Pangeran Wijayakrama: Perbedaan revisi

683 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Robot: Perubahan kosmetika)
{{rintisan}}
'''Pangeran Wijayakrama''' adalah penguasa [[Jayakarta]] di awal abad ke-17. Dia adalah bawahan [[Banten]].
 
Beberapa nama lain dari Pangeran Wijayakrama adalah Tubagus Sungerasa Jayawikarta, Aria Keteguhan, Kawia Adimarta. Sebagai penguasa Jakarta, ia juga digelari Pangeran Jayakarta, atau tepatnya adalah Pangeran Jayakarta III, sebagai kelanjutan suksesi kepemimpinan wilayah Sunda Kelapa/Jayakarta sejak dari Pangeran Jayakarta I (Fatahillah) dan Pangeran Jayakarta II (Ratu Bagus Angke).
 
Ibunya, Ratu Pembayun, adalah salah seorang putri Sultan Hasanuddin, penguasa Banten.
 
Desember 1618, laksamana Inggris [[Thomas Dale]] mengusir [[Jan Pieterszoon Coen]] dari pelabuhan Jayakarta. Coen lari ke Maluku, saat itu pangkalan utama [[VOC]]. Kemudian Dale, dibantu Wijayakrama, mengepung benteng VOC.
 
Bulan Mei, Coen balik dengan 17 kapal, menyerang, menaklukkan dan menghancurkan Jayakarta.
 
Sepeninggal dirinya, putranya yang bernama Ahmad Jaketra, melanjutkan kepemimpinan sebagai penguasa Sunda Kelapa/Jayakarta juga dengan gelar yang sama, Pangeran Jayakarta, atau tepatnya Pangeran Jayakarta IV.
 
== Sumber ==
Pengguna anonim