Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  6 tahun yang lalu
# Mengisolasi binatang yang terlanjur masuk dan mati di dalam sarang sehingga menjadi mumi yang tidak terlalu berbau dan berbahaya.
==Sejarah==
Awalnya, pendeta Mesir kuno menggunakan propolis sebagai salah satu bahan mengawetkan mumi. Dalam dunia kedokteran Arab, propolis diidentifikasi oleh Ibnu Sina sebagai malam yang berwarna gelap, sebagai sisa kotoran dari sarang. Sementara malam yang berwarna bening dikenali sebagai bahan untuk membuat sarang. Malam yang berwarna gelap ini diketahui memiliki sifat membersihkan. Namun tertulis juga dalam catatan Ibnu Sina, jika dicium akan menyebabkan bersin.<ref name="api">[http://www.apinetla.com.ar/congreso/c05.pdf ''Propolis: An Overview'', diakses dari situs apinetla.com.ar]</ref> Bangsa Asiria kuno mempercayai propolis sebagai obat untuk melawan kanker dan tumor. Sementara Bangsa Yunani menggunakannya untuk mengobati bisul. <ref name=nlm>[http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/natural/390.html ''Propolis'', diakses dari situs nlm.nih.gov]</ref>
 
Bangsa Asiria kuno mempercayai propolis sebagai obat untuk melawan kanker dan tumor. Sementara Bangsa Yunani menggunakannya untuk mengobati bisul. <ref name=nlm>[http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/natural/390.html ''Propolis'', diakses dari situs nlm.nih.gov]</ref>
 
Dalam pengobatan tradisional Georgia, ditemukan salep yang mengandung propolis untuk mengobati beberapa penyakit. Propolis digunakan untuk bayi yang baru lahir atau diusapkan kepada mainannya. Propolis juga digunakan untuk mengobati kutil, jika terjadi gangguan pernapasan, dan juga dalam kasus luka bakar dan [[angina]]. Manfaat propolis bisa ditelusuri dari sifat antimikrobanya. <ref name="api"/>
 
Begitu banyak klaim pengobatan tradisional yang menggunakan propolis, namun khasiatnya di era modern masih dipertanyakan.<ref name=nlm/>
 
==Resiko alergi==
Propolis mungkin akan menimbulkan alergi, terutama kepada pengguna yang memiliki alergi kepada lebah, atau produk dari lebah. Tablet hisap yang mengandung propolis bisa menyebabkan iritasi dan bisul di mulut. Mereka yang memiliki riwayat asma juga disarankan menghindari propolis. Untuk ibu hamil dan menyusui, belum pernah dilakukan penelitian, namun sebaiknya dihindari karena tidak jelasnya efek samping.<ref name=nlm/>