Cixi: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
== Wali Kaisar Guangxu ==
=== Tantangan baru ===
[[Berkas:The Imperial Portrait of Emperor Guangxu2.jpg|thumb|300px200x|right|Kaisar Guangxu]]
 
Tongzhi meninggal tanpa keturunan laki-laki, menyebabkan terjadinya krisis pewaris takhta. Anggota keluarga kerajaan yang lebih tua dari Tongzhi tidak cocok untuk menjadi kaisar, dan haruslah orang yang berasal dari generasi bawah atau generasi yang sama dengan Tongzhi. Setelah persetujuan antara kedua Ibusuri, Zaitian, putra pertama Pangeran Chun dan saudara kandung Cixi, yang masih berusia empat tahun, terpilih menjadi kaisar baru. 1875 merupakan tahun deklarasi era '''[[Kaisar Guangxu|Guangxu]]'''.
 
=== Reformasi Seratus Hari ===
[[Berkas:Empress_Dowager_Cixi_(c._1890,_small_version)_-_01.jpg|thumb|300px200px|left|Cixi tetap meneruskan peran sebagai wali pada masa Kaisar Guangxu]]
 
Kaisar Guangxu merupakan orang yang berfaham reformatif, berbeda dengan Cixi yang konservatif. Setelah mengalami kekalahan dalam [[Perang Sino-Jepang Pertama|Perang Tiongkok-Jepang Pertama]] tahun 1894, pemerintah Qing menghadapi tantangan-tantangan baik tantangan internal maupun eksternal. Atas pengaruh [[Kang Youwei]] dan [[Liang Qichao]], Guangxu percaya bahwa dengan mempelajari monarki konstitusional di [[Jepang]] dan [[Jerman]], Tiongkok akan menjadi lebih kuat dalam bidang politik dan ekonomi. Pada Juni 1898, Guangxu memulai [[Reformasi Seratus Hari]] (戊戌变法), yang bertujuan melakukan perubahan di bidang politik, budaya, ekonomi dan pendidikan. Kaisar Guangxu juga mengeluarkan dekret untuk melakukan modernisasi besar-besaran.
Pengguna anonim