Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  6 tahun yang lalu
Bacang terutama ditanam untuk buahnya, yang biasa dimakan dalam keadaan segar jika masak. Wanginya yang khas menjadikan buah ini digemari sebagai campuran minuman atau es, meski masih kalah kualitas jika dibandingkan dengan [[kuweni]] (''Mangifera odorata'').
 
Getah bacang yang gatal juga terdapat pada buahnya; akan tetapi jika masak, getah ini terbatas berada hanya pada kulitnya. Dengan demikian buah bacang perlu dikupas agak tebal, supaya getah itu tidak melukai mulut dan bibir dan menyebabkan bengkak-bengkak dan rasa terbakar. Getah bacang hendaknya dicuci dahulu, baru bisa dimanfaatkan sebagai [[rujak]].{{sfn|Natawidjaja|1985|pp=60-61}} Buah bacang yang muda biasanya direndam dalam air garam, sesudah dikupas dan dipotong-potong, agar dapat dijadikan [[rujak]] atau [[asinan]].{{sfn|Natawidjaja|1985|pp=60-61}} Di [[Kalimantan Timur]], bacang juga kerap digunakan sebagai [[asam (tumbuhan)|asam]] dalam membuat [[sambal]].
 
Kayu bacang tidak begitu baik kualitasnya, namun kadang-kadang dimanfaatkan dalam konstruksi ringan di dalam rumah. Daunnya dapat digunakan sebagai penurun demam, dan bijinya untuk mengobati penyakit jamur, kudis dan eksim. Getahnya untuk memperdalam gambar tato tradisional.
8.311

suntingan