Wisnu (raja): Perbedaan revisi

3.678 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (r2.7.1) (bot Menambah: jv:Wisnu (raja Mataram))
{{Redirect|Wisnu Ramadhan}}
'''Maharaja Wisnu''' adalah seorang raja dari [[Wangsa Sailendra]] yang dipercaya telah berhasil menaklukkan [[Kerajaan Sriwijaya]]. Beberapa literatur menyebut tahun pemerintahannya terjadi pada [[775]] – [[782]]. Namun rentang waktu ini hanya bersifat dugaan yang kebenarannya masih perlu untuk dibuktikan.
{{Infobox musical artist
| Name = Wisnu
| Background = solo_singer
| Birth_name = Wisnu Ramadhan
| Alias = Wisnu
| Born = {{birth date and age|1994|2|15}}<br>{{flagicon|Indonesia}} [[Situbondo]], [[Indonesia]]
| Died =
| Occupation = [[Penyanyi]], [[pencipta lagu]], [[vocal coach]], [[musisi]]
| Instrument = [[Vokal]], [[piano]]
| Genre = [[Pop]], [[klasik]], [[jazz]]
| Years_active = [[2005]]–sekarang
}}
 
'''Wisnu Ramadhan''' (lahir di Situbondo, 15 Februari 1994) adalah penyanyi pria Indonesia yang berjenis suara bariton. Dalam bernyanyi Wisnu membawakan lagu-lagu beraliran Pop, Klasik dan Jazz.
== Naskah Prasasti Ligor ==
Nama Wisnu terdapat dalam prasasti Ligor yang ditemukan di [[Semenanjung Malaya]]. Prasasti ini berupa sebongkah batu yang bertuliskan pada kedua sisinya. Sisi pertama disebut prasasti Ligor A, dikeluarkan oleh raja [[Kerajaan Sriwijaya]] yang dipuji bagaikan [[Indra]]. Raja tersebut meresmikan bangunan ''Trisamaya Caitya'' pada tahun [[775]]. Dengan kata lain daerah Ligor pada saat itu merupakan jajahan [[Sriwijaya]].
 
Wisnu mulai senang bernyanyi sejak usia 10 tahun. Dia mulai mengikuti kelas vokal yang ada di SD-nya saat itu. Saat kecil Wisnu sudah memiliki suara bagus dan juga tinggi sehingga dia direkrut menjadi anggota paduan suara SD-nya. Setelah SMP, Wisnu lebih memfokuskan dirinya untuk mempelajari musik. Dia mengikuti privat electone dengan seorang ahli electone di kotanya. Dari belajar electonenya tersebut, Wisnu mengembangkan kemampuannya untuk bisa bermain keyboard untuk band. Dia bergabung dengan beberapa group band yang ada di SMP-nya. Karena dirasa belum puas dengan kemampuannya, Wisnu memutuskan untuk belajar Piano Klasik di House Music School, Jember. Dari situlah kemampuan musikalitasnya berkembang.
Sisi yang satu lagi disebut dengan istilah prasasti Ligor B, dikeluarkan oleh raja dari [[Wangsa Sailendra]] yang disebut Wisnu dan bergelar Sri Maharaja (terjemahan Dr. Chhabra). Sisi yang kedua ini berisi pujian terhadap raja tersebut sebagai ''Sarwwarimadawimathana'', yang artinya “pembunuh musuh-musuh perwira”.
 
Setelah SMA, Wisnu mengikuti kelompok Marching Band. Setelah mengikuti lomba Marching Band dan memperoleh beberapa kejuaraan, dia memutuskan untuk kembali ke jalurnya, yaitu bernyanyi. Wisnu bergabung dengan tim Paduan Suara di SMA-nya (Vox Grandioso Simplace Choir). Dari paduan suara, dia banyak mendapat pelajaran tentang olah vokal. Tapi suara Wisnu pada saat itu mulai memberat karena faktor pubertas, karena itu suaranya memiliki ciri khas. Dia memulai karier bernyanyinya dari situ. Berawal dari bernyanyi di kelasnya hingga akhirnya dia ditunjuk untuk mewakili kelasnya dalam lomba bernyanyi di Sekolahnya. Walaupun dia pada saat itu hanya menempati posisi ke-2, hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk bernyanyi. Karena prestasi bernyanyinya di Sekolah. Wisnu dipilih SMA-nya untuk mengikuti lomba bernyanyi tingkat Kabupaten. Wisnu juga pernah dikirim mewakili kabupatennya untuk mengikuti Audisi Paduan Suara Kenegaraan Gita Bahana Nusantara. Sealin itu, dalam Lomba Siswa Berprestasi Tingkat Jawa Timur, Wisnu membawakan lagu You Raise Me Up (Josh Groban) dan Regresa Ami (Il Divo). Suaranya yang menggelegar selalu membuat pendengarnya terkesima. Karier Wisnu semakin meningkat
== Teori Coedes ==
[[Sejarawan]] [[profesor|Prof]]. [[George Cœdès]] ([[1950]]) berbeda penafsiran dengan Dr. Chhabra. Ia berpendapat bahwa prasasti Ligor A dan B dikeluarkan oleh Wisnu pada saat yang bersamaan, yaitu pada tahun [[775]]. Menurutnya pula, dalam prasasti Ligor B terdapat dua orang raja, yaitu Wisnu dan Sri Maharaja.
 
[[George Coedes]] berpendapat bahwa Wisnu adalah ayah dari Sri Maharaja yang tidak jelas namanya itu. Sri Maharaja sendiri dianggap identik dengan [[Dharanindra]] yang mengeluarkan [[prasasti Kelurak]] ([[782]]). Dengan kata lain, Maharaja Wisnu raja [[Sriwijaya]] adalah ayah dari Dharanindra raja [[Jawa]]. Beberapa sejarawan lainnya yang sependapat menganggap tokoh Dharanindra ini sebagai maharaja yang menaklukkan [[Rakai Panangkaran]] putra [[Sanjaya]].
 
== Teori Slamet Muljana ==
Sejarawan [[Slamet Muljana]] ([[1960]]) berpendapat bahwa, terjemahan Dr. Chhabra lebih benar, yaitu Wisnu dan Sri Maharaja bukan ayah dan anak, melainkan satu orang yang sama. Berdasarkan perbedaan tata bahasa, ia juga menolak anggapan kalau prasasti Ligor A dan B ditulis pada waktu yang bersamaan.
 
Menurutnya Slamet Muljana, hanya prasasti A saja yang ditulis pada tahun [[775]] oleh raja [[Sriwijaya]] yang dipuji bagaikan [[Indra]]. Sedangkan prasasti B dikeluarkan oleh Maharaja Wisnu setelah Kerajaan Sriwijaya berhasil dikuasai [[Wangsa Sailendra]].
 
Wisnu dan Dharanindra masing-masing dijuluki sebagai ''Sarwwarimadawimathana'' (prasasti Ligor B) dan ''Wairiwarawiramardana'' (prasasti Kelurak) yang keduanya bermakna sama, yaitu "pembunuh musuh-musuh perwira". Selain itu, nama ''Wisnu'' dan ''Dharanindra'' juga memiliki makna yang sama, yaitu "pelindung dunia". Dengan kata lain, Slamet Muljana menganggap Maharaja Wisnu dan Dharanindra adalah orang yang sama.
 
Slamet Muljana juga membantah teori bahwa [[Rakai Panangkaran]] adalah putra [[Sanjaya]] yang dikalahkan Dharanindra. Dalam [[prasasti Kalasan]] ([[778]]) Rakai Panangkaran disebut sebagai "permata wangsa Sailendra", jadi tidak mungkin kalau ia adalah putra Sanjaya. Justru menurutnya, Rakai Panangkaran merupakan raja Sailendra pertama yang berhasil mengalahkan keluarga Sanjaya dan merebut takhta [[Kerajaan Medang]] periode Jawa Tengah (atau lazim disebut [[Kerajaan Mataram Kuno]]).
 
Lebih lanjut Muljana berpendapat, Dharanindra adalah raja pengganti Rakai Panangkaran yang berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya dengan kekuatannya. Setelah peristiwa itu, Ligor yang merupakan jajahan Sriwijaya secara otomatis menjadi jajahan Wangsa Sailendra. Daerah itu pun dijadikannya sebagai pangkalan militer untuk menyerang [[Kamboja]] dan [[Campa]]. Sebagai tanda kekuasaan, Dharanindra menulisi bagian belakang prasasti Ligor A, sehingga lahir prasasti B yang isinya berupa puji-pujian untuk dirinya sebagai penjelmaan [[Wisnu]].
 
Teori Slamet Muljana ini juga didasarkan pada data sejarah Kamboja, bahwa Campa pernah diserang [[Jawa]] tahun [[787]]. Kemudian pada tahun [[802]] Raja Jayawarman berhasil memerdekakan Kamboja dari penjajahan Jawa.
 
Apabila teori ini benar, maka penulisan prasasti B merupakan tanda berkuasanya Wangsa Sailendra atas daerah Ligor yang terjadi antara tahun 778 dan 787. Muljana menyimpulkan, setelah berhasil menaklukkan Jawa, keluarga Sailendra pun menaklukkan Sriwijaya dan menjadikan Ligor sebagai batu loncatan untuk menyerang Kamboja.
 
== Tahun Pemerintahan Wisnu ==
Apabila teori [[Slamet Muljana]] benar, maka tahun pemerintahan Maharaja Wisnu yang berlangsung dari [[775]] – [[782]] sebagaimana banyak ditemukan dalam beberapa literatur perlu untuk ditinjau ulang.
 
Alasan pertama ialah, tahun 775 merupakan tahun penulisan prasasti Ligor A oleh raja [[Kerajaan Sriwijaya]] sebelum berkuasanya [[Wangsa Sailendra]]. Muljana menganggap hanya prasasti B yang dikeluarkan oleh Wisnu dan itu pun ditulis sesudah tahun 775.
 
Alasan kedua ialah, andaikata prasasti A benar-benar dikeluarkan oleh Maharaja Wisnu tahun 775, tetap saja tidak ada bukti kuat kalau prasasti ini adalah prasasti pertamanya. Dengan kata lain, Wisnu belum tentu naik takhta tepat tahun 775.
 
Alasan ketiga ialah, tahun 782 merupakan tahun dikeluarkannya [[prasasti Kelurak]] oleh [[Dharanindra]]. Apabila teori Coedes benar bahwa Dharanindra adalah putra Wisnu, tetap saja tidak ada bukti kuat kalau prasasti Kelurak merupakan prasasti pertamanya. Dengan kata lain, Dharanindra mungkin saja naik takhta menggantikan Wisnu sebelum tahun 782.
 
Dengan demikian, masa pemerintahan Maharaja Wisnu tidak dapat dipastikan benar-benar terjadi pada tahun 775 – 782.
 
== Kepustakaan ==
* Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. ''Sejarah Nasional Indonesia Jilid II''. Jakarta: Balai Pustaka
* Purwadi. 2007. ''Sejarah Raja-Raja Jawa''. Yogyakarta: Media Ilmu
* [[Slamet Muljana]]. 2006. ''Sriwijaya'' (terbitan ulang 1960). Yogyakarta: LKIS
 
 
{{kotak mulai}}
{{kotak suksesi|jabatan=Raja Mataram ([[Wangsa Syailendra]])|tahun=775—782?|pendahulu=[[Bhanu]] |pengganti=[[Indra (raja Mataram)|Indra]]}}
{{kotak selesai}}
 
[[Kategori:Kerajaan Sriwijaya]]
[[Kategori:Wangsa Syailendra]]
 
[[jv:Wisnu (raja Mataram)]]
[[ms:Wisnu (raja Mataram)]]
14

suntingan