Buka menu utama

Perubahan

66 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k
Di [[Semenanjung Malaysia]] bagian utara, diperkirakan terjadi 700 kasus gigitan ular ini pada manusia setiap tahun, dengan tingkat kematian sebesar 2 persen.<ref name="USN91"/> Gigitan ular ini sangat menyakitkan, menimbulkan pembengkakan, dan kadang-kadang terjadi kematian jaringan (''gangreen'', [[nekrosis]]). Meskipun gigitan fatal jarang terjadi, namun banyak korbannya yang kemudian mengalami kerusakan atau disfungsi anggota badan, atau bahkan harus diamputasi, karena ketiadaan serum anti-bisa atau keterlambatan pengobatan.<ref>{{aut|Warrell, D.A.}} 1986. Tropical snake bites: clinical studies in South-East Asia. In J.B. Harris (Ed.) ''Natural Toxins – animal, plant and microbial'': 25-45. Clarendon Press, Oxford.</ref>
 
Pada pihak lain, bisa ular tanah mengandung bahan [[anti-koagulan]] yang dapat mencegah [[koagulasi|pembekuan darah]]. Telah sejak lama diusulkan untuk mengisolasi bahan aktif ini, untuk kepentingan pengobatan [[trombosis]].<ref>{{aut|Reid, H.A.}} 1968. The paradox of therapeutic defibrination. ''The Lancet'' (1968), 485-486.</ref> Salah satu bahan aktif ini adalah ''ancrod'', [[enzim]] serupa-trombin yang kini digunakan secara luas untuk penelitian, dan untuk pengobatan klinis sebagai anti-koagulan.<ref>{{aut|Daltry, J.C., G. Ponnodurai, K.S. Chai, N.H. Tan, R.S. Thorpe, & W. Wuster}}. 1996. [http://pages.bangor.ac.uk/~bss166/Publications/ToxiconCallo.pdf Electrophoretic profiles and biological activities: intraspecific variation in the venom of the Malayan Pit Viper (''Calloselasma rhodostoma'')]. ''Toxicon'' '''34''': 67-80</ref>
 
==Catatan taksonomi==
5.885

suntingan