Ahasyweros I dari Persia: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh 125.163.180.205) dan mengembalikan revisi 5937026 oleh Alagos)
 
== Akhir hayat ==
Pada bulan Agustus tahun ke-21 pemerintahannya (465 SM), Xerxes dibunuh oleh kapten pengawalnya, Artabanus, yang merupakan orang terkuat di istana sebagai komandan pasukan seribu (''Hazarapat'' atau "''commander of thousand''"). Ia menjadi berkuasa karena popularitasnya di kalangan keagamaan istana dan berkat kasak-kusuk di kalangan istri-istri/harem raja. Ia menempatkan 7 putranya di posisi-posisi kunci serta berencana untuk menggulingkan wangsa [[Akhameniyah]] dari tahta.<ref>[[#refkhshayayrsha|Iran-e-Bastan/Pirnia book 1 p 873]]</ref> Artabanus membunuh Xerxes dengan bantuan seorang sida-sida, Aspamitres. Sejarawan Yunani memberi catatan yang berlainan mengenai peristiwa ini. Menurut Ctesias (dalam ''Persica 20''), Artabanus kemudian menuduh Putra Mahkota Darius, putra sulung Xerxes, membunuh ayahnya dan mendesak putra Xerxes yang lain, [[Artahsasta I|'''Artaxerxes''' atau '''Artahsasta''']], untuk membalas dendam kematian ayahnya dengan menghukum mati Darius. Sebaliknya, [[Aristoteles]] (dalam ''Politics 5.1311b'') menulis bahwa Artabanus membunuh Darius terlebih dahulu dan kemudian Xerxes. Setelah Artaxerxes mengetahui pembunuhan itu, ia membunuh Artabanus dan putra-putranya.<ref>[[#refartabanus-ei|Dandamayev]]</ref> Turut terlibat dalam kerusuhan itu adalah jenderal [[Megabyzus]], yang beralih haluan mendukung wangsa Akhameniyah dan menyelamatkan kelanggengan tahta Persia bagi wangsa itu. Tahta Ahasyweros diteruskan oleh putranya, [[Artahsasta I dari Persia|Artahsasta I]].
<ref>[[#refartaxerxes|History of Persian Empire-Olmstead p 289/90]]</ref>