Devaluasi: Perbedaan antara revisi

8 bita dihapus ,  9 tahun yang lalu
k (Bot: Migrasi 30 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:Q220788)
 
== Devaluasi di Indonesia ==
 
=== 30 Maret 1950 ===
Pemerintahan Presiden Sukarno, melalui menkeu [[Syafrudin Prawiranegara]] (Masyumi, Kabinet Hatta RIS) pada 30 Maret 1950 melakukan devaluasi dengan pengguntingan nilai uang. Syafrudin Prawiranegara menggunting uang kertas bernilai Rp 5Rp5,00 ke atas, sehingga nilainya berkurang separuh. Tindakan ini dikenal sebagai "[[Gunting SyafrudinSyafruddin]]". <ref>http://umum.kompasiana.com/2009/10/16/bank-century-vs-indonesia-inc/</ref>
 
=== 24 Agustus 1959 ===
Pemerintahan Presiden Sukarno melalui Menteri Keuangan yang dirangkap oleh Menteri Pertama Djuanda menurunkan nilai mata uang Rp 10Rp10.000 yang bergambar gajah dan Rp 5Rp5.000 yang bergambar macan, diturunkan nilainya hanya jadi Rp 100Rp100 dan Rp 50Rp50.<ref>http://umum.kompasiana.com/2009/10/16/bank-century-vs-indonesia-inc/</ref>
 
 
 
=== 1966 ===
Walaupun perjuangan Irian Barat sudah dimenangkan pada tahun 1963 Bung Karno menciptakan momok baru Malaysia, untuk memelihara koalisi semu segitiga antara dirinya dengan TNI dan PKI. Koalisi ini berantakan dengan pembunuhan, kudeta dan kontra kudeta 1 Oktober 1965. Waperdam III Chairul Saleh terjeblos tindakan drastis, mengganti uang lama dengan uang baru dengan kurs RpRp1. 1000000 akan diganti Rp. 1Rp1 baru. Inflasi segera melonjak 650% dan Bung Karno mengeluarkan Supersemar 11 Maret 1966 yang semakin mengukuhkan konfrontasi Soeharto sejak menolak dipanggil ke Halim oleh Panglima Tertinggi pada 1 Oktober 1965.
 
 
=== 21 Agustus 1971 ===
Masa pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) melalui Menkeu [[Ali Wardhana]]. AS pada 15 Agustus 1971 harus menghentikan pertukaran dollar dengan emas. Presiden Nixon cemas dengan terkurasnya cadangan emas AS jika dollar dibolehkan terus ditukar emas, sedang nilai waktu itu US$ 34.00 sudah bisa membeli 1 onz emas. Soeharto tidak bisa mengelak dari dampak gebrakan Nixon dan Indonesia mendevaluasi Rupiah pada 21 Agustus 1971 dari Rp. 378Rp378,00 menjadi Rp. 415Rp415,00 per 1 US$.
 
 
=== 15 November 1978 ===
Masa Pemerintahan Presiden Suharto melalui Menkeu [[Ali Wardhana]]. Walaupun Indonesia mendapat rezeki kenaikan harga minyak akibat Perang Arab - Israel 1973, tetapi Pertamina justru nyaris bangkrut dengan utang US$ 10 milyar dan [[Ibnu Sutowo]] dipecat pada 1976. Tetap tidak bisa dihindari devaluasi kedua oleh Soeharto pada 15 November 1978 dari Rp. 415Rp415,00 menjadi Rp. 625Rp625,00 per 1 US$.
 
 
=== 30 Maret 1983 ===
Masa Pemerintahan Presiden Suharto melalui Menkeu [[Radius Prawiro]]. Pada saat itu Menkeu Radius Prawiro mendevaluasi rupiah 48% jadi hampir sama dengan menggunting nilai separuh. Kurs 1 dolar AS naik dari Rp 702Rp702,50 menjadi Rp 970Rp970,00.
 
 
=== 12 September 1986 ===
Masa Pemerintahan Presiden Suharto melalui Menkeu [[Radius Prawiro]]. Pada 12 September 1986 Radius Prawiro kembali mendevaluasi rupiah sebesar 47%, dari Rp 1Rp1.134,00 ke Rp 1Rp1.664,00 per 1 dolar AS. Walaupun Soeharto selalu berpidato soal tidak ada devaluasi, tapi sepanjang pemerintahannya telah terjadi empat4 kali devaluasi.
 
== Lihat pula ==
7.926

suntingan