Buka menu utama

Perubahan

997 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
k
←Suntingan 114.79.1.254 (bicara) dikembalikan ke versi terakhir oleh Botrie
 
Berminat pada ketentaraan, Sultan Iskandar sering tidak sejalan dengan Perdana Menteri [[Mahathir bin Mohammad|Tun Dr. Mahathir bin Mohammad]] ketika ia menjadi Sultan Johor. Walaupun, setelah dilantik sebagai [[Yang di-Pertuan Agong]], Sultan Iskandar berbaikan dengan Perdana Menteri dan ini mencapai puncaknya saat [[Mahathir bin Mohammad|Tun Dr. Mahathir Mohamad]] dianugerahi darjah pertama kerabat diraja Mahkota Johor, sesuatu yang belum pernah dianugerahkan kepada orang kebanyakan.
 
== Boikot [[P&G]] ==
[[Berkas:P&G logo.jpg|thumb|Logo lama [[P&G]] yang penuh [[P&G#Kontroversi logo|kontroversi]], yang ditentang dengan keras oleh Iskandar Johor karena menghina [[islam]]]]
 
[[P&G#Kontroversi logo|Kontroversi logo P&G]] yang menghebohkan dunia pada [[1985]] karena dianggap menghina Nabi [[Muhammad]] s.a.w. membuatnya tergerak untuk memaksa menutup afiliasi [[P&G]] di [[Malaysia]] sebelum [[P&G]] mengganti logonya. Ia memperbolehkan P&G beroperasi lagi di [[Malaysia]], dengan persyaratan (dalam [[bahasa Melayu]]) : ''"Logo rasmi [[P&G]] wajib ditukar dengan logo yang baharu dan logo yang baharu itu tak boleh menghina ugama [[islam]]"'' ([[bahasa Indonesia]] : "Logo resmi [[P&G]] harus diganti dengan logo yang baru dan logo yang baru itu tidak boleh menghina agama [[islam]]").
 
Iskandar yang murka karena hal itu mengutuk tindakan [[P&G]] yang menghina [[islam]], dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama "Boikot [[P&G]]".
 
== Referensi ==
155.861

suntingan