Marsion: Perbedaan revisi

4.395 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
{{Gnosticism}}
'''Marsion''' (dari kota '''Sinope'''), (~85-160, {{lang-el|Μαρκίων}}<ref>http://khazarzar.skeptik.net/books/justinus/apolog1g.htm</ref> Σινώπης, ''Marcion'' atau ''Markion'' ''Sinopes'') adalah seorang uskup dalam [[gereja mula-mula]] di kota Sinope.<ref>Tertullian, "Adversus Marcionem" book 1.</ref> Salah satu pemikirannya yang banyak memicu perdebatan adalah pemisahan radikal antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Teologi yang diajarkannya menganggap [[Allah]] dalam [[Alkitab Ibrani]] ([[Perjanjian Lama]] di [[Alkitab]] [[Kristen]]) lebih rendah tingkatannya daripada [[Allah]] dalam [[Injil]] ([[Perjanjian Baru]]), karenanya Marsion menganggap bahwa Perjanjian Lama yang diwakili oleh [[Taurat]] tidak dapat disandingkan dengan Injil. Ajarannya diikuti oleh sejumlah orang dan disebut aliran [[Marsionisme]].<Ref name="David">David L. Baker. 1996. Satu Alkitab Dua Perjanjian: Studi tentang Hubungan Teologis antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 36.></ref> Ajaran ini ditentang oleh [[bapa Gereja|bapa-bapa gereja]] (antara lain [[Ireneus]] dalam karyanya "[[Melawan Ajaran Sesat]]") dan ia di-[[ekskomunikasi]] oleh gereja Roma. Penolakannya atas kitab-kitab yang dianggap bagian Kitab Suci dalam gereja mula-mula menyebabkan gereja memulai penetapan [[kanon Alkitab]].
 
==Ajaran Marsion==
Menurut [[Ireneus]], Marsion, yang kemudian berada di [[Pontus]], [[Asia Kecil]], meneruskan ajaran [[Cerdo]]. Cerdo mengambil teologinya dari pengikut Simon, dan diam di kota [[Rome]] pada zaman [[Hyginus]], yang merupakan penilik jemaat (''epikopos'') ke-9 dalam suksesi kepemimpinan sejak masa para Rasul. Cerdo mengajarkan bahwa Allah yang dinyatakan oleh [[Taurat|hukum]] dan [[Nevi'im|para nabi]] (bagian [[Perjanjian Lama]] di [[Alkitab]]) bukanlah Bapa dari Tuhan Yesus Kristus.<ref>Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 1</ref> Selanjutnya Ireneus menulis:
:''Marsion dari Pontus meneruskan ajaran Cerdo ini dan mengembangkan doktrinnya sendiri, dengan menghujat Allah dalam Perjanjian Lama itu sebagai "sumber kejahatan" (''author of evils''), yang suka berperang, tidak berpendirian dan malah sering berlawanan dengan Diri-Nya sendiri. Namun, Yesus yang diperanakkan dari Bapa yang di atas Allah yang menciptakan dunia, dan datang ke [[Yudea]] dalam zaman gubernur [[Pontius Pilatus]], seorang prokurator dari [[Tiberius|Tiberius Cæsar]], dinyatakan dalam wujud seorang manusia kepada mereka yang ada di Yudea, untuk menghapuskan kitab para nabi dan hukum (=Perjanjian Lama) dan segala karya Allah yang menciptakan dunia, yang disebut Marsion sebagai "''Cosmocrator''". Di samping itu, Marsion mengubah-ubah [[Injil Lukas|Injil yang menurut Lukas]], menghilangkan semua yang berhubungan dengan [[silsilah Yesus|silsilah Tuhan]], dan menyingkirkan banyak ajaran Tuhan, di mana tercatat bahwa Tuhan dengan sungguh mengakui bahwa Pencipta alam semesta ini adalah Bapa-Nya. Dengan demikian Marsion membujuk murid-muridnya bahwa ia lebih berharga daripada para rasul yang menyampaikan Injil kepada kita, karena memberi murid-murid itu bukan Injil, melainkan hanya potongan-potongannya saja. Demikian pula, ia memotong-motong Surat-surat Paulus, menghapus semua yang dikatakan oleh sang rasul mengenai Allah pencipta dunia, yang adalah Bapa Tuhan Yesus Kristus, dan juga bagian-bagian dari tulisan nubuat yang dikutip oleh sang rasul untuk mengajarkan kepada kita bahwa mereka sudah menubuatkan sebelumnya kedatangan Tuhan.''<ref>Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 2</ref> ''Keselamatan hanya diperoleh oleh jiwa-jiwa yang mempelajari doktrinnya, sedangkan tubuh, yang diambil dari bumi, tidak dapat menerima keselamatan. Selain hujatan terhadap Allah sendiri, ia mengajarkan (seperti dari mulut iblis) hal yang berlawanan dengan kebenaran - bahwa Kain (putra Adam) dan mereka yang seperti dia, dan orang-orang [[Sodom]], orang [[Mesir kuno|Mesir]], dan yang sama dengan mereka, dan pada pokoknya, semua bangsa yang hidup dalam kejahatan, telah diselamatkan oleh Tuhan, pada waktu Ia turun ke dalam Hades (=dunia orang mati), dan saat mereka berlari kepada-Nya, mereka menerima Dia ke dalam kerajaan mereka. Namun, ular yang di dalam Marsion mengatakan bahwa Habil, Henokh, Nuh dan semua orang saleh yang keluar dari bapa leluhur Abraham, dengan semua nabi, dan mereka yang berkenan kepada Allah, tidak mendapatkan keselamatan. Kata Marsion, orang-orang ini tahu bahwa Allah mereka terus menerus mencobai mereka, karena itu mereka sekarang curiga bahwa Ia sedang mencobai mereka, dan tidak berlari kepada Yesus, atau percaya akan pernyataan-Nya: dan dengan alasan ini Marsion menyatakan jiwa mereka masih di Hades.''<ref>Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 3</ref> ''Oleh karena orang ini satu-satunya yang berani merusak Kitab Suci dan tanpa malu melawan Allah, aku (=Ireneus) sengaja secara khusus membantahnya, mendakwanya berdasarkan tulisannya sendiri, dan dengan pertolongan Allah, aku akan menjatuhkannya berdasarkan pengajaran Tuhan dan para rasul, yang dianggapnya berotoritas dan yang dipakainya... Mereka ini (murid-murid atau pengikut Simon Magus dari Samaria) tidak menyebut nama guru mereka, supaya dapat membujuk orang-orang, tetapi mereka mengajarkan doktrinnya. Mereka menggunakan nama Kristus Yesus sebagai semacam umpan, tetapi dengan berbagai cara mereka memperkenalkan kesesatan Simon; dan menghancurkan orang banyak, secara jahat menyebarkan doktrin mereka sendiri dengan memakai nama baik, dan dengan manis dan cantik, meneruskan kepada pendengar mereka, racun yang pahit dan kejam dari ular, sumber kesesatan ({{Alkitab|Wahyu 12:9}}).''<ref>Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 4</ref>
 
== Referensi ==