Buka menu utama

Perubahan

142 bita ditambahkan, 7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
namun pada tahun [[912]] dia mengumumkan keluar dari paham Mu'tazilah, dan mendirikan [[teologi]] baru yang kemudian dikenal sebagai [[Asy'ariah]].Ketika mencapai usia 40 tahun ia bersembunyi di rumahnya selama 15 hari, kemudian pergi ke Masjid Basrah. Di depan banyak orang ia menyatakan bahwa ia mula-mula mengatakan bahwa Quran adalah makhluk; Allah Swt tidak dapat dilihat mata kepala; perbuatan buruk adalah manusia sendiri yang memperbuatnya (semua pendapat aliran Muktazilah). Kemudian ia mengatakan: "saya tidak lagi memegangi pendapat-pendapat tersebut; saya harus menolak paham-paham orang Muktazilah dan menunjukkan keburukan-keburukan dan kelemahan-kelemahanya". <ref name="Teologi Islam (Ilmu Kalam)"/>
 
Beliau cenderung kepada pemikiran Muktazilah dan telah membawa masuk ajaran baru seperti sifat Allah 20 dan meninggalkan sifat Allah yang 99. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari [[imam]] ini, salah satunya yang terkenal adalah "Sang [[hujjatul Islam]]" Imam [[Al-Ghazali]], terutama di bidang [[ilmu kalam]]/ilmu tauhid/ushuludin.
 
Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemikirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/faham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di [[Indonesia]] yang mayoritas penduduknya [[muslim]] banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam [[Abu Manshur Al-Maturidi]]. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di [[pesantren]]-pesantren yang berbasiskan Rifa'iyah dan [[Nahdhatul Ulama]] (NU) khususnya, dan [[sekolah]]-sekolah formal pada umumnya.
Pengguna anonim