Buka menu utama

Perubahan

49 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
k
 
== Peraih Profesor Teeuw Award ==
Peraih Profesor Teeuw Award pertama kali adalah tokoh penerbit dan wartawan [[Goenawan Mohamad]] pada tahun 1992. Peraih Penghargaan setelah Goenawan Mohamad adalah: penulis dan peneliti dari Leiden, Dr. [[Harry Poeze]], penulis, penyair dan filsuf [[Y.B. Mangunwijaya]], dan Mrs Ellen Derksen, penyelenggara Pasar Malam Besar di [[Den Haag]].<ref name="ref1"/>
 
Pada tahun 2000, [[antropologi|antropolog ]] dan wartawan Indonesia [[Mulyawan Karim]] memenangkanmemenangi penghargaan Awardini, yang kemudian diberikan sebagai hibah perjalanan yang digunakan Mulyawan untuk melakukan penelitian di Belanda. Pada tahun 2002, F.X. Suhardi Djojoprasetyo meraih penghargaan sebagai pengakuan atas kegiatannya sebagai guru di bidang tari dan [[gamelan]] Jawa, yang telah ia lakukan di Belanda sejak tahun 1975.<ref name="ref1"/>
 
Pada tahun 2004, Profesor Teeuw Foundation memberikan penghargaan kepada [[Ajip Rosidi]], yang selama lebih dari 40 tahun, telah memberikan kontribusi yang berharga bagi studi, publikasi, dokumentasi, dan promosi sastra Indonesia dengan cara yang lebih luas. Ia sangat dihormati di dunia internasional, baik oleh bangsa Barat maupun bangsa Timur termasuk Jepang). Jika memungkinkan, ia juga mencari, mempraktekkan dan mempromosikan kegiatannya dengan bekerjasama dengan Belanda dan lembaga-lembaga mereka.<ref name="ref1"/>
 
Pada tahun 2007, Profesor Teeuw Award digelar di dua tempat, Belanda maupun Indonesia. Kali ini penghargaan diberikan kepada pemenang yang telah memberi kontribusi pada hubungan budaya Indonesia-Belanda di bidang [[arsitektur]] dan studi arsitektur. Di Belanda, Profesor Teeuw Award 2007 diberikan kepada dua pemenang yakni arsitek Cor Passchier, dan sejarawan dan antropolog Freek Colombijn. Di Indonesia, tiga pemenang yang terpilih untuk menerima penghargaan adalah [[Han Awal]], Wastu Pragantha Zhong dan [[Aji Damais|Soedarmadji JH Damais]].<ref name="ref1"/>
 
Pada tanggal 18 Mei 2012 Prof. Teeuw meninggal dunia di [[Leiden]]. <ref>[http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/guru-besar-studi-indonesia-hans-teeuw-wafat Guru Besar Studi Indonesia Hans Teeuw Wafat]</ref>.
 
== Catatan Kaki ==
29.866

suntingan