Buka menu utama

Perubahan

369 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
+pic
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Voor de bereiding van kopi daoen worden de koffiebladeren geroosterd op een zacht vuur totdat de bladeren bruin en droog zijn geworden Sumatra's Westkust TMnr 10012122.jpg|jmpl|350px|Sekelompok orang sedang memanggang daun kopi di atas api kecil sampai daun menjadi coklat dan kering, untuk membuat kopi daun (pantai barat Sumatera, tanpa tahun)]]
'''Aia kawa''', atau dalam'''kopi arti harfiah, air kawadaun''', adalah minuman dari daun kopi yang diseduh seperti teh. Daun kopi lokal pilihan awalnya dikeringkan dengan cara [[sangrai|disangrai]] selama 12 jam. Saat akan diminum, daun kering ini dicampur dengan air dingin, lalu diseduh dengan air mendidih. <ref>[http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/10/08/14/130105-hangatnya-seduhan-daun-kopi-aia-kawa-dari-ranah-minang Hangatnya Seduhan Daun Kopi Aia Kawa Daun dari Ranah Minang, diakses dari situs berita Republika]</ref>
 
==Sejarah==
Aia kawa bisa dikaitkan dengan adanya tanam paksa dalam kekuasaan kolonial Belanda. Penduduk di Sumatera Barat dilarang menikmati biji kopi untuk diri sendiri meskipun dipaksa untuk menanamnya demi kepentingan perdagangan. Peraturan ini diakali dengan menggunakan dedaunan kopi yang dipercaya masih mengandung kafein.<ref name="singgalang">[http://hariansinggalang.co.id/kawa-daun-sejarah-di-sayak-tempurung/ Kawa Daun, Sejarah di Sayak Tempurung, diakses dari situs berita Harian Singgalang]</ref>
 
==Tradisi meminum==
Minuman ini diseruput di saat cuaca dingin, di [[dangau|dangau-dangau]]. Penyajiannya tidak dengan gelas atau mangkuk, melainkan tempurung [[kelapa]] yang dibelah dua. Tempurung ini diberi tatakan bambu. Aia kawa bisa dinikmati dengan atau tanpa gula, ditemani berbagai penganan kecil.<ref name="singgalang"/>
 
==Referensi==
<references/>
23.517

suntingan