Djenar Maesa Ayu: Perbedaan revisi

748 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
| website =
}}
'''Djenar Maesa Ayu''' ({{lahirmati|[[Jakarta]]|14|1|1973}}) adalah seorang penulis [[Indonesia]] [[Cerpen|Cerpen-cerpennya]] telah tersebar di berbagai media massa [[Indonesia]] seperti [[Kompas (surat kabar)|Kompas]], [[The Jakarta Post]], [[Republika]], [[Koran Tempo]], [[Cosmopolitan|Majalah Cosmopolitan]],[[Lampung Post]], dan majalah Djakarta! <ref name="Djenar1"> {{id}} {{cite book | last = Ayu| first = Djenar | title = Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) | publisher = Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama | location = Jakarta | year = 2004 | isbn = 9792206701 }} halaman 121 </ref>. IaKaryanya adalahtergambar putrisebagai daripropokatif pasangandan sutradaramengerikan, filmunik legendarisdan [[Syumanberani. Djaya]]Karena dankeberaniannya pemerandalam wanitamenulis [[Tutietopik Kirana]].buku yang ditulisnya, Djenar memilikidianggap duasebagai orangsalah anaksatu yaitusastra Banyuwangi Bening(mengangkat danseksualitas). Btari<ref Maharaniname=tiojakin>{{cite news|last=Tiojakin|first=Maggie|title=Change, she wrote|url=http://www.thejakartapost.com/news/2010/03/29/change-she-wrote.html|accessdate=December 18, 2011|newspaper=Jakarta Post|date=March 29, 2010}}</ref>
 
Djenar mulai menulis saat masih [[sekolah dasar]]. Setelah lulus kuliah, dia bekerja sebagai presenter [[televisi]] untuk jangka waktu pendek sebelum memulai dunia menulis.
 
Ia adalah putri dari pasangan sutradara film legendaris [[Syuman Djaya]] dan pemeran wanita [[Tutie Kirana]]. Djenar memiliki dua orang anak yaitu Banyu Bening dan Btari Maharani.
 
Penyutradaraan film perdananya, ''[[Mereka Bilang, Saya Monyet!]]'' menghadiahkannya [[Penghargaan FFI untuk Penyutradaraan Terbaik|Piala Citra untuk Sutradara Terbaik]].
 
== Karya-karya ==
 
Buku pertama Djenar yang berjudul [[Mereka Bilang, Saya Monyet!]] berisi kumpulan 11 cerita pendek ditulis pada tahun 2001 dan diterbitkan tahun berikutnya, telah cetak ulang sebanyak delapan kali dan masuk dalam nominasi 10 besar buku terbaik [[Khatulistiwa Literary Award]] 2003,. selainBuku jugaini akanditerjemahkan diterbitkanke dalam [[bahasa Inggris]] oleh Michael N Garcia dari Cornell University. Saat ini cerpen dengan judul yang sama sedang dalam proses pembuatan ke layar lebar. Cerpen [[“Waktu Nayla”]] menyabet predikat Cerpen Terbaik Kompas 2003, yang dibukukan bersama cerpen [[“Asmoro”]] dalam antologi cerpen pilihan Kompas itu.
 
Sementara cerpen “Menyusu Ayah” menjadi Cerpen Terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dan diterjemahkan oleh [[Richard Oh]] ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Suckling Father” untuk dimuat kembali dalam Jurnal Perempuan versi bahasa Inggris, edisi kolaborasi karya terbaik Jurnal Perempuan.
259

suntingan