Abdillah: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-walikota +wali kota)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Sumatra Utara +Sumatera Utara))
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-walikota +wali kota))
Masa kepemimpinannya ditandai dengan berbagai macam proyek penataan dan pembangunan kota, terutama proyek papan iklan dan proyek lampu hias kota yang dinilai kontroversial. Selain itu, ia juga menyetujui pembangunan berbagai pusat perbelanjaan modern dan pusat jajan [[Kesawan Square]], sebuah pusat jajan di tengah kota yang dinilai cukup berhasil. Di samping itu, kebijakannya mengkomersilkan sebagian dari Lapangan Merdeka Medan untuk dibangun tempat 'nongkrong', [[Merdeka Walk]] juga menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Tetapi, kebijakannya tersebut di kemudian hari mendapat acungan jempol, karena hal itu ternyata menghidupkan geliat kota di malam hari.
 
Wakil wali kotanya pada periode pertama adalah Maulana Pohan. Pada kampanye pemilihan wali kota periode 2005-2010, Pohan maju sebagai tandingan, sementara Abdillah menggandeng Sekretaris Daerah Kota Medan H. Ramli, MM sebagai wakilnya. Pada akhir Mei 2007, Abdillah resmi dinyatakan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran senilai Rp12 miliar. <ref name="tersangka">[http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0706/18/032727.htm "Status Wali Kota Medan sebagai Tersangka Ditutup-tutupi"], ''[[Kompas]]'', 18 Juni 2007</ref> Ia ditahan pada 2 Januari 2008. Pada akhir Mei, ia diberhentikan dari jabatannya sebagai wali kota setelah dimulainya persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Pada 22 September 2008, ia dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penyalahgunaan [[APBD]] dan divonis 5 tahun penjara.<ref name="vonis-5-tahun">[http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/22/12232833/walikotawali kota.medan.divonis.5.tahun.penjara "Walikota Medan Divonis 5 tahun Penjara"], ''Kompas.com'', 22 September 2008.</ref>
 
Sebelum diangkat menjadi wali kota, Abdillah adalah seorang pengusaha dalam bidang [[konstruksi]]. Saat menjabat sebagai wali kota ia juga menjabat sebagai Ketua Umum klub sepak bola [[PSMS Medan]].
23.060

suntingan