Rotan: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
←Membatalkan revisi 5677003 oleh 202.185.77.64 (Bicara)
(←Membatalkan revisi 5677003 oleh 202.185.77.64 (Bicara))
Rotan yang umum dipergunakan dalam industri tidaklah terlalu banyak. Beberapa yang paling umum diperdagangkan adalah Manau, Batang, Tohiti, Mandola, Tabu-Tabu, Suti, Sega, Lambang, Blubuk, Jawa, Pahit, Kubu, Lacak, Slimit, Cacing, Semambu, serta Pulut.
 
Setelah dibersihkan dari pelepah yang berduri, rotan asalan harus diperlakukan untuk pengawetan dan terlindung dari kulatjamur ''[[Blue Stain]]''. Secara garis besar terdapat dua proses pengolahan bahan baku rotan: Pemasakan dengan [[minyak tanah]] untuk rotan berukuran sedang /besar dan Pengasapan dengan [[belerang]] untuk rotan berukuran kecil.
 
Selanjutnya rotan dapat diolah menjadi berbagai macam bahan baku, misalnya dibuat ''Peel'' (kupasan)/''Sanded Peel'', dipoles /semi-poles, dibuat ''core'', ''fitrit'' atau ''star core''. Adapun pusatsentra industri kerajinan dan perabutmebel rotan terbesar di indonesia terletak di [[Cirebon]].
 
Pemanfaatan rotan ( sp. Daemonorops Draco ) terutama adalah sebagai bahan baku [[mebel]], misalnya kerusikursi, meja tamu, serta rak buku. Rotan memiliki beberapa keunggulan daripada kayu, seperti ringan, kuat, elastis / mudah dibentuk, serta murah. Kelemahan utama rotan adalah mudahgampang terkena kutu bubuk "Pin Hole".
 
Batang rotan juga dapat dibuat sebagai tongkat penyangga berjalan dan senjata. Berbagai perguruan [[pencak silat]] mengajarkan cara bertarung menggunakan batang rotan. Di beberapa tempat di [[Asia Tenggara]], rotan dipakai sebagai alat pemukul dalam [[hukuman sebatcambuk rotan]] bagi pelaku tindakan kriminal tertentu.
 
Beberapa rotan mengeluarkan [[getah]] (resin) dari tangkai bunganya. Getah ini berwarna merah dan dikenal di perdagangan sebagai ''dragon's blood'' ("darah naga"). Resin ini dipakai untuk mewarnai [[biola]] atau sebagai [[meni]].
7.164

suntingan