Liwa (kota): Perbedaan revisi

308 bita dihapus ,  8 tahun yang lalu
kembali pada revisi terakhir oleh [Pengguna: Maqi]
(kembali pada revisi terakhir oleh [Pengguna: Maqi])
== Asal-usul nama ==
Tentang asal-usul nama Liwa, menurut cerita orang, berasal dari kata-kata "meli iwa" (bahasa Lampung), artinya membeli ikan. Konon dahulunya Liwa merupakan daerah yang subur, persawahan yang luas, sehingga hasil pertaniannya melimpah. Liwa juga nama salah satu marga dari 84 [[marga di Lampung]]
 
Dan nama lengkap liwa pada zaman dahulu adalah Negara Batin Liwa, dan perlu ada yang meneliti karena beberapa keturunan marga liwa yang berada di daerah lain di provinsi Lampung masih banyak yang mengusung nama Negara Batin.
 
Way Setiwang, Way Robok, dan Way Sindalapai yang mengaliri wilayahnya merupakan sumber kekayaan daerah ini. Ditambah pula, penduduk yang masih jarang membuat masyarakat daerah ini menjadi makmur dan sejahtera.
 
== Potensi wisata ==
Kota Liwa mempunyai tempat wisata yang cukup menarik, di antaranya air terjun Kubuperahu, tiga danau suoh (danau lebar, danau minyak, dan danau asam), kramikan kawah suoh, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang termasuk sebagian kecil wilayahnya, Pulau Dewa (kuburan yang panjangnya mencapai hampir 3 meter) di desa Jejawi, dan Prasasti Hujung Langit (Batu Tulis Hara Kuning) di Bawang, suasana sejuk karena alam yang masih hijau, dan adat-istiadat setempat (seni-budaya lokal).
 
Namun Kabupaten Lampung Barat mempunyai belasan tempat wisata seperti Danau Ranau, wisata budaya pekon Kenali, (Belalau), dan pantai sepanjar Pesisir Barat Samudera Indonesia yang dapat diandalkan terutama pantai dan tempat bersejarah.
445

suntingan