Piyak, Kanor, Bojonegoro: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-diantara +di antara)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-di tahun +pada tahun))
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-diantara +di antara))
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Piyak yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Piyak. Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang.
2.1.2.2 Kesehatan
Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain 1. infeksi pernapasan akut bagian atas, 2. Hipertensi, 3. penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat sedang dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranyadi antaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat Desa Piyak secara umum.
Sedangkan data orang cacat mental dan fisik jumlahnya sedang. Tercatat penderita tuna wicara 2 orang dan lumpuh 1 orang. Data ini menunjukkan kualitas hidup sehat di Desa Piyak masih perlu ditingkatkan lagi.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2010 di Desa Piyak berjumlah 147 pasangan usuia subur. Sedangkan jumlah bayi di Desa Piyak 14 dan yang diimunisasikan : 1. HB Unijecp usia 0-7 hari 100 % 2. BCG usia 1 bulan 100 %, 3. DPT HB Combo1 ( Usia 2 Bulan ) 100 % ), DPT HB Combo2 ( Usia 3 Bulan ) 100 % ), DPT HB Combo3 ( Usia 4 Bulan ) 100 % ), 4. Folio 1, 2, 3 , 4 100 % dan 5. Campak II 78, 60 %. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa Polindes di Desa Piyak. Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif lengkap ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir. Dari 14 kasus bayi lahir pada tahun 2010, semua tertangani dengan baik oleh tenaga kesehatan / Bidan desa.
v. Masih hidupnya tradisi gotong royong dan kerja bakti masyarakat. Inilah salah satu bentuk partisipasi warga.
vi. Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif yang dapat mendorong potensi industri rumah tangga.
vii. Terpeliharanya budaya saling membantu diantaradi antara warga masyarakat.
viii. Kemampuan bertani yang diwariskan secara turun-temurun.
ix. Adanya kader kesehatan yang cukup, dari bidan sampai para kader di posyandu yang ada di setiap dusun
23.060

suntingan