Tahun baru Jepang: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Di tahun +Pada tahun)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Di tahun +Pada tahun))
 
== Tradisi ==
Di zaman dulu, [[kalender Jepang]] didasarkan pada [[kalender Tionghoa]], sehingga orang Jepang merayakan tahun baru pada awal [[musim semi]], bersamaan dengan [[Tahun baru Imlek]], [[Tahun baru Korea]], dan [[Têt|Tahun baru Vietnam]]. DiPada tahun [[1873]], pemerintah Jepang mulai menggunakan [[kalender Gregorian]] sehingga tahun baru ikut dirayakan tanggal 1 Januari.
 
Di Jepang, penghormatan terhadap arwah leluhur dilakukan sebanyak dua kali, di musim panas sewaktu merayakan [[obon]] dan di awal tahun baru. Sewaktu merayakan tahun baru, arwah leluhur dipercaya datang sebagai {{nihongo|Toshigami|年神||dewa tahun}} yang memberi berkah dan kelimpahan sepanjang tahun.
 
Tahun baru pernah digunakan untuk merayakan bertambahnya usia. Tradisi ini dilakukan semasa orang Jepang masih mengikuti cara perhitungan usia yang disebut ''kazoedoshi''. Bayi dianggap sudah berumur 1 tahun sewaktu dilahirkan dan usia bertambah setahun pada tanggal 1 Januari. DiPada tahun [[1902]], perhitungan cara kazoedoshi digantikan sistem umur bertambah sewaktu berulang tahun (''man-nenrei'') yang lazim digunakan di seluruh dunia.
 
=== Malam tahun baru ===
692.563

suntingan