Buka menu utama

Perubahan

747 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
+
Daun agak kaku dan serupa kulit, bertangkai panjang kaku 1,5 – 8 cm, lembar daun kurang lebih berbentuk jorong memanjang, 9-15 × 15-40 cm, gundul dan hijau tua.
 
Perbungaan dalam malai agak di ujung, tegak bercabang-cabang, seperti piramida, 10-40 cm panjangnya, merah tua sampai merah tembaga dan berbau harum.{{sfn|Sastrapradja ''et al.''|1980|p=17}} Bunga lebat kecil-kecil, berbilangan 5; kelopak 4-5 mm, bundar telur terbalik; mahkota 6-9 mm, lanset menyempit, merah jambu sampai kuning pucat di ujung.
 
Buah batu lonjong bulat telur atau hampir bulat, 7-12 × 9-16 cm, berkulit tebal dan gundul, hijau sampai kekuning-kuningan, kusam, dengan bintik-bintik [[lentisel]] yang berwarna kecoklatan. Daging buah jika masak berwarna kuning-jingga pucat sampai kuning, berserat, asam manis rasanya dan banyak mengandung sari buah, harum menyengat agak seperti terpentin.
 
Bacang diperbanyak dengan [[biji]]nya. Jenis ini dapat pula menggunakan batang bawah untuk memperbanyak tanaman [[mangga]]. [[Musim]] berbunga bacang pada bulan [[Mei]]-[[Juni]], buahnya masak pada [[September]]-[[November]].{{sfn|Sastrapradja ''et al.''|1980|p=17}}
 
== Hasil dan kegunaan ==
== Bahan bacaan ==
* Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. ''Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan''. PROSEA – Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2.
* {{cite book |first1=Setijati |last1=Sastrapradja |first2=Gillmour |last2=Panggabean |first3=Johanis Palar |last3=Mogea |first4=Sukristijono |last4=Sukardjo |first5=Aloysius Tri |last5=Sunarto |year=1980 |title=Proyek Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi:Buah-Buahan |volume=8 |publisher=[[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia|LIPI]] bekerja sama dengan [[Balai Pustaka]] |location=[[Jakarta]] |ref=harv |oclc=66228010}}
 
{{tumbuhan-stub}}
 
8.311

suntingan