Buka menu utama

Perubahan

2 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
Untuk memperbaiki kehidupan keluarganya yang miskin, Junaidi yang berusia 14 tahun kala itu bertekad untuk merantau, walaupun harus meninggalkan bangku sekolah di PGA yang baru ditempuhnya selama 2 bulan lebih. Awalnya, Junaidi merantau ke suatu daerah di [[Riau]] dan bekerja serabutan dengan menjadi tukang perabot sampai berjualan kacang goreng. Enam bulan kemudian, ia pindah ke [[Kota Dumai|Dumai]], namun hanya bertahan satu bulan lalu pindah ke [[Bagansiapiapi]] dan sempat menggelandang dengan tidur di lapak pedagang kaki lima.
 
Di Bagansiapiapi, Junaidi melamar bekerja pada sebuah kapal milik orang [[Tionghoa]]. Berkat kegigihannya, MidiJunaidi akhirnya diterima bekerja di kapal itu setelah melamar sebanyak empat kali, dan selalu ditolak sebelumnya karena dianggap masih kecil. Karena kerajinan dan kejujurannya, akhirnya ia mendapat kepercayaan untuk mengantar ikan-ikan hasil tangkapan dari [[Kota Sibolga|Sibolga]], [[Sumatera Utara]] dan [[Kota Sabang|Sabang]], [[NAD|Aceh]] ke [[Singapura]].
 
Pada saat sering ke Singapura itulah Junaidi mencari peluang yang lebih baik lagi. Akhirnya ia bertemu dengan seseorang bernama Herman, seorang asal [[Kota Bukittinggi|Bukittinggi]] yang mengajaknya bekerja di dok kapal di Singapura. Ia menjalani pekerjaan barunya membersihkan kapal dengan baik, sehingga iapun mendapatkan pekerjaan tambahan dengan mencuci pakaian para bule yang ada disitu. Hasil tips dari para bule tersebut ia simpan dalam bentuk deposito.
Nasib kemudian membawanya bertemu dengan [[Auwines]] asal [[Sungai Puar, Agam]], seorang pengusaha restoran yang telah sukses mendirikan beberapa restoran Sari Ratu dan berbagai usaha lainnya di di Indonesia dan Malaysia. Pada tahun 2001 merekapun bersepakat mendirikan restoran masakan Minang dengan gaya yang berbeda di Desa Pandan. Usaha inipun berkembang pesat, lalu kemudian membuka cabang baru di Genting Highlands, dan berlanjut dengan cabang baru di Bukit Bintang, Kuala Lumpur, diikuti perluasan di area Ampang Water Front yang sempat diresmikan oleh [[Megawati]], serta di Mid Valley, Kuala Lumpur. Pada 7 April 2008, cabang kelima di di kawasan Kelana Jaya, [[Petaling Jaya]] diresmikan oleh Tatang Budie Utama Razak, Kuasa Usaha AD Interim [[KBRI]] Kuala Lumpur yang juga Wakil [[Duta Besar]] Indonesia di Malaysia. Jaringan restoran ini akhirnya dikenal dengan nama Indonesia Food, Authentic Nasi Padang yang bertaraf internasional.<ref>[http://wm293341.dbswebmatic.com/?pg=articles&article=11413 H Junaidi Jaba, Sukses Membawa Masakan Padang Berkelas Internasional] Korandigital.com, 1 Oktober 2010. Diakses 1 Juni 2013.</ref>
 
Selain memiliki jaringan restoran Sari Ratu di Malaysia, Junaidi juga memiliki usaha garmen serta berbagai usaha lainnya di Jakarta dan Singapura.<ref>[http://padangmedia.com/1-Berita/68409-Pengusaha-Malaysia-Asal-Minang-Pekerjakan-Tamatan-SMK-dari-Padang.html Pengusaha Malaysia Asal Minang Pekerjakan Tamatan SMK dari Padang] Padangmedia.com, 27 Juni 2011. Diakses 1 Juni 2013.</ref>
 
== Keluarga ==
19.351

suntingan