Kawin lari: Perbedaan revisi

382 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (bot Menambah: zh:私奔, tl:Pagtatanan)
 
Di Bali, kawin lari biasa terjadi pada [[pria]] dan wanita yang berbeda [[kasta]], kebanyakan jika wanita lebih tinggi kastanya daripada pria. Dalam [[budaya]] [[Batak Angkola]] di [[Sumatera Utara]] bagian selatan, kawin lari disebut sebagai ''marlojong''. Perkawinan ''marlojong'' kurang disukai, namun biasanya ditempuh sebagai solusi terakhir bila ada hambatan yang dialami seorang pria, seperti kurang disukai calon mertuanya, [[kakak]]nya belum menikah, dll.
 
Di dalam tradisi Batak Toba, kawin lari bukan berarti tidak mendapat restu dari orang tua, tetapi terjadi karena si pengantin belum bisa menyelesaikan prosesi adat yang wajib untuk pernikahan. Pasangan pengantin melakukannya dengan ijin dari orang tua kedua belah pihak. Prosesi adat yang belum dilaksanakan tersebut, bisa dilakukan di kemudian hari, dengan istilah "Bayar Adat".
 
== Pranala luar ==
Pengguna anonim