Buka menu utama

Perubahan

36 bita ditambahkan, 12 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Para pemimpinnya ialah dr. [[Tjipto Mangoenkoesoemo]] (ketua), Soejatiman (Soetatmo) Soeriokoesoemo (wakil ketua), [[Soewardi Soerjaningrat]] (sekretaris), dan [[Wignjadisastra]] (bendahara). Melihat komposisi para pengurusnya, mereka merupakan tokoh-tokoh terkemuka baik di mata rakyat maupun pemerintah kolonial.
 
Tjipto misalnya sebagaimana diketahui adalah lulusan [[STOVIASchool tot Opleiding van Inlandsche Artsen]] dan seorang anggota terkemuka dari [[Boedi Oetomo]]. Namun pada 1909, setahun setelah Boedi Oetomo terbentuk, Tjipto keluar karena perbedaan pandangannya dengan kaum tua di organisasi tersebut yang tidak mengakomodasi pikiran-pikiran kaum muda. Bersama Soewardi dan [[Douwes Dekker]], ketiganya kemudian membentuk [[Indische Partij]] (IP) pada [[25 Desember]] [[1912]] di [[Bandung]].
 
Secara tidak langsung, IP baik secara organisasi maupun individu memang banyak mewarnai dan memberi bentuk kepada gerakan [[Sarekat Islam]] selanjutnya, khususnya dalam hal vergadering (rapat umum) dan partij discipline (disiplin partai). Perkembangan inilah yang ditakutkan oleh pemerintah kolonial [[Hindia Belanda]]. Apalagi dua tokoh terkemuka IP, Tjipto dan Soewardi, duduk dalam kepengurusan Comite Boemi Poetera. Bisa dipahami jika pemerintah kolonial memandang komite ini berada dalam bayang-bayang atau pengaruh IP. Inilah yang selalu dicermati oleh pemerintah melihat aktivitas komite ini.
Pengguna anonim