Buka menu utama

Perubahan

5 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Di tahun +Pada tahun); kosmetik perubahan
 
== Sejarah ==
[[ImageBerkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM De Militaire School in Meester Cornelis Batavia TMnr 60022681.jpg|right|thumbnail|Sekolah Militer Meester Cornelis]]
Nama Jatinegara diambil dari ''Jatina Nagara'' yang berarti simbol perlawanan [[Kesultanan Banten]] terhadap kolonial Belanda saat itu.
 
Pada abad ke-17, daerah ini merupakan pemukiman para pangeran kesultanan Banten. DiPada tahun 1661, [[Cornelis Senen]], seorang guru agama Kristen yang berasal dari [[Banda]], [[Maluku]], membeli tanah di daerah aliran sungai [[Ciliwung]]. Sebagai guru dan kepala kampung, Cornelis Senen diberi gelar ''Meester''.<ref name="mester">[http://www1.kompas.com/readkotatua/xml/2009/03/10/11055563/menanti.ruang.publik.meester.cornelis. Menanti Ruang Publik Meester Cornelis]</ref><ref>[http://kota-jakarta.info/2009/03/19/dimanakah-letak-benteng-meester-cornelis/ Di manakah letak benteng Meester Cornelis]</ref> Semenjak dibangunnya [[Jalan Raya Pos|Jalan raya]] [[Daendels]], tanah yang dimiliki oleh Cornelis Senen secara partikelir ini berkembang pesat menjadi pemukiman dan pasar yang ramai<ref>[http://www1.kompas.com/readkotatua//xml/2010/01/13/15322475/Di.Meester.Cornelis..Cornelis.Senen.Bersua.Daendels Di Meester Cornelis, Cornelis Senen Bersua Daendels]</ref>. Hingga kini masyarakat menyebutnya dengan '''Meester Cornelis''' atau Mester.
 
Pada abad ke-19, Meester Cornelis merupakan kota satelit (''[[gemeente]]'') Batavia yang terkemuka. Meester Cornelis juga merupakan ibu kota dari kawedanan Jatinegara yang melingkupi [[Bekasi]], Cikarang, [[Matraman]], dan [[Kebayoran Lama|Kebayoran]]. Pada tanggal 1 Januari 1936, pemerintah kolonial menggabungkan wilayah Meester ke dalam bagian kota Batavia.<ref name="mester"/>
== Transportasi ==
 
Jatinegara merupakan salah satu wilayah yang padat penduduk. Untuk kepentingan masyarakat yang berdomisili di daerah tersebut pemerintah juga mengembangkan sarana transportasi pendukung. Pada tanggal 6 April 1875 pemerintah meresmikan jalur kereta yang menghubungkan Jatinegara dengan [[Jakarta Kota]]. DiPada tahun 1881, ''Stoom-ram Mij'' mengoperasikan trem uap yang menghubungkan [[Kampung Melayu]] (Meester Cornelis) dengan Kota Intan (Batavia) melewati rute [[Matraman]], Kramat, [[Senen]], Harmoni, dan Glodok.
 
6 April 1925, kereta listrik mulai beroperasi sejauh 15,6 km menghubungkan Jatinegara dengan [[Tanjung Priok]] dan sejauh 2,6 km menghubungkan Jatinegara dengan Manggarai. Untuk pengembangan perekonomian pulau Jawa, [[Daendels]] membangun jalan [[Anyer]]-[[Panarukan]]. Jatinegara merupakan salah satu kota yang dilewati jalur tersebut. Untuk mengurangi kesemrawutan, di tahun 1970-an pemerintah membangun terminal Kampung Melayu. [[Transjakarta]] koridor 5 (rute [[Ancol, Pademangan|Ancol]] - Kampung Melayu) dan koridor 7 (rute Kampung Melayu - [[Rambutan, Ciracas|Rambutan]]) juga melayani penduduk yang bermukim di wilayah ini. Banyaknya transportasi publik yang melintasi Jatinegara menunjukkan bahwa daerah ini merupakan wilayah penting dan cukup ramai sejak dahulu.
610.724

suntingan