William Tyndale: Perbedaan revisi

95 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-di tahun +pada tahun); kosmetik perubahan)
}}
 
'''William Tyndale''' (±[[1494]] – [[1536]]) adalah seorang [[reformator|pembaharu]] [[Protestan]] pada abad ke-16 dan cendekiawan yang menerjemahkan [[Alkitab]] ke [[Bahasa Inggris]] (dalam bentuk baru periode awal) pada masanya. Walaupun ada beberapa kitab dalam Alkitab yang telah diterjemahkan sebagian atau lengkap dalam [[bahasa Inggris Kuno]] pada sekitar abad ke-14, terjemahan Tyndale adalah yang pertama yang diterjemahkan langsung dari naskah dalam [[bahasa Ibrani]] dan [[bahasa Yunani|Yunani]], dan yang pertama kalinya dalam sejarah sebagai terjemahan yang diperbanyak menggunakan [[mesin cetak]] sehingga dapat dibagikan secara luas. Terjemahan ini berperan penting dalam perkembangan [[Reformasi Protestan]]. Pada tahun 1535, Tyndale ditangkap, dipenjarakan di kastil [[Vilvoorde]] di luar [[Brussel (kota)|Brussel]] selama lebih dari setahun, diadili atas tuduhan [[ajaran sesat]], dan dieksekusi dengan cara dibakar.
 
Sebagian besar karya Tyndale pada akhirnya menjadi bagian dari [[Alkitab Versi Raja James]] (atau "Versi Resmi") yang dipublikasikan pada 1611. Alkitab Versi Raja James ini dikerjakan oleh 54 cendekiawan independen, ditujukan untuk merevisi edisi bahasa Inggris yang ada pada saat itu, dan naskahnya diambil sebagian besar dari terjemahan Tyndale.
 
== Riwayat ==
<!--{{Anglikanisme}}-->
Tyndale dilahirkan sekitar tahun 1494, diduga di salah satu desa dekat [[Dursley]], [[Gloucestershire]]. Di kalangan kerabat dekatnya, keluarga Tyndale saat itu dikenal sebagai ''Hychyns'' (Hitchins), dan William Tyndale menggunakan nama ''William Hychyns'' sewaktu bersekolah di Magdalen Hall, Oxford (sekarang bagian dari [[Hertford College, Oxford]]). Keluarga Tyndale pindah ke Gloucestershire di sekitar masa kelahirannya, kemungkinan akibat ''[[Wars of the Roses]]'' (Perang Antar Agama), dan diketahui bahwa keluarganya berasal dari [[Northumberland]] tetapi baru pindah ke ''East Anglia''. Pamannya, Edward, adalah penerima tanah dari Lord Berkeley dan inilah fakta yang membuktikan asal usul keluarga ini. Edward Tyndale dicatat dalam dua silsilah<ref>[[John Nichol]], Literary Anecdotes, Vol IX: Tindal genealogy; [[Burke's Landed Gentry]], 19th c editions, 'Tyndale of Haling'</ref> sebagai saudara laki-laki dari Sir William Tyndale, KB (Order of the Bath), dari Deane, Northumberland, dan Hockwald, [[Norfolk]], yang diangkat menjadi bangsawan (''knighted'') pada pernikahan [[Arthur, Prince of Wales]] dengan [[Katherine of Aragon]]. Jadi keluarga Tyndale adalah keturunan Baron Adam de Tyndale, seorang penyewa tanah utama (''tenant-in-chief'') dari Raja ''Henry I of England'' (dan yang sejarah keluarganya berhubungan dengan [[Tyndall]]). Keponakan perempuan William Tyndale, Margaret Tyndale, menikah dengan Rowland Taylor yang dikenal sebagai "The Martyr".
 
 
Tyndale menjadi pendeta di rumah Sir John Walsh di [[Little Sodbury]] sekitar tahun 1521, dan menjadi tutor untuk anak-anak tuan rumah. Sejumlah pendapatnya membuatnya terlibat dalam kontroversi dengan pendeta-pendeta sejawatnya, dan sekitar tahun 1522 ia dipanggil di hadapan Kanselir (''Chancellor'') [[Anglican Diocese of Worcester]] dengan tuduhan "sesat" (''heresy'').
 
== Penterjemahan Alkitab ==
Segera sesudah itu, ia memutuskan untuk menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris. Ia yakin bahwa jalan kepada Allah adalah melalui Firman-Nya dan Alkitab seharusnya tersedia juga untuk orang-orang biasa. [[John Foxe]] melukiskan sebuah argumen dengan seorang pendeta yang "terpelajar" tetapi "penghujat", yang mengatakan kepada Tyndale bahwa, "Lebih baik kita tanpa hukum Allah daripada tanpa hukum Paus." Dengan emosi yang meluap, Tyndale menyampaikan jawabannya: "Aku menantang Paus, dan semua hukum-hukumnya; dan jika Allah memberikan usia kepadaku, sebelum banyak tahun aku akan menyebabkan seorang anak yang membajak ladang untuk tahu lebih banyak tentang Alkitab daripada Paus sendiri!" <ref>[http://users.ox.ac.uk/~sben0056/Tyndale.London.htm Lecture by Dom Henry Wansbrough OSB MA (Oxon) STL LSS]</ref><ref>[[s:The Book of Martyrs/Chapter XII|Foxe's Book of Martyrs, Chap XII]]</ref>
Tyndale meninggalkan London pada tahun 1523 untuk meminta ijin menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris dan untuk meminta bantuan lain dari Gereja. Khususnya, ia mengharapkan dukungan dari Uskup [[Cuthbert Tunstall]], ahli klasik (''classicist'') terkenal, yang dipuji oleh [[Erasmus]] setelah bekerja sama dengannya dalam hal [[Perjanjian Baru]] [[bahasa Yunani]]. Namun uskup ini memandang rendah kredensial ilmiah Tyndale, curiga akan teologinya dan sebagaimana pejabat gereja berkedudukan tinggi, merasa kurang suka dengan gagasan adanya Alkitab dalam bahasa daerah. Saat itu Gereja tidak menganggap Alkitab terjemahan bahasa Inggris akan membantu. Tunstall mengatakan kepada Tyndale bahwa ia tidak mempunyai tempat untuknya di rumahnya.<ref>Tyndale, preface to ''Five bokes of Moses'' (1530).</ref> Tyndale berkhotbah dan mempelajari "bukunya" di London selama beberapa waktu, menggantungkan bantuan pedagang kain, Humphrey Monmouth. Kemudian ia meninggalkan Inggris dengan nama samaran dan mendarat di [[Hamburg]] pada tahun 1524 dengan karya Perjanjian Barunya sejauh itu. Ia melengkapi terjemahannya pada tahun 1525, dengan bantuan biarawan Franciscan, William Roy.
 
Pada tahun 1525, penerbitan karyanya oleh Peter Quentell di [[Cologne]] diinterupsi oleh pengaruh anti-[[Lutheran]], dan baru pada tahun 1526 edisi lengkap [[Perjanjian Baru]] diproduksi oleh percetakan milik Peter Schoeffer di [[Worms]], [[Jerman]], kota imperial merdeka yang sedang dalam proses menganut Lutheranisme.<ref>Joannes Cochlaeus, ''Commenataria de Actis et Scriptis Martini Lutheri'' (St Victor, near Mainz: Franciscus Berthem, 1549), p. 134.</ref> Kemudian, lebih banyak lagi dicetak di [[Antwerpen]]. Buku itu diselundupkan ke Inggris dan [[Skotlandia]], dan dicela pada bulan Oktober 1526 oleh Tunstall, yang mengeluarkan peringatan kepada para penjual buku serta membakar buku-buku itu di depan umum.
 
Dengan terbitnya Perjanjian Baru karya Tyndale, Kardinal [[Thomas Wolsey]] mengutuk Tyndale sebagai "heretik" (kaum sesat) dan meminta agar Tyndale ditangkap..
 
[[Berkas:Bust Of William Tyndale.jpg|thumb|right|160px|Pahatan kepala William Tyndale dari gereja [[St Dunstan-in-the-West]], London]]
 
== Penangkapan ==
Tyndale bersembunyi di Hamburg dan terus bekerja. Ia merevisi terjemahan Perjanjian Barunya dan mulai menterjemahkan [[Perjanjian Lama]] serta menulis sejumlah artikel lain. Pada tahun 1530, ia menulis ''The Practyse of Prelates'', menentang perceraian [[Henry VIII of England]] dengan alasan tidak alkitabiah dan suatu taktik dari Kardinal Wolsey untuk mengikat Raja Henry di pengadilan paus. Hal ini menyebabkan kemarahan raja kepadanya dan meminta kaisar [[Charles V, Holy Roman Emperor]] untuk menyerahkan Tyndale dan mengembalikannya ke Inggris.
150.451

suntingan