Muhammad bin Harun al-Amin: Perbedaan revisi

k
Robot: Perubahan kosmetika
k (r2.7.1) (bot Menambah: pnb:امین الرشید)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
'''Muhammad bin Harun al-Amin''' ([[bahasa Arab|Arab]] <big>محمد الأمين بن هارون الرشيد</big>) ([[787]] – [[813]]) adalah seorang [[khalifah]] dari [[Bani Abbasiyah]]. Ia berkuasa selama 4 tahun 8 bulan ([[809]]-[[813]])<ref name= "kompas">[http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/04/26/lk999y-daulah-abbasiyah-alamin-809813-m-khalifah-bani-hasyim], Kompas Online 26 April 2011</ref>.
 
== Pembai'atan ==
=== Serangan dari Imperium [[Byzantium]] ==
 
Meninggalnya [[Harun Ar-Rasyid]] dianggap sebagai peluang emas bagi [[Kaisar Nicephorus]] untuk membantalkan kembali perjanjian damai dengan [[Daulah Abbasiyah]]. Ia segera menggerakkan pasukannya untuk menyerang perbatasan bagian utara [[Syria]] dan bagian utara [[Irak]]. Khalifah Al-Amin segera mengirimkan pasukan untuk menghalau serangan itu. Berlangsung pertempuran cukup lama yang berujung pada tewasnya sang [[kaisar]].<ref name= "kompas"/>
 
== Pergolakan di Kota [[Hims]]<ref name= "kompas"/> ==
 
Di kota Hims juga terjadi pergolakan. Karena tak mampu memadamkan pemberontakan, Khalifah Al-Amin memecat Gubernur [[Ishak bin Sulaiman]] dan menggantinya dengan [[Abdullah bin Said Al-Harsy]]. Keamanan pun pulih kembali di bawah kendali gubernur baru itu.
 
== [[Khalifah]] Baru di [[Damaskus]]<ref name= "kompas"/> ==
 
Pada 195 H muncul seorang tokoh berpengaruh di [[Damaskus]]. Ia adalah Ali bin Abdullah bin Khalid bin Yazid bin Muawiyah bin Abi Sufyan. Karenanya, ia dikenal sebutan [[As-Sufyani]]. Tokoh ini menjadi lebih berpengaruh karena tak hanya merupakan keturunan [[Bani Umayyah]], tetapi juga [[Bani Hasyim]]. Ibunya adalah putri Abdullah bin Abbas bin Ali bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Berdasarkan silsilah keturunannya ini, ia sering berkata, "Saya adalah putra dua tokoh yang pernah bertentangan di [[Shiffin]]." Maksudnya [[Ali bin Abi Thalib]] dan [[Muawiyah bin Abi Sufyan]].
Di antara seluruh [[Khalifah Abasiyah]], hanya Khalifah Al-Amin yang ayah dan ibunya keturunan [[Bani Hasyim]] (Arab). Ayahnya [[Harun Ar-Rasyid]] dan ibunya Zubaidah binti Ja'far bin Manshur masih keturunan Bani hasyim. Sedangkan Al-Makmun, yang menjadi calon [[khalifah]] penggantinya, masih keturunan Iran dari garis ibunya.
 
Oleh sebab itu, beberapa pihak membujuk Khalifah Al-Amin untuk membatalkan hak khilafah [[Al-Makmun]], dan menggantinya dengan putranya sendiri, [[Musa bin Muhammad Al-Amin]]. Semula Khalifah Al-Amin menolak.<ref name= "kompas"/> Tetapi, karena terus didesak dan dibujuk, ia pun melakukan pembatalan itu dan mengangkat putranya sebagai calon khalifah dengan gelar [[An-Nathiq bil Haq]].
 
Tentu saja tindakan ini memancing amarah [[Al-Makmun]]. Saat itu, ia berada di [[Khurasan]] di tengah keluarga besarnya. Permintaan sang Khalifah yang mengundangnya kembali ke [[Baghdad]] tak ia penuhi. Bahkan ia pun diba'iat dan dinyatakan sebagai khalifah.<ref name= "kompas"/>
 
Mendengar kejadian tersebut, Khalifah Al-Amin segera mengirimkan pasukan ke [[Khurasan]] di bawah pimpinan Panglima Ali bin Isa bin Mahan. [[Al-Makmun]] pun segera menyiapkan pasukannya di bawah komando [[Thahir bin Hasan]].
23.060

suntingan