Buka menu utama

Perubahan

35 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
'''Dari istri yang lain, seorang putri Bendesa Mas di Desa Tegeh Tabanan, lahir 2 orang putra :'''
 
'''1. Kiyai Tegeh ( Arya Kenceng Tegeh Kori bukan Kuri )'''. Merupakan Putra kandung dari Arya Kenceng yang beribu dari desa Tegeh di Tabanan( bukan putra Dalem yang diberikan kepada Arya Kenceng, menurut babad versi Benculuk Tegeh Kori / http://bali.stitidharma.org/babad-arya-tegeh-kuri/ atau http: singaraja.wordpress.com), Beliau membangun Kerajaan di Badung, diselatan kuburan Badung ( Tegal ) dengan nama '''Puri Tegeh Kori''' ( sekarang bernama Gria Jro Agung Tegal ),beliaulah yang mengangkat Kyai Pucangan ( Kyai Notor wandira yang notabenanya putra dari Sri Megada Natha ) menjadi putra ketiga beliau dengan nama Kyai Nyoman Tegeh yang kemudian menurunkan kerajaan Badung seperti : Puri Pemecutan ,Puri Kesiman, Puri jambe , Puri Denpasar . Karena ada konflik di intern keluarga maka beliau meninggalkan puri di Tegal dan pindah ke Kapal. Di Kapal sempat membuat mrajan dengan nama "Mrajan Mayun " yang sama dengan nama mrajan sewaktu di Tegal, dan odalannya sama yaitu pada saat "Pagerwesi". Dari sana para putra berpencar mencari tempat. Kini pretisentananya ( keturunannya ) berada di Puri Agung Tegal Tamu, Batubulan, Gianyar dan Jero Gelgel di Mengwitani( Badung), Jro Tegeh di Malkangin Tabanan , Jro Penarungan di Sumerta , Jro Batubelig di Kuta. Dan dalam babad perjalanan Kiyai Tegeh ( Arya Kenceng Tegeh Kori ) tidak pernah membuat istana di Benculuk atau sekarang di sebut Tonja apalagi sampai membangun mrajan Kawitan di Tonja. Di Puri Tegeh Kori beliau berkuasa sampai generasi ke empat.<ref>Lontar-Lontar Kuno dan Raja Purana di Puri Agung Tegal Tamu </ref>
 
Adapun putra -putra dari Arya Kenceng Tegeh Kori IV adalah :
Pengguna anonim