Buka menu utama

Perubahan

2 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
 
=== Ekspedisi Pamalayu ===
Dalam ''Kidung Panji Wijayakrama'' dan [[Pararaton]] menyebutkan pada tahun 1275, [[Kertanagara]] mengirimkan utusan dari Jawa ke Sumatera yang dikenal dengan nama [[Ekspedisi Pamalayu]] yang dipimpin oleh [[Mahisa Anabrang]] atau [[Kebo Anabrang]]. Kemudian ditahun 1286 Kertanagara kembali mengirimkan utusan untuk mengantarkan ''Arca Amoghapasa'' yang kemudian dipahatkan pada [[Prasasti Padang Roco]] di Dharmasraya ibukota ''bhumi malayu'', sebagai hadiah dari Kerajaan [[Singhasari]]. Tim ini kembali ke Pulau Jawa pada tahun 1293 sekaligus membawa dua orang putri dari [[Kerajaan Melayu]] yang bernama [[Dara Petak]] dan [[Dara Jingga]]. Kemudian Dara Petak dinikahkandinikahi oleh [[Raden Wijaya]] yang telah menjadi raja [[Majapahit]] penganti Singhasari, dan pernikahan ini melahirkan [[Jayanagara]], raja kedua Majapahit. Sedangkan Dara Jingga dinikahkan dengan ''sira alaki dewa'' (orang yang bergelar dewa) dan kemudian melahirkan ''Tuan Janaka'' atau Mantrolot Warmadewa yang identik dengan [[Adityawarman]],<ref name="Berg">C.C. Berg, (1985), ''Penulisan Sejarah Jawa'', (terj.), Jakarta: Bhratara.</ref> dan kelak menjadi ''Tuan Surawasa'' ([[Suruaso, Tanjung Emas, Tanah Datar|Suruaso]]) berdasarkan [[Prasasti Batusangkar]] di pedalaman [[Minangkabau]].<ref>Reichle, N., (2007), Violence and serenity: late Buddhist sculpture from Indonesia. University of Hawaii Press, ISBN 0-8248-2924-7.</ref>
 
== Penaklukan Majapahit ==
19.351

suntingan