Sepuluh Suku yang Hilang: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
Sekitar tahun 1900 SM, ada seorang Ibrani yang bernama [[Yakub]] yang merupakan leluhur [[Bangsa Israel]]. Nama Yakub kemudian diganti menjadi [[Israel]]. Israel memiliki 12 orang anak, [[Ruben]], [[Simeon]], [[Lewi]], [[Yehuda]], [[Zebulon]], [[Isakhar]], [[Dan]], [[Gad]], [[Asyer]], [[Naftali]], [[Yusuf (anak Yakub)|Yusuf]], dan [[Benyamin]]. Keturunan merekalah yang disebut dengan ke-12 Suku Israel. Ke-12 Suku ini disebut sebagai "orang Israel".
 
Setelah mereka menduduki tanah [[Kanaan]], Suku Lewi tidak mendapatkan daerah warisan karena mereka adalah Suku spesial, yaitu Suku para [[Imam]]. Suku Yusuf maka dibagi menjadi dua menurut anak-anak Yusuf, yaitu [[Manasye bin Yusuf|Manasye]] dan [[Efraim bin Yusuf||Efraim]] (karena Yusuf mendapat berkat ganda dari ayahnya, Israel). Demikianlah tanah Kanaan dibagi menjadi 12 bagian oleh [[orang Israel]].
 
Kemudian, ke-12 Suku Israel mencapai puncak kejayaannya pada pemerintahan Raja [[Salomo]] pada abad kesepuluh SM. Namun setelah kematian Salomo, Kerajaan Israel terpecah menjadi dua, [[Kerajaan Israel Utara]] (yang disebut Kerajaan Israel), dan [[Kerajaan Yehuda|Kerajaan Israel Selatan]] (yang disebut Kerajaan Yehuda). Kerajaan Israel beribukota di [[Samaria]] dan Kerajaan Yehuda/Yudea beribukota di [[Yerusalem]]. Kata "Yahudi" dipakai untuk menyebut keturunan dari Kerajaan selatan ini, yang akhirnya membentuk Negara Israel moderen, dengan demikian merujuk pada orang Israel moderen.
135

suntingan