Buka menu utama

Perubahan

2.710 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika [[Basofi Sudirman]], pada saat itu sebagai fungsionaris [[Golkar]], menyanyi lagu dangdut.{{cn}} Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan [[diskotek]] yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.
 
=== Dangdut di Era Millenium (Lahir dan tumbuhnya Dangdut Koplo) ===
 
Dangdut Koplo lahir di Indonesia lahir sejak tahun 2000 yang dipromotori oleh kelompok-kelompok musik Jawa Timur. Namun saat itu masih belum menasional seperti sekarang ini. 2 tahun kemudian, variasi atau cabang baru bagi musik Dangdut ini semakin fenomenal, setelah area 'kekuasaannya' meluas ke beberapa wilayah seperti di Jogja dan beberapa kota di Jawa Tengah lainnya. Salah satu hal yang membuat genre ini sukses dalam memperlebar daerah 'kekuasannya' adalah vcd bajakan yang begitu mudah dan murah didapatkan masyarakat sebagai 'alternatif' hiburan masyarakat dari vcd/dvd original artis-artis/selebriti nasional yang dinilai mahal. Kesuksesan vcd bajakan tersebut juga dibarengi dengan fenomena "goyang ngebor" [[Inul Daratista]].
 
 
Mungkin masyarakat Indonesia sudah banyak yang tahu artis-artis pendatang seperti Ayu Ting Ting, Siti Badriah, Sazkia Gotik, Trio Macan, Melinda dan sebagainya, atau grup Dangdut Koplo Jawa timuran yang semakin populer di Indonesia. Itu semua justru terjadi karena kontroversi-kontroversi tersebut.
 
'''== PRO KONTRA DANGDUT KOPLO ==''' ''Ketika Sang Raja Menolak Dangdut Koplo''<ref>[http://dangdutlengkap.blogspot.com/2013/01/dangdut-koplo-bukan-bagian-dangdut.html]</ref><br/>
Meskipun secara instrument, [[irama]] serta goyangan sama dengan ciri khas yang ada pada [[Dangdut]] secara umum namun ada sebagian pihak yang berpendapat bahwa musik koplo itu bukan merupakan bagian Dangdut. Adalah sang raja sendiri, [[Rhoma Irama]], mengecam [[genre]] baru tersebut.
 
Sayangnya, beliau tidak bisa membeberkan secara gamblang, tegas dan dapat dimengerti mengapa ''[http://dangdutlengkap.blogspot.com/2013/01/dangdut-koplo-bukan-bagian-dangdut.html Dangdut Koplo dilarang menjadi bagian [[Dangdut]]]''. Beliau hanya melihat dari sudut pandang aksi goyang erotis dan porno penyanyinya saja bukan sisi lainnya. Lebih lanjut, Rhoma juga tak setuju jika genre itu menggunakan embel-embel Dangdut karena seharus koplo menjadi salah satu aliran, genre dan komunitas musik yang berdiri sendiri karena telah menyimpang dari pakem.
 
Jika yang menjadi dasar alasan adalah faktor penyanyi, lalu bagaimana jika ada sebuah grup Dangdut non koplo yang biduannya membawakan [[lagu]]-[[lagu]] dangdut original beraksi amoral seperti penyanyi bebas dipegang atau digerayangi di panggung<ref>http://dangdutlengkap.blogspot.com/2013/01/penyanyi-dangdut-digerayangi-anunya.html</ref>, apakah grup ([[musisi]]) tersebut yang dianggap sebagai bagian dari Dangdut atau si penyanyi atau......apa?. Lalu bagaimana juga jika sebuah grup Dangdut Koplo seperti OM. New Pallapa, SERA, Monata, Sagita dan lainnya penyanyinya tampil elegan, sopan dan estetik di panggung?. Jangan lupa juga untuk menilai hal tersebut untuk penampilan [[biduan]]-biduan organ tunggal/electune.
 
Kami sendiri juga masih bingung dengan pernyataan "telah menyimpang dari pakem". Standar apa yang digunakan untuk mengklaim bahwa sebuah aliran itu menyimpang dari pakem? apakah [[irama]], [[alat musik]] yang digunakan atau yang lain. Jika karena iramanya yang dinilai, seharusnya beliau dulu juga menolak variasi baru menjadi bagian dari cabang musik Dangdut, seperti [[Pop]]-Dut, [[Rock]]-dut, [[Ska]]-dut, Cong-dut, [[Campursari]]-dut, dan sebagainya.
 
Berdasarkan hal tersebut di atas, kami dengan tegas menolak alias tidak setuju dengan pernyataan bang haji tentang Dangdut Koplo yang dilarang menjadi bagian cabang/variasi [[musik]] [[Dangdut]] jika hanya didasarkan pada faktor [[penyanyi]] [[porno]] dan erotis saja. Kami tetap mengakui bahwa ia merupakan bagian dari variasi dan cabang dari [[Dangdut]] sebagai genre musik baru, baik dipandang dari segi irama atau alat musik yang digunakan.
 
 
== Tokoh-tokoh ==
== Referensi ==
{{reflist}}
 
[http://dangdutlengkap.blogspot.com Blog Dangdut Indonesia - Adam Aiyasi]
 
== Pranala luar ==
[[Kategori:Dangdut| ]]
[[Kategori:Musik di Indonesia]]
* Adam Aiyasi. [http://dangdutlengkap.blogspot.com/2013/01/dangdut-koplo-bukan-bagian-dangdut.html] Rhoma:Dangdut Koplo Bukan Dangdut
16

suntingan