Kadipaten Sumenep: Perbedaan revisi

685 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
Pada masa-masa ini, Kekuasaan wilayah Kadipaten Sumenep meliputi daerah Sumenep dan Pamekasan yang lebih dikenal dengan sebutan Madura timur (Madura Wetan)
 
==Pengaruh KerajaanKasultanan Mataram terhadap pemerintahan di Kadipaten Sumenep ==
 
[[Berkas:Mataram Sultanate in Sultan Agung Reign id.svg|thumb|left|240px|Wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram dalam masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang hampir meliputi seluruh [[Jawa]] dan [[Madura]]]]
 
Kadipaten Sumenep jatuh ketangan Sultan Agung Mataram pada tahun 1624. Pengaruh Kerajaan Mataram di wilayah kadipaten Sumenep berlangsung hingga pemerintahan [[Kanjeng Tumenggung Ario Yudonegoro|Kanjeng Pangeran Ario Yudonegoro]].
 
Pengaruh Kesultanan Mataram begitu terasa di Kadipaten Sumenep sampai saat pembubarannya. Pengaruh yang paling besar adalah pola pemerintahannya dan tata ruang kotanya yang mirip dengan-kota-kota Kerajaan di Jawa.
 
===Stuktur Pemerintahan===
 
Struktur pemerintahan di Kadipaten Sumenep memakai pola pengorganisasian yang mirip dengan pola pemerintahan di Kasultanan Mataram sebagai ibukotanya. Pemerintahan Lebet di wilayah ini hanya meliputi Gedong Negeri, Pengadilan Karaton, Kapengulon, Paseban, dan Rumah Tangga Keraton. Selain itu pemerintahan desa di wilayah Kadipaten Sumenep dibagi dalam beberapa kelompok desa, antara lain : Desa Daleman, Desa Percaton dan Desa Perdikan.
 
==Pengaruh VOC terhadap pemerintahan di Kadipaten Sumenep ==
105

suntingan