Salim (pelukis): Perbedaan revisi

9 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
Tahun 1929, sewaktu di [[Amsterdam]], [[Belanda]], Salim berkenalan dengan [[Mohammad Hatta]] dan [[Sutan Syahrir]]. Pertemuan tersebut membuatnya yakin dengan kebenaran perjuangan kalangan nasionalis di Hindia Belanda.
 
Tahun 1931, Salim pulang ke Indonesia sebagai pengasuh anak keluarga [[Djoehana Wiradikarta]], kakak ipar Syahrir, yang baru saja selesai mendapat gelar kedokteran di Belanda. Di Hindia Belanda, Salim bekerja pada perusahaan Java Neon Company di Batavia sambil mengurusi [[Partai Pendidikan Nasional Indonesia ([[PNI Baru]]) pimpinan Hatta dan Syahrir. Majalah partai, [[Daulat Rakyat]] termasuk bidang yang diurusinya. Setelah kedua pemimpin PNI itu ditangkap dan diasingkan ke [[Kabupaten Boven Digoel|Boven Digoel]] oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1934, Salim kembali ke Belanda. Tahun 1935 ia pindah ke Prancis dan menekuni dunia lukis sampai akhir hayatnya.
 
==Karir Melukis==
72

suntingan