Buka menu utama

Perubahan

13 bita dihapus, 5 tahun yang lalu
merapikan, replaced: disana → di sana, di tahun → pada tahun, Disana → Di sana using AWB
 
== Biografi ==
Ban lahir di [[Kabupaten Eumseong|Eumseong]] di sebuah desa kecil di [[Chungcheong Utara]] pada tahun 1944 di akhir masa [[Penjajahan Jepang di Korea]]. Ia dan keluarganya pindah ke kota kecil dekat [[Chungju]] dimana ia dibesarkan disanadi sana.<ref name="NYT 12-22"/> Selama masa kecilnya, ayah Ban memiliki bisnis pergudangan, namun gudang tersebut bangkrut dan keluarganya mengalami kesulitan ekonomi. Ketika Ban berumur 6 tahun, keluarganya pindah ke daerah pegunungan selama [[Perang Korea]].<ref name=Times12-09/> Setelah perang usai, keluarganya kembali lagi ke [[Chungju]].
 
Di sekolah menengah atas (SMA Chungju), Ban menjadi bintang kelas, terutama dalam pelajaran [[Bahasa Inggris]]. Pada tahun 1952, ia terpilih mewakili kelasnya untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB [[Dag Hammarskjöld]], tetapi tidak pernah diketahui apakah pesan tersebut terkirim atau tidak. Pada tahun 1962, Ban memenangkan sebuah lomba menulis esai yang disponsori oleh [[Palang Merah]] dengan hadiah perjalanan ke [[Amerika Serikat]]. DisanaDi sana ia tinggal di [[San Fransisco]] bersama dengan keluarga tamu selama beberapa bulan.<ref name=FT10-10>{{Cite news | title = Relentless pursuit brings a challenge close to home; Profile Ban Ki-moon | work = [[Financial Times]] | author = Anna Fifield | date = 2006-10-10}}</ref> Sebagai bagian dari hadiah perjalanan tersebut, Ban bertemu dengan Presiden AS [[John F. Kennedy]]. Ketika seorang jurnalis yang berada di lokasi pertemuan tersebut mewawancarai Ban tentang apa yang ia ingin lakukan ketika menjadi dewasa, ia menjawab:"Saya ingin menjadi seorang diplomat."<ref name=LAT10-09/>
 
Ban meraih Ban memperoleh [[Gelargelar sarjana|gelar sarjananya]]nya dalam Hubungan Internasional dari [[Universitas Nasional Seoul]] pada tahun 1970 dan memperoleh gelar Master dalam bidang Administrasi Publik dari [[Sekolah Pemerintahan John F. Kennedy]] di [[Universitas Harvard]] pada 1985.<ref name=LAT10-09>{{Cite news | title = Aspiring U.N. Chief Is a Harmonizer, Not a Rock Star; South Korean career diplomat Ban Ki-moon may lack charisma, but he has many fans | work = [[The Los Angeles Times]] | author = Maggie Farley and Bruce Wallace | date = 2006-10-09}}</ref> Di Harvard, ia belajar dibawah didikan [[Joseph Nye]] yang mengenal Ban karena memiliki "sebuah kombinasi yang langka antara analisis yang jelas, kerendahan hati dan sikap protektif."<ref name=FT10-10/> Ban dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dibidang hukum oleh [[Universitas Malta]] pada 22 April 2009.<ref name=UOM04-17>{{Cite news | title = Honoris Causa | work = [[News on Campus]] | author = University of Malta | date = 2009-04-17}}</ref> Ia kemudian juga menerima penghargaan Doktor Hukum oleh [[Universitas Washington]] pada Oktober 2009.<ref>{{cite news| url=http://seattletimes.nwsource.com/html/thebusinessofgiving/2010141457_on_saturday_they_tried_somethi.html | work=The Seattle Times | first=Kristi | last=Heim | title=A conversation with UN Secretary General Ban Ki-moon | date=2009-10-26}}</ref> Selain berbahasa [[bahasa Korea|Korea]] sebagai bahasa asalnya, ia juga mampu berbahasa [[bahasa Inggris|Inggris]], [[bahasa Perancis|Perancis]], [[bahasa Jepang|Jepang]], dan [[bahasa Jerman|Jerman]]. Akan tetapi, kemampuannya berbahasa Perancis, bahasa yang diisyaratkan sebagai bahasa yang wajib dikuasai oleh Sekretaris Jenderal PBB, masih diragukan.<ref name=Phoney>{{Cite news|url=http://www.cbc.ca/news/reportsfromabroad/herland/20061214.html|title=Is Ban Ki-moon a franco-phoney?|work = [[Canadian Broadcasting Corporation|CBC News]] | date = 2006-12-14 | accessdate = 2007-08-02}}</ref>
 
== Keluarga ==
Penempatannya yang pertama di luar negeri adalah di [[New Delhi]], [[India]] dimana Ban bekerja sebagai wakil konsul dan menarik perhatian banyak atasannya di kementerian luar negeri dengan kompetensinya, Ban dikabarkan lebih memilih untuk menerima sebuah penempatan di India dibandingkan dengan Amerika Serikat, karena di India ia dapat berhemat dan mengirimkan lebih banyak uang untuk keluarganya. kemudian menempati pos di Divisi Perserikatan Bangsa-bangsa di markas besar Kementrian Luar Negeri. Pada tahun 1974, Ban menerima pengirimannya pertamanya ke PBB, sebagai Sekretaris Pertama pada Misi Pengamat Tetap Republik Korea (Korea Selatan menjadi anggota penuh PBB pada 17 September 1991).<ref name=NYT10-03>{{Cite news | title = Council Backs South Korean for U.N. Secretary General | work = [[The New York Times]] | author = [[Warren Hoge]] | date = 2006-10-03}}</ref> Setelah pembunuhan [[Park Chung-hee]] pada tahun 1979, Ban mengambil alih pos Direktur pada Divisi PBB.
 
Pada tahun 1980, Ban menjadi direktur untuk Biro Traktat dan Organisasi Internasional PBB yang bermarkas di [[Seoul]].<ref name=KH/> Ia pernah ditempatkan dua kali di Kedutaan Besar Korea di Washington D.C.. Di antara kedua penempatannya ini, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal untuk Urusan Amerika pada [[1990]]-[[1992]]. Ia kemudian dipromosikan menjadi Wakil Menteri untuk Perencanaan Kebijakan dan Organisasi Internasional pada 1995. Kemudian ia diangkat menjadi Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden pada [[1996]],<ref name=KH/> dan menjabat sebagai Wakil Menteri pada [[2000]]. Penempatannya yang paling terakhir adalah sebagai Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk Presiden [[Roh Moo-hyun]].<ref name=KH/>
 
Ketika menjadi [[Duta Besar]] untuk [[Austria]], ia terpilih sebagai Ketua Komisi Persiapan bagi Organisasi Perjanjian Pelarangan Uji-coba Nuklir yang Menyeluruh ([[CTBTO]] PrepCom) pada [[1999]]. Ketika tiba giliran Korea menjabat sebagai ketua Sesi ke-56 dari [[Sidang Umum PBB]] pada [[2001]], ia bertugas sebagai ''Chef de Cabinet'' dari Ketua Sidang Umum.
 
=== Menteri Luar Negeri Korea Selatan ===
Dengan semakin dekatnya pemilihan Sekretaris-Jenderal, kritikan terhadap Ban sebagai wakil Korea Selatan semakin meningkat. Beberapa artikel menuliskan bahwa Ban telah menemui semua anggota Dewan Keamanan dalam perannya sebagai Menteri Luar Negeri dan Perdagangan untuk mendapatkan dukungan lewat perjanjian kerjasama dalam bidang perdagangan dengan negara - negara Eropa serta janji untuk memberikan bantuan kepada negara - negara berkembang.<ref>{{cite news | url = http://www.timesonline.co.uk/article/0,,25689-2380336,00.html | title = Millions of dollars and a piano may put Korean in UN's top job | work = [[The Times]] | date = 2006-09-26 | accessdate = 2007-08-02 | location=London | first1=Richard | last1=Beeston | first2=James | last2=Bone}}</ref> Menurut [[The Washington Post]],"calon lain telah mengungkapkan kekesalannya kepada Korea Selatan, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kesebelas di dunia karena telah menggunakan pengaruh ekonominya untuk memperkuat pencalonan Ban." Atas pernyataan ini, Ban membalasnya dengan mengatakan bahwa {{cquote2|''"Sebagai seorang calon pemimpin, saya tahu bahwa saya akan menjadi target atas proses yang sedang diamati oleh banyak kepentingan ini dan saya adalah orang yang memegang integritas."''<ref>{{Cite news | url = http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/09/28/AR2006092801765.html | work = The Washington Post | date = 2006-09-28 | accessdate = 2007-08-02 | title = S. Korean Contender for U.N. Post Has an Edge | first=Colum | last=Lynch}}</ref>}}
 
Ban menduduki tempat teratas pada setiap kali pengumpulan pendapat yang dilakukan oleh [[Dewan Keamanan]] PBB pada 24 Juli,<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/115|title=Ban takes 1st Straw Poll|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-7-27|Diakses 28 Sept. 2006}}</ref> 14 September,<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/138|title=Ban firms up lead in second Straw Poll|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-9-14|Diakses 28 Sept. 2006}}</ref> dan 28 September.<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/164|title=Ban slips but holds, Vike Freiberga pushes into third|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-9-28|Diakses 28 Sept. 2006}}</ref> Dalam pengumpulan pendapat kedua, ia memperoleh 14 suara "yang menggembirakan" dan 1 suara "yang mengecewakan". ''[[The Australian]]'' melaporkan bahwa satu suara yang mengecewakan itu berasal dari [[Qatar]], yang menyiratkan bahwa Ban mendapatkan dukungan dari kelima anggota tetap Dewan Keamanan yang mempunyai hak untuk memveto kandidat.<ref>{{cite news|url=http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,20867,20461609-2703,00.html|title=Downer's golf mate firms as UN chief|author=Nason, David|date=[[23 September]] [[2006]]|accessdate=[[28 September]] [[2006]]|publisher=[[The Australian]]}}</ref> Pada pengumpulan pendapat ketiga, Ban memperoleh 13 suara yang menggembirakan, satu suara yeng mengecewakan, dan satu suara “tidak ada pendapat”. Tidak jelas apakah ke-13 pendukungnya kali ini mencakup kelima anggota tetap Dewan Keamanan.
 
Pengumpulan pendapat keempat dilangsungkan pada 2 Oktober. Pengumpulan suara kali ini diberi kode warna untuk membedakan antara suara anggota tetap dan yang tidak tetap.<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/161|title=Straw polls Thursday, Monday|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-7-27|diakses [[28 September]] [[2006]]}}</ref> Pada pemungutan suara final secara informal yang diadakan pada 2 Oktober dalam Dewan Keamanan, Ban menerima empat belas suara yang menyatakan setuju serta satu suara abstain dari anggota Dewan Keamanan PBB. Satu suara abstain diberikan oleh delegasi Jepang yang menentang ide seorang berkebangsaan Korea menduduki peran sebagai Sekretaris-Jenderal. Dukungan yang sangat besar kepada Ban oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, Jepang akhirnya mendukung Ban untuk mengurangi kontroversi. Hal lain yang lebih penting, Ban adalah satu-satunya calon yang terhindar dari hak veto, kandidat lainnya minimal menerima satu suara "tidak" oleh anggota tetap Dewan Keamanan.<ref>{{cite news | url=http://www.seattlepi.com/national/1104AP_UN_Next_Chief.html | title=Ban vows to reform U.N. if given top job|publisher=[[Seattle Post-Intelligencer]] | date=2006-10-03 | accessdate=2006-10-09}} {{Dead link|date=September 2010|bot=H3llBot}}</ref> Setelah pemilihan, Shashi Tharoor, yang menduduki tempat kedua kemudian mundur dari pencalonan dirinya.<ref>{{cite web|url=http://www.ndtv.com/morenews/showmorestory.asp?id=94211|title=Shashi Tharoor pulls out of UN race|publisher=[http://www.ndtv.com/ NDTV.com]|date=2006-10-02|accessdate=2006-10-02}}</ref> dan Wakil Tetap RRC untuk PBB mengatakan kepada media bahwa "semuanya telah jelas berdasarkan hasil pemungutan suara hari ini bahwa Ban Ki-Moon adalah kandidat yang akan direkomendasikan oleh Dewan Keamanan kepada Majelis Umum."<ref>{{Cite web | url = http://webcast.un.org/ramgen/sc/so061002pm3.rm | title = United Nations Webcast of announcement | work = United Nations | accessdate = 2007-08-02}}</ref>
 
Pada 9 Oktober, [[Dewan Keamanan PBB]] resmi mencalonkan Ban sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang baru. Keputusan ini masih harus dikukuhkan oleh Sidang Umum PBB yang akan bertemu pada akhir tahun 2006. <ref>[http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/10/11/AR2006101101645.html U.N. to Appoint Ban As Secretary-General], ''[[Associated Press|The Associated Press]]'', [[11 Oktober]] [[2006]]. Diakses pada [[9 Oktober]] [[2006]].</ref> Pada 13 Oktober, 192 anggota [[Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa|Majelis Umum]] mengesahkan Ban sebagai Sekretaris-Jenderal.
 
== Jabatan sebagai Sekretaris-Jenderal ==
Saat Ban menjadi Sekretaris-Jenderal, dipada tahun 2007, ''[[The Economist]]'' membuat daftar tantangan yang harus ia hadapi:"meningkatnya ancaman nuklir di [[Iran]] dan Korea Utara, konflik di [[Darfur]], kekerasan yang tidak pernah selesai di Timur Tengah, ancaman bencana alam, meningkatnya ancaman terorisme internasional, berkembangnya [[senjata pemusnah massal]], penyebaran HIV/AIDS dan beberapa hal lain seperti bisnis raksasa yang tidak pernah habis mengenai usaha untuk mereformasi dalam sejarah PBB."<ref name=Econ01-06>{{Cite news | title = Mission impossible?—The United Nations | date = 2007-01-06 | work = [[The Economist]]}}</ref> Sebelumnya, Kofi Annan bercerita mengenai [[Trygve Lie]], Sekretaris-Jenderal yang pertama, ia meninggalkan pesan kepada penerusnya, [[Dag Hammarskjöld]], "Kamu akan mengambil alih pekerjaan paling penting di dunia."<ref name="Times10-14">{{Cite news | work = The New York Times | date = 2006-10-14 | title = South Korean Is Appointed Secretary General of the U.N. | author = Warren Hoge}}</ref>
 
Pada 23 Januari 2007 Ban mulai bekerja sebagai Sekretaris-Jenderal PBB kedelapan. Masa jabatan Ban sebagai Sekretaris-Jenderal dimulai dengan kejutan. Pada 2 Januari 2007, awal pertemuannya dengan pers sebagai Sekretaris-Jenderal, ia menolak menjatuhkan hukuman mati kepada [[Saddam Hussein]] yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Irak. Pernyataan Ban bertolak belakang dengan kesepakatan jangka panjang dari PBB mengenai penolakan pinalti hukuman mati sebagai sebuah kepentingan hak asasi manusia. Ia segera mengklarifikasi pernyataannya dalam kasus [[Barzan Ibrahim|Barzan al-Tikriti]] dan [[Awad al-Bandar]], dua petinggi utama yang dinyatakan bersalah atas meninggalnya 148 kaum Muslim Syiah di desa [[Dujail]], Irak pada dekade 1980an. Dalam sebuah pernyataan lewat juru bicaranya pada 6 Januari, ia "dengan keras mendesak pemerintah Irak untuk memberikan penundaan eksekusi kepada mereka yang akan dihukum mati dalam waktu dekat."<ref name=FT02-01/><ref>{{Cite web | url = http://www.un.org/apps/sg/sgstats.asp?nid=2395 | title = Statement attributable to the Spokesperson for the Secretary-General on the death sentences in Iraq | work = United Nations | date = 2007-01-06 | accessdate = 2007-08-02}}</ref> Dalam isu yang lebih luas, ia mengatakan kepada seorang audiensi di Washington, D.C. bahwa ia mendorong "tren global yang sedang berkembang dalam himpunan masyarakat internasional, hukum internasional dan kebijakan domestik serta kebiasaan untuk menarik secara bertahap kebijakan pinalti hukuman mati"<ref>{{Cite web | url = http://www.un.org/apps/sg/sgstats.asp?nid=2410 | title = Address at the Center for Strategic and International Studies and Q&A (transcript)| work = United Nations | date = 2007-01-16 | accessdate = 2007-08-02}}</ref>
{{Succession box|jabatan=[[Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa]]|pendahulu={{flagicon|Ghana}} [[Kofi Annan]]|tahun=sejak [[1 Januari]] [[2007]]|pengganti=Masih Mejabat}}
{{End}}
{{DEFAULTSORT:Ban, Ki-moon}}
 
[[Kategori:Diplomat Korea Selatan]]
[[Kategori:Sekretaris Jenderal PBB]]
{{Sekretaris Jendral PBB}}
{{featured article}}
 
{{DEFAULTSORT:Ban, Ki-moon}}
[[Kategori:Diplomat Korea Selatan]]
[[Kategori:Sekretaris Jenderal PBB]]
 
{{Link FA|en}}
235.844

suntingan