Buka menu utama

Perubahan

631 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
+
:''Artikel ini membahas jenis tumbuhan sejenis mangga yang dinamakan bacang. Untuk bacang sebagai [[makanan]], silakan lihat [[bakcang]]''.
 
'''Bacang''' adalah nama sejenis [[pohon]] [[buah]] yang masih sekerabat dengan [[mangga]]. Orang sering menyebut buahnya sebagai '''bacang''', '''ambacang''' ([[Bahasa Minangkabau|Min.]]), '''embacang''' atau '''mangga bacang'''. Juga dikenal dengan aneka nama daerah seperti ''limus'' ([[bahasa Sunda|Sd.]]),{{sfn|Natawidjaja|1985|p=58}} ''asam hambawang'' ([[bahasa Banjar|Banjar]]), ''macang'' atau ''machang'' ([[bahasa Melayu|Malaysia]]), ''maa chang, ma chae'' atau ''ma mut'' ([[Thailand]]), ''la mot'' ([[Myanmar]]) dll. Dalam [[bahasa Inggris]] disebut ''bachang'' atau ''horse mango'', sementara nama ilmiahnya adalah ''Mangifera foetida'' Lour.
 
== Pemerian ==
Bacang terutama ditanam untuk buahnya, yang biasa dimakan dalam keadaan segar jika masak. Wanginya yang khas menjadikan buah ini digemari sebagai campuran minuman atau es, meski masih kalah kualitas jika dibandingkan dengan [[kuweni]] (''Mangifera odorata'').
 
Getah bacang yang gatal juga terdapat pada buahnya; akan tetapi jika masak, getah ini terbatas berada hanya pada kulitnya. Dengan demikian buah bacang perlu dikupas agak tebal, supaya getah itu tidak melukai mulut dan bibir dan menyebabkan bengkak-bengkak dan rasa terbakar. Getah bacang hendaknya dicuci dahulu, baru bisa dimanfaatkan sebagai [[rujak]].{{sfn|Natawidjaja|1985|pp=60-61}} Buah bacang yang muda biasanya direndam dalam air garam, sesudah dikupas dan dipotong-potong, agar dapat dijadikan [[rujak]] atau [[asinan]]. Di [[Kalimantan Timur]], bacang juga kerap digunakan sebagai [[asam (tumbuhan)|asam]] dalam membuat [[sambal]].
 
Kayu bacang tidak begitu baik kualitasnya, namun kadang-kadang dimanfaatkan dalam konstruksi ringan di dalam rumah. Daunnya dapat digunakan sebagai penurun demam, dan bijinya untuk mengobati penyakit jamur, kudis dan eksim. Getahnya untuk memperdalam gambar tato tradisional.
 
Bacang ditemukan tumbuh liar di [[hutan]]-hutan di [[Semenanjung Malaya]], [[Sumatra]] dan [[Borneo]]. Sejak dahulu, pohon ini telah dibudidayakan secara luas di wilayah tersebut, yang lalu menyebar pula ke daerah-daerah sekitarnya seperti ke wilayah [[Indocina]] dan Tenasserim selatan di [[Burma]], dan ke [[Filipina]]. Di [[Jawa]] jenis ini juga telah ditanam lama, dan bahkan sebagiannya telah meliar pula.
 
== Nilai gizi ==
Dalam 100 gram, bacang yang sudah matang mengandung kalori 98 gram, [[protein]] 1,4%, lemaknya cukup sedikit, yakni 0,2 %. Air yang terkandung juga cukup banyak, yakni 72,5%. Bagi orang yang ingin langsing/kurus, bisa menjadikan bacang sebagai menu diet-nya.{{sfn|Natawidjaja|1985|pp=60-61}}
 
== Jenis yang berkerabat ==
* Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. ''Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan''. PROSEA – Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2.
* {{cite book |first1=Setijati |last1=Sastrapradja |first2=Gillmour |last2=Panggabean |first3=Johanis Palar |last3=Mogea |first4=Sukristijono |last4=Sukardjo |first5=Aloysius Tri |last5=Sunarto |year=1980 |title=Proyek Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi:Buah-Buahan |volume=8 |publisher=[[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia|LIPI]] bekerja sama dengan [[Balai Pustaka]] |location=[[Jakarta]] |ref=harv |oclc=66228010}}
* {{cite book |first=P. Suparman |last=Natawidjaja |year=1985 |title=Mengenal Buah-Buahan yang Bergizi |publisher=Pustaka Dian |location=[[Jakarta]] |ref=harv}}
{{refend}}
{{tumbuhan-stub}}
8.311

suntingan