Agripa I: Perbedaan revisi

3.228 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:Agrippa I.jpg|285px|thumb|right|Koin yang dicetak oleh Herodes Agripa I.]]
'''Agripa I''' (10 SM - 44 M) merupakan [[Dinasti Herodes|Raja orang Yahudi]], cucu dari [[Herodes Agung]], dan anak dari [[Aristobulus IV]] dan [[Berenice]]. Nama aslinya adalah '''Marcus Julius Agrippa''', dan dia adalah raja yang disebut Herodes dalam Kisah Para Rasul, "Herodes (Agripa)" (Ἡρώδης Ἀγρίππας).<ref name="DGRBM">{{Citation | last = Mason | first = Charles Peter | author-link = | contribution = Agrippa, Herodes I | editor-last = Smith | editor-first = William | title = [[Dictionary of Greek and Roman Biography and Mythology]] | volume = 1 | pages = 77–78 | publisher = [[Little, Brown and Company]] | place = Boston | year = 1867 | contribution-url = http://www.ancientlibrary.com/smith-bio/0086.html }}</ref> Menurut Josephus, ia dikenal sebagai "Agripa Agung" pada zamannya.<ref>[[Josephus]], ''Antiquities of the Jews|Antiquitates Judaicae'' xvii. 2. § 2</ref> Ia menyuruh bunuh rasul [[Yakobus]] dan memenjarakan rasul [[Petrus]].<ref>{{Alkitab|Kisah Para Rasul 12:1-3}}</ref>
 
== Menjadi raja atas Yudea dan Samaria ==
Setelah kaisar Romawi Caligula mati dibunu pada tahun 41, nasihat Agrippa membantu pemasukan pengangkatan [[Claudius]] sebagai kaisar penerusnya. Sebagai hadiah, Claudius memberi Agrippa kekuasaan atas [[Yudea]] dan [[Samaria]], sementara kerajaan [[Khalkis]] di [[Libanon]], atas permintaannya diberikan kepada saudara laki-lakinya [[Herodes dari Khalkis|Herodes]]. Dengan demikian Agrippa menjadi seorang penguasa yang paling berkuasa di timur; wilayahnya melebihi daerah kakeknya, [[Herodes Agung]].
<!--
== Pembangunan ==
In the city of [[Berytus]] he built a theatre and amphitheatre, baths, and porticoes. He expressed similar magnanimity in [[Sebastia (town)|Sebaste]], [[Baalbek|Heliopolis]] and [[Caesarea]]. The suspicions of [[Claudius]] prevented him from finishing the fortifications with which he had begun to surround Jerusalem. His friendship was courted by many of the neighboring kings and rulers,<ref name="DGRBM"/> some of whom he housed in [[Tiberias]], which also caused [[Claudius]] some displeasure.<ref name="OCD"/>
-->
== Pemerintahan dan Kematian ==
[[Image:Agrippa I prutah.jpg|285px|thumb|right|''Prutah'' Agrippa I.]]
 
Menurut catatan sejarawan Yahudi-Romawi dari abad ke-1 M, [[Flavius Yosefus]] (37-100), Agrippa kembali ke Yudea dan memerintah sesuai keinginan orang Yahudi. Ia bekerja giat demi [[Yudaisme]], yang juga dicatat oleh para rabbi. Akibatnya, perjalanannya melewati [[Aleksandria]] sekitar tahun 40 menimbulkan kerusuhan anti-Yahudi.<ref name="OCD">{{Citation | last = Rajak | first = Tessa | author-link = | contribution = Iulius Agrippa (1) I, Marcus | editor-last = Hornblower | editor-first = Simon | title = [[Oxford Classical Dictionary]] | volume = | pages = | publisher = [[Oxford University Press]] | place = Oxford | year = 1996 | contribution-url = }}</ref> Dengan risiko nyawanya sendiri, Ia memohon kepada Caligula demi orang Yahudi, ketika kaisar itu berencana mendirikan patungnya di dalam Bait Suci di [[Yerusalem]] beberapa waktu sebelum kematiannya tahun 41. Berkat upaya Agrippa, Caligula membatalkan rencananya, sehingga Bait Suci tidak tercemar.<ref>Ebner, Eliezer, History of the Jewish People, ''The Second Temple Era'', Mesorah Publications Ltd. 1982, p. 155</ref>
 
Setelah hari [[Paskah Yahudi]] tahun 44, Agrippa went to [[Kaisarea|Kaisarea Maritima]], di mana ia mengadakan pertandingan olahraga untuk menghormati Claudius. Di tengah-tengah perayaan itu, ia tiba-tiba mengalami rasa sakit luar biasa di dada dan perutnya, kemudian mati lima hari kemudian.<ref>[[Josephus]], ''[[Antiquities of the Jews|Antiquitates Judaicae]]'' xix. 345–350 (Chapter 8 para 2)</ref> Josephus then relates how Agrippa's brother, [[Herod of Chalcis]], and Helcias sent Aristo to kill Silas.<ref>[[Josephus]], ''[[Antiquities of the Jews|Antiquitates Judaicae]]'' xix. Chapter 8 para 3 ''But before the multitude were made acquainted with Agrippa's being expired, Herod the king of Chalcis, and Helcias the master of his horse, and the king's friend, sent Aristo, one of the king's most faithful servants, and slew Silas, who had been their enemy, as if it had been done by the king's own command.''</ref>
 
== Referensi ==
150.451

suntingan