Aksara Limbu: Perbedaan antara revisi

352 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
{{terjemah|Inggris}}
{{Infobox Writing system
|name=Limbu
|fam4=[[Aksara Tibet]]
|fam5=[[Aksara Lepcha]]
|sample=Limbu alphabet sample.svg
|sample_desc=Huruf penggandeng vokal (yang pertama dari kiri di baris teratas), diikuti oleh huruf-huruf konsonan dasar dalam aksara Limbu.
}}
'''Aksara Limbu''' adalah [[aksara]] yang digunakan untuk menulis [[bahasa Limbu]]. Aksara Limbu adalah sebuah [[abugida]] yang diturunkan dari [[aksara Tibet]].<ref name=Daniels>{{cite book|last1=Daniels |first1=Peter T. |first2=William |last=Bright |title=The World's Writing Systems |location=[[New York]] |publisher=[[Oxford University Press]] |year=1996}}</ref>
Menurut sejarah tradisional, aksara Limbu pertama kali diciptakan pada akhir [[Abad ke-9]] oleh Raja [[Sirijonga Haang]], kemudian tidak digunakan, hingga akhirnya diperkenalkan kembali pada [[abad ke-18]] oleh [[Te-ongsi Sirijunga Xin Thebe]].
 
===AccountsCatatan denganterkait Sirijonga===
 
[[Bahasa Limbu]], [[Bahasa Lepcha|Lepcha]] dan [[Newari]] adalah anggota [[rumpun bahasa Sino-Tibet]] di [[Himalaya]] tengah yang memiliki aksara sendiri.<small>(Sprigg 1959: 590)</small><small>, (Sprigg 1959: 591-592 & MS: 1-4)</small> mengatakan bahwa [[Kiranti]] atau aksara Limbu dirancang selama periode ekspansi [[Buddha]] di [[Sikkim]] pada awal [[abad ke-18]] ketika [[Limbuwan]] masih merupakan bagian dari teritorial [[Sikkim]]. Aksara [[Kiranti]] mungkin disusun kira-kira pada waktu yang sama dengan [[aksara Lepcha]] yang dibuat oleh raja ketiga Sikkim, [[Phyag-rdor Nam-gyal]] (ca. 1700-1717). Aksara Kiranti yang dianggap berasal dari pahlawan [[Limbu]], Te-ongsi Sirijunga (arti: ''Sirijonga yang terlahir kembali''; mengacu kepada Sirijonga Haang) yang dibunuh oleh para [[biarawan]] Tasong dalam tuduhan [[Teori konspirasi|konspirasi]] dengan raja Sikkim pada waktu ketika Simah Pratap Shah menjadi raja [[Nepal]] (antara lain 11 Januari 1775 hingga 17 November 1777; <small>Stiller 141,153</small>). Baik [[Kiranti]] maupun Lepcha seolah-olah dirancang dengan maksud untuk melanjutkan penyebaran [[agama Buddha]]. Namun, Sirijanga adalah penganut Agama Buddha dari Limbu yang belajar dibawah Lama tinggi Sikkim. Sirijanga diberi gelar 'Sang [[Dorje]] [[Lama]] dari Yangrup'.
 
==Struktur==
 
[[Image:Limbu script.png|thumb|right|400px|Huruf Limbu. Huruf yang diwarnai abu-abu tidak dipakai.]]
Sebagai sebuah [[abugida]], sebuah huruf biasa mewakili baikmelambangkan sebuah konsonan dan sebuahvokal inheren,standar atau standar, vowelinheren. Pada [[Bahasabahasa Limbu]], vowelvokal inheren adalah {{IPA|/ɔ/}}.
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! LetterHuruf
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
! NotesCatatan
|-
| {{unicode|ᤁ}} || {{IPA|/kɔ/}}
| {{unicode|ᤈ}} || {{IPA|/ɟɔ/}}
|-
| {{unicode|ᤉ}} || {{IPA|/ɟʱɔ/}} || UsangSekarang padatidak Limbudigunakan modernlagi.
|-
| {{unicode|ᤊ}} || {{IPA|/ɲɔ/}} || UsangSekarang padatidak Limbudigunakan modernlagi.
|-
| {{unicode|ᤋ}} || {{IPA|/tɔ/}}
| {{unicode|ᤙ}} || {{IPA|/ʃɔ/}}
|-
| {{unicode|ᤚ}} || {{IPA|/ʂɔ/}} || UsangSekarang padatidak Limbudigunakan modernlagi.
|-
| {{unicode|ᤛ}} || {{IPA|/sɔ/}}
| {{unicode|ᤜ}} || {{IPA|/hɔ/}}
|}
 
To change the inherent vowel, a [[diacritic]] is added. Shown here on {{IPA|/k/}} ({{unicode|ᤁ}}):
Untuk mengganti vokal inheren (standar), suatu tanda [[diakritik]] harus ditambahkan. Contoh yang diberikan di bawah ini adalah konsonan {{IPA|/k/}} ({{unicode|ᤁ}}):
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! Bentuk
! Appearance
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
|-
| {{unicode|ᤁᤦ}} || {{IPA|/kau/}}
|}
{{unicode|ᤁᤨ}} representsmelambangkan thebunyi sameyang thingsama asdengan {{unicode|ᤁ}}. SomeBeberapa writerspenulis avoidenggan thememberi diacriticdiakritik, consideringkarena itdianggap redundantberlebihan.
 
Gugus konsonan di awal ditulis dengan tanda kecil yang mengikuti konsonan utama:
Initial consonant clusters are written with small marks following the main consonant:
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! Bentuk
! Appearance
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
|-
|}
 
Konsonan akhir setelah vokal pendek ditulis dengan tanda lainnya, kecuali bagi beberapa konsonan akhir yang muncul pada [[kata serapan]]. Jika ada, mereka mengikuti tanda yang dipakai untuk menulis gugus konsonan.
Final consonants after short vowels are written with another set of marks, except for some final consonants occurring only in loanwords. They follow the marks for consonant clusters, if any.
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! Bentuk
! Appearance
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
|-
|}
 
LongVokal vowelspanjang withouttanpa akonsonan followingakhir finalyang consonantmengikuti areditulis writtendengan withsuatu a[[diakritik]] diacriticyang calleddisebut ''kemphreng'':
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! Bentuk
! Appearance
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
|-
|}
 
Ada dua sistem untuk menulis vokal panjang dengan konsonan suku kata akhir. Sistem yang pertama secara sederhana merupakan kombinasi ''kemphreng'' dan penanda konsonan akhir:
There are two systems for writing long vowels with syllable-final consonants. One system is simply a combination of the ''kemphreng'' and final consonant marks:
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! Bentuk
! Appearance
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
|-
|}
 
Sistem lainnya adalah dengan menuliskan konsonan akhir dengan huruf dasar, dan suatu diakritik yang menandakan bahwa konsonan tersebut merupakan konsonan akhir dan vokal yang mendahuluinya dilafalkan lebih panjang:
The other is to write the final consonant with the basic letter, and a diacritic that marks both that the consonant is final, and that the preceding vowel is lengthened:
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! Bentuk
! Appearance
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
|-
| {{unicode|ᤁᤗ᤻}} || {{IPA|/kɔːl/}}
|}
Diakritik yang sama tersebut dapat digunakan untuk menandakan konsonan final dalam kata serapan yang tidak memiliki bentuk akhir dalam aksara Limbu, tanpa mempedulikan panjang vokal.
This same diacritic may be used to mark final consonants in loanwords that do not have final forms in Limbu, regardless of the length of the vowel.
 
[[GlottalizationGlotalisasi]] isditandai markedoleh by a sign calledtanda ''mukphreng''.
{| class="wikitable" style="text-align: center;"
! Bentuk
! Appearance
! [[International Phonetic Alphabet|IPA]]
|-
{{reflist}}
 
{{jenis aksara-stub|state=show|state2=show}}
 
{{DEFAULTSORT:Limbu}}
22.824

suntingan