Aksara Limbu: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
k (menghapus Kategori:Abugida menggunakan HotCat)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
|languages=[[bahasa Limbu|Limbu]]
|time=sekitar 1740 hingga sekarang
|unicode=[http://www.unicode.org/charts/PDF/U1900.pdf U+1900–U1900–U+194F]
|iso15924=Limb
|region=Nepal dan India Timur
'''Aksara Limbu''' adalah [[aksara]] yang digunakan untuk menulis [[bahasa Limbu]]. Aksara Limbu adalah sebuah [[abugida]] yang diturunkan dari [[aksara Tibet]].<ref name=Daniels>{{cite book|last1=Daniels |first1=Peter T. |first2=William |last=Bright |title=The World's Writing Systems |location=[[New York]] |publisher=[[Oxford University Press]] |year=1996}}</ref>
 
== Sejarah ==
Menurut sejarah tradisional, aksara Limbu pertama kali diciptakan pada akhir [[abad ke-9]] oleh Raja [[Sirijonga Haang]], kemudian tidak digunakan, hingga akhirnya diperkenalkan kembali pada [[abad ke-18]] oleh [[Te-ongsi Sirijunga Xin Thebe]].
 
=== Catatan terkait Sirijonga ===
 
[[Bahasa Limbu]], [[Bahasa Lepcha|Lepcha]] dan [[Newari]] adalah anggota [[rumpun bahasa Sino-Tibet]] di [[Himalaya]] tengah yang memiliki aksara sendiri.<small>(Sprigg 1959: 590)</small><small>, (Sprigg 1959: 591-592 & MS: 1-4)</small> mengatakan bahwa [[Kiranti]] atau aksara Limbu dirancang selama periode ekspansi [[Buddha]] di [[Sikkim]] pada awal [[abad ke-18]] ketika [[Limbuwan]] masih merupakan bagian dari wilayah [[Sikkim]]. Aksara [[Kiranti]] mungkin disusun kira-kira pada waktu yang sama dengan [[aksara Lepcha]] yang dibuat oleh raja ketiga Sikkim, [[Phyag-rdor Nam-gyal]] (ca. 1700-1717). Aksara Kiranti dianggap berasal dari pahlawan [[Limbu]], Te-ongsi Sirijunga (arti: ''Sirijonga yang terlahir kembali''; mengacu kepada Sirijonga Haang) yang dibunuh oleh para [[biarawan]] Tasong dalam tuduhan [[Teori konspirasi|konspirasi]] dengan raja Sikkim pada waktu ketika Simah Pratap Shah menjadi raja [[Nepal]] (antara lain 11 Januari 1775 hingga 17 November 1777; <small>Stiller 141,153</small>). Baik [[Kiranti]] maupun Lepcha seolah-olah dirancang dengan maksud untuk melanjutkan penyebaran [[agama Buddha]]. Namun, Sirijanga adalah penganut Agama Buddha dari Limbu yang belajar dibawah Lama tinggi Sikkim. Sirijanga diberi gelar 'Sang [[Dorje]] [[Lama (Tibet)|Lama]] dari Yangrup'.
Struktur bahasa dan aksara tersebut adalah campuran dari [[aksara Tibet]] dan [[Dewanagari]]. Tidak seperti kebanyakan anggota [[rumpun aksara Brahmi]] lainnya, {{PAGENAME}} tidak punya huruf [[vokal]] mandiri, melainkan menggunakan huruf penggandeng vokal yang dibaca sesuai dengan penanda vokal yang melekatinya.
 
== Struktur ==
[[ImageBerkas:Limbu script.png|thumb|right|400px|Huruf Limbu. Huruf yang diwarnai abu-abu tidak dipakai.]]
Sebagai sebuah [[abugida]], suatu huruf melambangkan sebuah [[konsonan]] dan [[vokal]] standar atau inheren. Pada [[bahasa Limbu]], vokal inheren adalah {{IPA|/ɔ/}}.
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
|}
 
== Referensi ==
{{reflist}}
 
23.060

suntingan