Madihin: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  8 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Sistim +Sistem)
(hapus spam)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Sistim +Sistem))
Madihin merupakan genre/jenis puisi rakyat anonim berbahasa Banjar yang bertipe hiburan. Madihin dituturkan di depan publik dengan cara dihapalkan (tidak boleh membaca teks) oleh 1 orang, 2 orang, atau 4 orang seniman Madihin (bahasa Banjar Pamadihinan). [[Anggraini Antemas]] (dalam Majalah [[Warnasari]] Jakarta, 1981) memperkirakan tradisi penuturan Madihin (bahasa Banjar : [[Bamadihinan]]) sudah ada sejak masuknya agama [[Islam]] ke wilayah [[Kerajaan Banjar]] pada tahun 1526.
 
==== Status Sosial dan SistimSistem Mata Pencaharian [[Pamadihinan]] ====
 
Madihin dituturkan sebagai hiburan rakyat untuk memeriahkan malam hiburan rakyat (bahasa Banjar [[Bakarasmin)]] yang digelar dalam rangka memperintai hari-hari besar kenegaraan, kedaerahan, keagamaan, kampanye partai politik, khitanan, menghibur tamu agung, menyambut kelahiran anak, pasar malam, penyuluhan, perkawinan, pesta adat, pesta panen, saprah amal, upacara tolak bala, dan upacara adat membayar hajat (kaul, atau nazar).