Solid state drive: Perbedaan revisi

125 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k
RIP Bahasa Indonesia
k
k (RIP Bahasa Indonesia)
[[Berkas:E-disk_2-5_scsi.jpg|thumb|right|200px|Solid-State Drive ukuran 2,5 inci (64 milimeter).</ref>]]
 
'''Penggerak Zadat''' atau '''''Solid-State Drive''''' ('''SSD''') adalah media penyimpanan data yang menggunakan ''nonvolatile memory'' sebagai media dan tidak menggunakan cakram magnetis seperti [[cakram keras]] konvensional. Berbeda dengan ngingatan gabar (''volatile memory'') (misanya RAM), data yang tersimpan pada SSD tidak akan hilang meskipun daya listrik tidak ada.
 
== Sejarah ==
== Fitur dan Teknologi ==
 
Dari sisi sifatnya, SSD dapat digolongkan menjadi dua, yaitu berbasis flash dan berbasis DRAM (''[[Dynamic Random Access Memory]]'').
 
Di pasaran saat ini banyak kita temui teknologi SSD berbasis flash, misalnya ''[[Flash Disk]]'', ''[[Secure Digital]]'' (SD) ''Card)'', ''[[Micro SD Card]]'', ''[[Multi Media Card]]'' (MMC) dan ''[[Compact Flash]]'' (CF). Sementara SSD dengan ukuran fisik sebesar hard-disk konvensional, yaitu ukuran 1,8 inci dan 2,5 inci dengan kapasitas hingga diatas 128 GB, sejak tahun 2008 sudah mulai populer di pasaran seiring dengan harganya yang makin terjangkau.
 
SSD berbasis flash memanfaatkan sejumlah kecil DRAM untuk ''cache'' yang dipakai untuk menyimpan informasi tentang penempatan blok data serta informasi ''wear levelling'' (sebuah teknik untuk memperpanjang usia pemakaian memori berbasis ''flash''). Sementara pada SSD dengan kinerja tinggi biasanya juga dilengkapi dengan penyimpanan daya listrik sementara (''energy storage''). Komponen ini umumnya disusun dari rangkaian kapasitor atau baterai yang berfungsi untuk memindahkan data dari ''cache'' SSD ke ''flash memory'' saat komputer dimatikan/ mati mendadak (jika berbasis kapasitor) atau untuk menyimpan data sementara dalam cache (jika menggunakan baterai).
 
=== SSD Berbasis Flash ===
 
Data dalam SSD berbasis flash biasanya disimpan dalam sel memori pada chip. Dalam kelompok ini ada dua macam jenis sel memori yang umum digunakan, yaitu jenis MLC (''[[Multi Level Cell]]'') dan SLC (''[[Single Level Cell]]'').
 
SSD jenis MLC biasanya lebih murah dibandingkan dengan yang berbasis SLC. Hal ini disebabkan MLC menyimpan data sebesar 3 bit atau lebih setiap selnya, sedangkan untuk SLC hanya 1 bit saja, sehingga biaya per giga byte-nya menjadi lebih rendah.
=== Tentang TRIM ===
 
TRIM merupakan sebuah perintah yang langsung ditujukan kepada ''firmware'' dari SSD. Jika Anda belum tahu, ''firmware'' itu sama dengan BIOS komputer pada umumnya.
 
Sebuah media penyimpanan akan selalu menulis dan membaca data. Saat menghapus sebuah data, hal tersebut sebenarnya juga merupakan sebuah kegiatan menulis data pula. Di sebuah hard disk, kegiatan penghapusan data tidak sepenuhnya terhapus. Yang terhapus adalah sebuah linkpranala yang merujuk ke data tersebut di rentetan data yang disebut dengan ''Table Of Content''. Saat ada data yang mau ditulis di tempat (sector) yang sama, data baru tersebut akan ditimpa langsung di tempat data (''sector'') yang lama. Hal ini disebut dengan Overwriting''overwriting''.
 
Dalam hard disk, kegiatan overwrite ini adalah biasa. Sayangnya, tidak untuk SSD. Kegiatan ''overwriting'' akan menimbulkan “sampah data” atau bahasa Inggrisnya adalah Garbage''garbage''. ''Garbage'' ini yang menyebabkan sebuah SSD akan melambat seiring dengan waktu karena data lama masih ada sehingga membuat SSD harus memilah antara data lama dengan yang baru. Hal ini membuat SSD lamban dalam membaca data.
 
Di sinilah kegunaan TRIM. TRIM memastikan saat sistem operasi mau menulis di sektor yang sama, data yang lama akan terhapus total tanpa ada sampah lagi. Selain itu, fungsi TRIM juga akan membuat semua sektor yang dihapus dan diformat menjadi bersih. Hal ini akan membuat sebuah SSD menjadi kencang sama seperti yang baru.
Ada banyak kelebihan Solid State Drive jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional, diantaranya adalah:
 
* 1. Waktu mulai bekerja (''start-up'') yang lebih cepat. Hal ini berdampak pada akses data yang lebih tinggi, keterlambatan/ penundaan membaca data (''latency'') yang lebih rendah dan waktu pencarian data (''seek time'') yang jauh lebih cepat.
* 2. Tidak memiliki bising/ dengung (''noise'') mengingat tidak adanya komponen yang bergerak.
* 3. Lebih hemat daya listrik, meskipun untuk SSD berbasis DRAM masih diperlukan catu daya yang cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional masih jauh lebih hemat energi.
* 4. Lebih kebal terhadap guncangan, getaran, dan temperatur yang tinggi.
* 5. Dengan kapasitas penyimpanan yang sama, SSD memiliki bobot yang lebih ringan dan ukuran fisik yang lebih ramping jika dibandingkan dengan hard-disk biasa (khususnya saat ini hingga ukuran penyimpanan 256 GB) sehingga lebih ''portable'' untuk ''notebook'' dan ''mobile external storage''.
* 6. Karena dapat menyimpan data meskipun catu daya tidak ada, kelak teknologi SSD ini jika digabungkan dengan teknologi Memristor (''[[Memory Transistor]]'') membuka kemungkinan tercapainya pembuatan sebuah komputer yang dapat dihidup-matikan layaknya sebuah televisi, sehingga istilah ''start-up'', ''shut down'', ''hang'', ''blue screen'' dan sejenisnya hanya menjadi catatan sejarah untuk anak cucu kita.
 
== Referensi ==
21.295

suntingan