Buka menu utama

Perubahan

1.181 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
===Menelan===
Ketika makanan atau minuman melewati bagian posterior dari lidah, otot yang disarafi oleh saraf [[vagus]] (X) dan [[glosofaringeal]] (IX) akan mendorongnya ke bawah belakang menuju hipofaring, kemudian melewati sfingter cricofaringeal menuju esofagus. Bagian Nasofaring ditutupi oleh otot palatum yang disarafi oleh saraf [[vagus]] dan [[trigeminus]] (X, Vc), sedangkan tuba eustachius terbuka (X). Lubang laring menyempit seiring dengan elevasi dari seluruh tulang laring oleh semua otot yang menempel pada tulang yang berasal dari atas serta terbukanya sfingter cricofaringeal (X). Otot lidah yang disarafi oleh saraf [[hipoglossus]](XII) juga berperan penting dalam proses ini. Sebagian besar otot faring disarafi secara satu arah melalui saraf [[vagus]].<ref name="CN"/>
===Bicara===
Proses bicara nyatanya melewati berbagai proses hingga terbentuknya sebuah kalimat yang utuh.<ref name="CN"/>
====Pertama adalah produksi suara melalui suatu fonasi====
Saat fonasi pita suara membuat celah sempit yang memungkinkan udara secara langsung untuk bisa menghasilkan suara seperti halnya pada suling, ataupun pipa organ. Otot yang menggerakkan pita suara disarafi oleh saraf laryngeal recurrent yang merupakan bagian dari saraf vagus (X).<ref name="CN"/>
====Kedua adalah membuat suara tersebut dapat dimengerti melalui sebuah artikulasi====
Otot faringeal (X), lidah (XII), otot eksresi wajah (VII), gerakan mandibula (Vc) dan palatum(X, V) semuanya berperan dalam merubah suara yang tanpa arti menjadi lebih bisa dimengerti.<ref name="CN"/>
====Terakhir adalah ''Pitch''====
Pitch dimodulasi secara umum melalui penegangan otot ''cricothyroid'' dan penegnduran pita suara.
Semua gerakan dari pita suara dikontrol oleh nukleus ambiguus melalaui saraf laringeal superior dan ''recurrent'' (X). Lesi pada nukleus ini dapat berujung terhadap kelainan proses menelan dan berbicara yang lazim disebut ''bulbar'' dan ''pseudobulbar'' ''palsy''.<ref name="CN"/>
 
== Saraf-saraf kranial ==
132

suntingan