Sodom dan Gomora: Perbedaan revisi

5.598 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
 
== Pandangan Kristen ==
Pertama kalinya Sodom dan Gomora dicatat dalam [[Alkitab]] sebagai bagian dari wilayah orang-orang [[Kanaan]], keturunan [[Ham]] putra [[Nuh]].<ref name="Kej10_19">{{Alkitab|Kejadian 10:19}}</ref>
Sodom adalah salah suatu kumpulan dari lima kota besar, [[Pentapolis]]: Sodom, Gomora, Adma, Zeboim, dan Bela yang juga disebut Zoar ({{Alkitab|Kejadian 19:22}}). Daerah Pentapolis secara kolektif juga disebut sebagai "kota-kota Lembah Yordan" ({{Alkitab|Kejadian 13:12}}) karena mereka semua terletak di tepi [[Sungai Yordan]], di daerah yang merupakan batas selatan tanah [[Kanaan]] ({{Alkitab|Kejadian 10:19}}). [[Lot]], seorang keponakan dari [[Abraham]] (Nabi Ibrahim) memilih untuk tinggal di kota Sodom karena masih banyak lahan untuk merumput bagi ternak-ternaknya. ({{Alkitab|Kejadian 13:5-11}}).
 
Sodom adalah salah suatu kumpulan dari lima kota besar, [[Pentapolis]]: Sodom, Gomora, Adma, Zeboim, dan Bela yang juga disebut Zoar ({{Alkitab|Kejadian 19:22}}). Daerah Pentapolis secara kolektif juga disebut sebagai "kota-kota Lembah Yordan" ({{Alkitab|Kejadian 13:12}}) karena mereka semua terletak di tepi [[Sungai Yordan]], di daerah yang merupakan batas selatan tanah [[Kanaan]].<ref ({{Alkitab|Kejadian 10:19}}).name="Kej10_19"/> [[Lot]], seorang keponakan dari [[Abraham]] (Nabi Ibrahim) memilih untuk tinggal di kota Sodom karena masih banyak lahan untuk merumput bagi ternak-ternaknya. ({{Alkitab|Kejadian 13:5-11}}).
Dalam {{Alkitab|Kejadian 18}}, Allah memberitahu Abraham bahwa sudah ada rencana untuk membinasakan Kota Sodom yang dikarenakan oleh kejahatan yang banyak dilakukan di sana. Abraham menawar Allah untuk tidak membinasakan Kota Sodom, dan Allah sepakat untuk tidak membinasakan kota tersebut jika di dalam kota tersebut setidaknya terdapat 50 orang benar, kemudian 45, kemudian 30, kemudian 20, atau juga 10 orang benar. Dua malaikat Allah menjumpai Lot, dan ternyata kota itu tidak memiliki 10 orang benar, sehinggan akhirnya Allah membinasakan kota itu.
 
Dalam [[Kejadian 14]] dikisahkan bahwa Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi--sebab Lot itu diam di Sodom. Abraham, dalam upayanya menyelamatkan Lot, merebut kembali harta benda kota [[Sodom dan Gomora]] dari tangan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia. Ketika raja Sodom menawarkan untuk memberikan hadiah kepada Abraham, Abraham menolak menerimanya.
Dalam kitab {{Alkitab|Kejadian 19:4-5}}, dijelaskan ketika para [[malaikat]] mengunjungi Lot untuk memberinya saran agar keluar dari Kota Sodom:
:Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing." ({{Alkitab|Kejadian 14:22-24}})
{{cquote|Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."}}
 
Dalam [[Kejadian 18]], Allah memberitahu Abraham bahwa sudah ada rencana untuk membinasakan kota Sodom dan Gomora karena kejahatan yang banyak dilakukan di sana.
Lot menolak untuk memberikan para tamunya ke penduduk Sodom. Sebagai gantinya, Lot menawarkan mereka dua anak perempuannya, untuk diperlakukan sesuka mereka akan tetapi mereka menolak dan lebih memilih laki-laki daripada perempuan. Lalu Lot beserta keluarga diancam bahwa mereka bisa melakukan hal yang lebih buruk dari itu, kemudian Lot diperintahkan untuk meninggal kota, dan dilarang untuk menengok ke belakang dalam keadaan apapun. Ketika Sodom dan Gomora dibinasakan dengan api dan batu belerang oleh Allah, isteri Lot tetap menoleh ke belakang, seketika dia berubah menjadi tiang garam.
:Berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."({{Alkitab|Kejadian 18:20-21}})
DalamLalu {{Alkitab|Kejadiandua 18}},orang Allahmalaikat memberitahuTuhan Abrahamberjalan bahwa sudah ada rencana untuk membinasakan Kotake Sodom, yangtetapi dikarenakanAbraham olehmasih kejahatantetap yangberdiri banyakdi dilakukanhadapan diTuhan sana([[YHWH]]). Abraham menawar AllahTuhan untuk tidak membinasakan Kota Sodom, dan AllahTuhan sepakat untuk tidak membinasakan kota tersebut jika di dalam kota tersebut setidaknya terdapat 50 orang benar, kemudian 45, kemudian 30, kemudian 20, atau juga 10 orang benar. Dua malaikat Allah menjumpai Lot, dan ternyata kota itu tidak memiliki 10 orang benar, sehinggan akhirnya Allah membinasakan kota itu.
:Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu." Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.({{Alkitab|Kejadian 18:32-33}})
Ternyata kota itu tidak memiliki 10 orang benar, sehinggan akhirnya Allah membinasakan kota-kota itu.
 
Dalam kitab [[Kejadian 19]], dikisahkan bahwa kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah, dan mengundang mereka untuk bermalam di rumahnya. Kedua malaikat itu menjawab: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang." Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:1-3}}<ref>
 
{{cquote|Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:4-5}}<ref>
 
Lot menolak untuk memberikan para tamunya ke penduduk Sodom. Sebagai gantinya, Lot menawarkan mereka dua anak perempuannya yang masih gadis, untuk diperlakukan sesuka mereka akan tetapi mereka menolak dan lebih memilih laki-laki daripada perempuan. Mereka berkata: "Enyahlah!" Lagi kata mereka: "Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!" Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu. Tetapi kedua malaikat itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu. Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:6-11}}<ref>
 
Lalu kedua malaikat itu berkata kepada Lot: "Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini, sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya." Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:12-14}}<ref>
 
Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini." Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." Lot takut kalau harus lari ke pegunungan, pastilah dia dan keluarganya akan tersusul oleh bencana itu, sehingga mati, maka ia memohon agar diizinkan lari ke sebuah kota kecil yang di dekat Sodom. Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:15-21}}<ref>
 
Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah. Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:23-26}}<ref> Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:30}}<ref>
 
Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan. Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.<ref>{{Alkitab|Kejadian 19:27-29}}<ref>
 
== Pandangan Islam ==
150.183

suntingan