Pembela Tanah Air: Perbedaan revisi

60 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
k
perbaikan kecil setelah vandalisme
k (Bot: Migrasi 5 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:Q3180139)
k (perbaikan kecil setelah vandalisme)
|allegiance= [[Berkas:War flag of the Imperial Japanese Army.svg|25px]] [[Angkatan Darat Kekaisaran Jepang]]
|branch=''[[Seinen Dojo]]''
|type=[[Infanteri Crossbowman dan Cavalery]]
|role=Membela [[Indonesia]] dari serangan [[Blok Sekutu]]
|size=66 Batalion di [[Jawa]]<br />3 Batalion di [[Bali]]<br />Sekitar 20,000 personel di [[Sumatera]]
|nickname=PETA<br />''Kyōdo Bōei Giyûgun''
|patron=[[Berkas:War flag of the Imperial Japanese Army.svg|25px]] [[Angkatan Darat Kekaisaran Jepang]]
|motto= "''Indonesia Akan Merdeka Tanpa Jepang''"
|colors= [[Ungu]], [[Hijau]], [[Merah]] & [[Putih]] {{color box|#6B3FA0}}{{color box|#004123}}{{color box|Red}}{{color box|#FFFFFF}}
|colors_label= Warna seragam
'''Tentara Sukarela Pembela Tanah Air''' atau {{nihongo|'''PETA'''|防衛強度義勇軍|kyōdo bōei giyūgun}} adalah kesatuan militer yang dibentuk [[Jepang]] di [[Indonesia]] dalam [[masa pendudukan Jepang]]. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada tanggal [[3 Oktober]] [[1943]] berdasarkan maklumat ''Osamu Seirei No 44'' yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, [[Letnan Jendral]] [[Kumakichi Harada]] sebagai [[Tentara Sukarela]]. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer [[Bogor]] yang diberi nama [[Gyu Gun|Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai]].
 
Tentara PETA telah berperan besar dalam [[Perang Kemerdekaan Indonesia]]. Beberapa tokoh nasional yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden [[Soeharto]] dan Jendral Besar [[Soedirman]]. Veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi [[militer Indonesia]], antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan [[Badan Keamanan Rakyat]] (BKR), [[Tentara Keamanan Rakyat]] (TKR), [[Tentara Keselamatan Rakyat]], [[Tentara Republik Indonesia]] (TRI) hingga akhirnya [[TNI]]. Karena hal ini, PETA banyak dianggap sebagai salah satu [[cikal bakal]] dari [[Tentara Nasional Indonesia]].
 
== Latar belakang ==
Pembentukan PETA dianggap berawal dari surat Raden [[Gatot Mangkupradja|Raden Gatot MangkupradjaMangkoepradja]] kepada ''[[Gunseikan]]'' (kepala pemerintahan militer Jepang) pada bulan September 1943 yang antara lain berisi permohonan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu pemerintahan Jepang di medan perang. Pada pembentukannya, banyak anggota ''[[Seinen Dojo]]'' (Barisan Pemuda) yang kemudian menjadi anggota senior dalam barisan PETA. Ada pendapat bahwa hal ini merupakan strategi Jepang untuk membangkitkan semangat patriotisme dengan memberi kesan bahwa usul pembentukan PETA berasal dari kalangan pemimpin Indonesia sendiri. Pendapat ini ada benarnya, karena, sebagaimana berita yang dimuat pada [[koran]] "[[Asia Raya]]" pada tanggal [[13 September]] [[1943]], yakni adanya usulan sepuluh ulama: K.H. [[Mas Mansyur]], KH. Adnan, Dr. [[Haji Abdul Malik Karim Amrullah|Abdul Karim Amrullah]] (HAMKA), Guru H. [[Mansur]], Guru H. [[Cholid]]. K.H. [[Abdul Madjid]], Guru [[H. Jacob]], K.H. [[Djunaedi]], [[U. Mochtar]] dan H. [[Mohammad Sadri]], yang menuntut agar segera dibentuk tentara sukarela bukan wajib militer yang akan mempertahankan Pulau [[Jawa]] <ref>Suryanegara, Mansur. 1996. ''Pemberontakan Tentara PETA di Cileunca Pangalengan Bandung Selatan''</ref>. Hal ini menunjukkan adanya peran golongan agama dalam rangka pembentukan milisi ini. Tujuan pengusulan oleh golongan agama ini dianggap untuk menanamkan paham kebangsaan dan cinta tanah air yang berdasarkan ajaran agama. Hal ini kemudian juga diperlihatkan dalam panji atau bendera tentara PETA yang berupa [[matahari terbit]] (lambang [[kekaisaran Jepang]]) dan lambang [[bulan sabit]] dan [[bintang]] (simbol kepercayaan [[Islam]]).
 
== Pemberontakan batalion PETA di Blitar ==
7.552

suntingan