Penyeberangan Laut Merah: Perbedaan antara revisi

2.094 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
'''Penyeberangan Laut Merah''' (atau '''Laut Teberau''') oleh bangsa Isrel yang dipimpin oleh nabi [[Musa]] dicatat dalam Kitab {{Alkitab|Keluaran 13:17-14:29}}. Kisah ini juga disebutkan dalam [[Al-Quran]] Surah 26: Al-Shu'ara ayat 60-67. Ketika itu [[Bani Israel]] meninggalkan [[Mesir]] dan mengembara ke padang gurun. Allah memerintahkan [[Nabi Musa]] dan [[Bani Israel]] keluar dari perbudakan di Mesir dan pergi ke tanah [[Kanaan]] yang telah dijanjikan kepada mereka. Allah memerintahkan mereka keluar pada waktu malam. Awalnya Firaun membiarkan mereka pergi, setelah mengalami tulah semua anak sulung orang Mesir meninggal. Tetapi kemudian, Firaun mengejar Bani Israel ini dengan kereta hingga ke [[Laut Merah]]. Orang-orang Israel ketakutan karena mereka tidak dapat melawan dan pasti akan ditawan kembali. Namun Nabi Musa menyatakan bahwa Allah bersamanya dan memberi petunjuk kepadanya.
Lalu Nabi Musa mengangkat tongkatnya, dan Laut Merah terbelah menjadi dua, sehingga bangsa Israel dapat melewati di tanah kering sampai ke sebesarng. Raja Firaun dan bala tenteranya menyusul dari belakang, tetapi air Laut Merah menutup kembali, sehingga mereka mati tenggelam.
 
Atas perintah Tuhan Allah, Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.<ref>{{Alkitab|Keluaran 14:21-22}}</ref>
Dalam [[Al-Quran]], Allah menjanjikan mayat Firaun kekal hingga kini untuk djadikan bahan pedoman bagi manusia yang tinggal di bumi kini. Sejumlah pakar arkeologi menyatakan telah menemukan mummi dari Firaun yang tenggelam dan kini dipamerkan di Museum Mesir. (Al Quran:26:60-67).<ref>[http://www.alhikmahsj.com/ibadat/hari-asyura Hari Asyura]</ref>.
 
Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka--segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda--sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir."<ref>{{Alkitab|Keluaran 14:23-25}}</ref>
 
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.<ref>{{Alkitab|Keluaran 14:26-28}}</ref>
 
Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.<ref>{{Alkitab|Keluaran 14:29-31}}</ref>
 
 
Lalu Nabi Musa mengangkat tongkatnya, dan Laut Merah terbelah menjadi dua, sehingga bangsa Israel dapat melewati di tanah kering sampai ke sebesarngseberang. Raja Firaun dan bala tenteranya menyusul dari belakang, tetapi air Laut Merah menutup kembali, sehingga mereka mati tenggelam.
 
==Lokasi kejadian==
Kota Nuweiba di [[Teluk Aqaba]] juga diperkirakan sebagai tempat penyeberangan. Nuweiba adalah kependekan dari [[bahasa Arab]] ''Nuwayba'al Muzayyinah'' yang berarti ''air yang dibelah [[Musa]]''. ''Ron Wyatt'', seorang arkeolog amatir, mengaku pernah menyelam di lokasi ini dan mengambil foto roda kereta Mesir kuno di tahun 1978<ref>[http://wyattmuseum.com/red-sea-crossing.htm Wyatt Archaeological Research]</ref>.
 
==HariTradisi AsyuraIslam==
Kisah ini juga disebutkan dalam [[Al-Quran]] Surah 26: Al-Shu'ara ayat 60-67. Dalam [[Al-Quran]], Allah menjanjikan mayat Firaun kekal hingga kini untuk djadikan bahan pedoman bagi manusia yang tinggal di bumi kini. Sejumlah pakar arkeologi menyatakan telah menemukan mummi dari Firaun yang tenggelam dan kini dipamerkan di Museum Mesir. (Al Quran:26:60-67).<ref>[http://www.alhikmahsj.com/ibadat/hari-asyura Hari Asyura]</ref>.
===Hari Asyura===
Hari Nabi Musa dan pengikutnya diselamatkan terjadi pada hari ke-10 bulan Muharam. Hari ini dinamakan [[Hari Asyura]] dan sudah diperingati sebelum jaman Nabi Muhamad. Ketika masuk ke kota [[Madinah]], Nabi Muhamad mendapati orang Yahudi berpuasa pada Hari Asyura. Orang Yahudi menjelaskan kepada Nabi bahwa pada hari itu, Nabi Musa telah diselamatkan dari kejaran tentara Firaun.