Buka menu utama

Perubahan

1 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
|}
 
'''Kesultanan Berau''' adalah sebuah [[kerajaan]] yang pernah berdiri di wilayah [[Kabupaten Berau]] sekarang ini. Kerajaan ini berdiri pada [[abad ke-14]] dengan raja pertama yang memerintah bernama [[Baddit Dipattung]] dengan gelar [[Aji Suryanata Kesuma|Aji Raden Suryanata Kesuma]] dan istrinya bernama ''Baddit Kurindan'' dengan gelar ''Aji Permaisuri''. Pusat pemerintahannya berada di [[Sungai Lati, Gunung Tabur, Berau|Sungai Lati]], [[Gunung Tabur, Berau|Kecamatan Gunung Tabur]].<ref name="pos1">{{id}}[http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Berau&id=50616 ''Perjalanan Sejarah Bermula dari Sungai Lati''. Kaltim Pos 2 September 2003]</ref> Sejarahnya kemudian pada keturunan ke-13, Kesultanan Berau terpisah menjadi dua yaitu [[Kesultanan Gunung Tabur]] dan [[Kesultanan Sambaliung]]. Sebelumnya daerah-daerah milik Berau yang telah memisahkan diri dan berdiri sendiri adalah [[Kesultanan Bulungan|Bulungan]] dan [[Kerajaan Tidung|Tidung]].<ref>{{en}} (1848){{cite journal|pages=438 |url=http://books.google.co.id/books?id=sJAaAQAAIAAJ&dq=Fran%C3%A7ois%20Wittert.&pg=PA438#v=onepage&q&f=false|title=The Journal of the Indian archipelago and eastern Asia|volume=2}}</ref> Negara Berau kuno meliputi kawasan pesisir dari perbatasan mandala Kerajaan Brunei di Kinabatangan (kini termasuk Sabah) hingga [[Tanjung Mangkaliat]] di perbatasan dengan mandala Kerajaan Kutai di Tanjung Mangkaliat.<ref>[http://www.indonesianhistory.info/map/borneoc15-16.html Borneo in the 15th and 16th centuries ]</ref><ref>[http://bumibatiwakkal.blogspot.com/2009/01/historis-asal-usul-berau.html TINJAUAN HISTORIS TENTANG KERAJAAN BERAU (KURAN) ]</ref></ref> Menurut perjanjian VOC-Belanda dengan Kesultanan Banjar, "negara Berau" merupakan salah satu bekas negara [[dependensi]] (negara bagian) di dalam "negara Banjar".<ref>[http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1750.html Borneo, ca 1750 (abad ke-18)]</ref><ref>{{id}} {{cite book|url=http://books.google.co.id/books?id=N5jc0h1BktwC&lpg=PA110&dq=Tanah%20Laut.&pg=PA110#v=onepage&q=Tanah%20Laut.&f=false|author=Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan|title=Sejarah nasional Indonesia: Nusantara di abad ke-18 dan ke-19|publisher=PT Balai Pustaka|year=1992|isbn=9794074101}}ISBN 9789794074107</ref><ref name="Royal Geographical Society">{{en}}{{cite journal|author=Royal Geographical Society (Great Britain)| url=http://books.google.com/books?id=grENAAAAQAAJ&dq=banjarmassin&hl=id&pg=PA841#v=onepage&q=banjarmassin&f=false | title=A Gazetteer of the world: or, Dictionary of geographical knowledge, compiled from the most recent authorities, and forming a complete body of modern geography -- physical, political, statistical, historical, and ethnographical|volume= 5 | publisher=A. Fullarton | year=1856}}</ref> Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan ''Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie'', pada 27 Agustus 1849, No. 8<ref>[http://books.google.co.id/books?id=KJFBAAAAYAAJ&dq=Verdeeling%20van%20het%20Eiland%20Borneo%20in%20tteee%20%20afdeelingen%2C%20onder%20de%20benaming%20van%20Wester%20afdeeling%20en%20Zuid%20en%20Ooster%20afdeeling.&pg=PA55-IA22#v=onepage&q=Verdeeling%20van%20het%20Eiland%20Borneo%20in%20tteee%20%20afdeelingen,%20onder%20de%20benaming%20van%20Wester%20afdeeling%20en%20Zuid%20en%20Ooster%20afdeeling.&f=false {{nl}} Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849]</ref>
 
== Raja pertama ==
28.746

suntingan