pemerintahan NRM menyangkut hak-hak asasi manusia, mau tidak mau, mungkin, akan kurang positif setelah empat tahun berkusa daripada dalam bulan-bulan pertamanya. Namun, tidaklah benar bila dikatakan, seperti yang disebutkan oleh sejumlah pengecam dan pengamat luar, bahwa pelanggaran hak-hak asasi manusia terus merosot, bahwa dalam pengertian tertentu Uganda ditakdirkan akan menderita di tangan pemerintahan yang buruk.”
Pemilu diadakan pada [[9 Mei]] 1996. Museveni mengalahkan [[Paul Ssemogerere]] dari [[Partai Demokrat (Uganda)|Partai Demokrat]], yang ikut sebagai kandidat dari "Koalisi kekuatan antar partai", dan kandidat baru, [[Mohamed Mayanja]]. Museveni menang telak dengan 75,5% suara pemilih dari 72,6% pemilih yang berhak memilih. Meskipun para pengamat internasional maupun dalam negeri menyatakan bahwa pemilu itu sah, kedua kandidat yang kalah menolak hasilnya. Museveni dilantik sebagai Presiden untuk kedua kalinya pada [[12 Mei]] 1996.
 
Senjata utama dalam kampanye Museveni adalah pemulihan keamanan dan normalisasi ekonomi di sebagian besar wilayah negara. Sebuah gambar yang tidak terlupakan selama masa kampanye diproduksi oleh timnya yang melukiskan tumpukan tengkorak di [[Segi tiga Luwero]]. Simbolisme yang kuat ini tidak terlupakan oleh para penduduk wilayah ini, yang telah menderita hebat selama perang saudara. Para calon lainnya mengalami kesulitan dalam menandingi keampuhan Museveni dalam menyampaikan pesan-pesan kuncinya. Museveni tampaknya mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menyampaikan pesan-pesan politik dengan menggunakan bahasa-bahasa rakyat kecil, khususnya untuk rakyat di selatan. Metafora “memikul batu penggiling untuk kepemimpinan", yang mengacu kepada "pribadi yang berwibawa, yang memikul beban wewenang,” adalah salah satu dari gambaran imajinatif yang diciptakannya untuk kampanyenya. Ia sering menyampaikan hal ini dalam bahasa rakyat setempat di manapun ia berpidato, dan dengan demikian ia menunjukkan rasa hormat dan berusaha mengatasi politik kesukuan. Bahwa Museveni fasih berbahasa [[bahasa Inggris|Inggris]], [[bahasa Luganda|Luganda]], [[bahasa Ankole|Runyankole]] dan [[bahasa Swahili|Swahili]] seringkali menolongnya untuk menyampaikan pesan-pesannya.
 
Hingga prospek pemilu presiden, Ssemogerere (saingan politik Museveni saat ini) adalah menteri dalam pemerintahan NRM. Keputusannya untuk menantang Museveni dan NRM, dan bukannya mengklaim saham dalam "gerakan" Museveni, dilihat sebagai oportunisme yang naif, dan dianggap sebagai kekeliruan politik. Aliansi Ssemogerere dengan [[Kongres Rakyat Uganda|UPC]] merupakan tabu bagi [[Baganda]], yang mestinya dapat memberikan dukungan kepada Ssemogerere sebagai pemimpin [[Partai Demokrat (Uganda)|Partai Demokrat]]. Ssemogerere juga menuduh Museveni orang Rwanda, sebuah pernyataan yang sering diulang-ulang oleh lawan-lawan Museveni karena tempat kelahirannya dekat perbatasan Uganda-Rwanda, dan konon asal-usulnya adalah orang Rwanda (Museveni berasal dari etnis [[Ankole|Munyankole]], yang masih kerabat dengan etnis [[Banyarwanda]] dari Rwanda), dan bahwa tentaranya didominasi oleh orang-orang Rwanda, termasuk Presiden Rwanda sekarang [[Paul Kagame]].
=== Pengakuan internasional ===
 
Museveni memperoleh pujian dari pemerintah-pemerintah barat karena ia mengikuti program-program [[penyesuaian struktural]] [[IMF]], yaitu. [[privatisasi]] perusahaan-perusahaan negara, mengurangi belanja pemerintah dan mendesak kemandirian [[Afrika]]. Museveni dipilih menjadi ketua [[Organisasi Kesatuan Afrika]] (OAU) pada 1991 dan 1992. Ia mengizinkan suasana bebas dan di situ media surat kabar dapat beroperasi dan stasiun-stasiun radio FF swasta menjamur pada akhir tahun 1990-an.
 
Barangkali keberhasilan Museveni yang paling banyak dicatat adalah kampanye pemerintahannya yang sukses dalam menghadapi [[AIDS]]. Pada tahun 1980-an, Uganda mempunyai salah satu tingkat infeksi [[HIV]] tertinggi di dunia, namun kini relatif rendah, dan negara itu mewakili salah satu kisah sukses yang jarang ditemukan dalam perjuangan sedunia melawan virus tersebut (lihat ''[[AIDS di Afrika]]'').
 
Sejak dibentuknya ''Gugus Tugas AIDS Nasional Uganda'' pada [[1990]], kampanye besar-besaran dilakukan meliputi [[lagu]], [[drama]], konsultasi, [[opera sabun]], [[poster]], pendekatan seks sehat, mengurangi pasangan, dan penggunaan kondom. Persentase wanita hamil yang menderita HIV menurun sejak [[1991]]. Persentase penggunaan kondom meningkat dari 20% pada [[1989]] menjadi 60% pada [[1995]].
 
Pada April 1998, Uganda menjadi negara pertama yang dinyatakan berhak mendapatkan [[pembebasan utang]] di bawah inisiatif [[negara-negara miskin yang berhutang besar]] (HIPC), dan menerima bantuan sekitar 700 juta dolar AS.{{ref|WB_HIPC}} Museveni dipuji karena programnya membantu kaum perempuan di negaranya. Selama hampir 10 tahun ia dibantu oleh wakil presidennya, seorang perempuan, [[Specioza Kazibwe]]. Ia pun telah banyak mendorong kaum perempuan untuk melanjutkan studi di sekolah tinggi. Di pihak lain, Museveni menolak seruan-seruan agar memberikan lebih banyak hak atas tanah keluarga kepada kaum perempuan.{{ref|WOUGNET_Tamale}}
 
=== Konflik regional ===
Di Uganda, ada banyak sekali imigran [[Rwanda]] dari etnis [[Tutsi]] – yang merupakan bagian yang cukup besar dari pejuang-pejuang NRA. Kelompok pemberontak [[Front Patriotik Rwanda]] yang didominasi suku Tutsi dan berbasis di Uganda adalah sekutu-seku erat NRA, dan telah begitu Museveni berhasil mengukuhkan genggamannya di pusat kekuasaan, ia membantu perjuangan mereka. Serangan-serangan yang gagal dilakukan oleh RPF terhadap pemerintahan Hutu di Rwanda pada paruhan pertama tahun 1990-an dari basis-basis di Uganda barat daya. Baru setelah terjadinya [[genosida Rwanda]] pada 1994 RPF mengambil alih kekuasaan dan pemimpinnya, Paul Kagame (seorang bekas tentara di pasukan Museveni), menjadi presiden.
 
Setelah Genosida Rwanda, pemerintah Rwanda yang baru merasa terancam oleh kehadiran bekas tentara-tentara Rwanda dan anggota-anggota dari rezim sebelumnya (di seberang perbatasan Rwanda di [[Republik Demokratis Kongo|Kongo]] – yang saat itu dikenal sebagai Zaïre) . Para serdadu ini dibantu oleh [[Mobutu Sese Seko]] – yang memimpin Rwanda (dengan bantuan Museveni) dan para pemberontak [[Laurent Kabila]] untuk menggulingkannya dan mengambil alih kekuasaan di Kongo. (''lihat Artikel utama: [[Perang Kongo I]]'').{{ref|Clark}}
Pada 2001 Museveni memenangkan pemilu presiden dengan jumlah suara mayoritas yang cukup besar. Lawannya yang benar-benar serius hanyalah sahabatnya dan dokter pribadinya, [[Kizza Besigye]]. Dalam sebuah acara publisitas yang merakyat, Museveni dalam usianya yang 50-an tahun, mengendarai sebuah [[ojek]] motor [[bodaboda]] untuk menyerahkan formulir nominasinya untuk pemilu itu. Bodaboda adalah sebuah sarana transportasi yang murah dan agak berbahaya untuk membawa penumpang keliling kota dan desa-desa di Afrika Timur.{{ref|Telegraph_13Aug05}}
Ada banyak tuduhan dan kegetiran dalam pemilu presiden 2001. Berbagai kekerasan terjadi setelah hasilnya diumumkan – yang dimenangi oleh Museveni. Besigye menantang hasil-hasil pemilu di [[Mahkamah Agung]] Uganda. Dua dari lima hakim agung menyimpulkan bahwa dalam pemilu itu terjadi begitu banyak penyimpangan dan hasilnya harus ditolak. Tiga hakim lainnya memutuskan bahwa penyimpangan-penyimpangan itu tidak memengaruhi hasil pemilu itu secara berarti, namun mereka menyatakan bahwa “ada cukup bukti bahwa di sejumlah [[tempat pemungutan suara]] terjadi kecurangan” dan bahwa di sejumlah daerah di negara itu, “prinsip pemilu yang adil dan bebas tidak sepenuhnya dilakukan.”{{ref|HRW_01elect}} Besigye ditahan sebentar dan ditanyai oleh polisi, konon karena hubungannya dengan pengkhianatan. Pada bulan September ia terbang ke AS dan menyatakan bahwa nyawanya terancam.
 
=== Pluralisme politik dan perubahan konstitusional ===
Setelah pemilu, kekuatan-kekuatan politik yang bersekutu dengan Museveni mulai mengadakan kampanye untuk mengendurkan batas-batas konstitusional tentang masa jabatan presiden untuk memunginkannya bertarung dalam pemilu kembali pada 2006. Konstitusi Uganda 1995 menyebutkan bahwa masa jabatan presiden dibatasi hingga dua kali saja. Dengan sejarah rezim dictator Uganda, pembatasan ini dimaksudkan untuk mencegah sentralisasi kekuasaan yang berbahaya pada seorang pemimpin yang berkuasa dalam jangka waktu yang panjang. Pada masa ini terjadilan penyingkiran pendukung-pendukung Museveni yang penting dan berpengaruh dari pemerintahannya, termasuk temannya sejak masa kecil, [[Eriya Kategaya]] dan menteri kabinet [[Jaberi Bidandi Ssali]].
 
Langkah-langkah untuk mengubah konstitusi dan upaya-upaya yang konon dimaksudkan untuk menekan kekuatan politik oposisi telah mengundang kritik dari para komentator dalam negeri dan komunitas internasional serta negara-negara pemberi bantuan untuk Uganda. Dalam sebuah siaran pers, partai oposisi utama, [[Forum untuk Perubahan Demokratis]] (FDC), menuduh Museveni terlibat dalam sebuah “proyek presiden seumur hidup”, dan menyogok para anggota parlemen untuk menolak amandemen konstitusi, demikian tuduhan para pemimpin FDC.
 
:”Negara terpolarisasi karena banyak rakyat Uganda yang menentang [amandemen konstitusi]. Bila Parlemen jalan terus dan menghapuskan batas masa jabatan, hal ini dapat menimbulkan ketegangan yang serius, pergulatan politik dan membawa kepada pergolakan baik pada masa transisi maupun sesudahnya… Karena itu kami ingin mengimbau kepada Presiden Museveni agar menghormati dirinya sendiri, rakyat yang telah memilihnya sebagai Presiden pada 2001 ketika ia menjanjikan kepada negara dan dunia pada umumnya untuk menyerahkan kekuasaan dengan damai dan dalam cara yang tertib pada akhir masa jabatannya yang kedua dan terakhir. Bila tidak, tekadnya untuk bertarung kembali akan membuat dunia melihat dia seagai seorang penipu ulung dan pembohong politik terbesar yang pernah dikenal negara ini.''{{ref|FDC_PressRelease}}
[[Kategori:Kelahiran 1944|Museveni, Yoweri]]
[[Kategori:Presiden Uganda|Museveni, Yoweri]]
 
 
{{Link FA|sv}}
247.950

suntingan