Hadits Hasan: Perbedaan revisi

40 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membatalkan revisi 4231190 oleh 180.247.0.66 (Bicara))
'''Hadits Hasan''' ({{lang-ar|'''حسنالحديث الحسن'''}} {{ArabDIN|''Al-Hadîts al-Ḥasan''}}) adalah tingkatan [[hadits]] yang ada dibawah [[hadits Shahih]]. Menurut [[Imam Tirmidzi]], hadits Hasan adalah hadits yang tidak berisi informasi yang bohong, tidak bertentangan dengan hadits lain dan [[Al-Qur'an]] dan informasinya kabur, serta memiliki lebih dari satu ''[[Sanad]]''<ref name="jamiat">http://www.jamiat.org.za/isinfo/tirmidhi04.html</ref>. Selain itu, menurut [[Abdul Karim]], hadits Hasan juga merupakan hadits yang diriwayatkan oleh rawi terkenal dan disetujui keakuratannya oleh sebagian besar pakar hadits.
 
== Syarat ==
Syarat-syarat hadits disebut Hasan secara keseluruhan hampir sama dengan syarat-syarat hadits Shahih. 5 syarat hadits Hasan yaitu:
# Periwayat (''sanadSanad''nya) bersambung,
# diriwayatkanDiriwayatkan oleh [[rawi]] yang adil
# diriwayatkanDiriwayatkan oleh rawi yang hafal (''dhabith''), tapi tingkat kehafalannya masih dibawah [[hadits Shahih]],
# tidakTidak bertentangan dengan hadits dengan rawi yang tingkat dipercayanya lebih tinggi atau Al-Qur'an,
# tidakTidak terdapat cacat.
Perbedaan hadits Shahih dan hasan terletak pada ke''dhabith''annya. Jika hadits Shahih tingkat ''dhabith''nya harus tinggi, maka hadits hasan tingkat ke''dhabith''annya berada dibawahnya. Contoh hadits Hasan adalah seperti hadits yang diriwayatkan oleh [[Muhammad bin Amr bin al-Qamah]], dari [[Salamah]], dari [[Abu Hurairah]]. Dalam hadits ini, hadits dikategorikan hasan dikarenakan Muhammad bin Amr bin al-Qamah dikenal tingkat hafalannya yang tidak luar biasa.<ref name="IuH">Prof. Dr. Muhammad Alawi Al-Maliki (2006). ''Ilmu Ushul Hadits''. Yogyakarta: Pustaka Pelajar ISBN 979-24-5855-7</ref>
 
5.134

suntingan