Puthut EA: Perbedaan revisi

397 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
== Kiprah dan karya ==
Bersama sahabatnya, Coki Nasution, ia membuat buletin [[sastra]] ''Ajaib''. Ketika kemudian Coki hijrah ke [[Timor Leste]] untuk ikut membantu kawan-kawannya di sana mengisi proses kemerdekaan, Puthut kemudian bergabung ke dalam Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY) yang merupakan salah satu lembaga di bawah naungan Insist Press. Peristiwa itu terjadi pada tahun [[2001]]. Selama di AKY, bersama teman-temannya, Puthut membuat jaringan penulis dan komunitas kreatif di berbagai daerah, membuat media alternatif ''ON/OFF'', membuat berbagai proyek penelitian dan penerbitan buku. Di keluarga Insist itulah, Puthut terlibat berbagai proyek penelitian dan belajar menjadi pemandu berbagai pelatihan. Pada tahun 2006, ia mundur dari AKY kemudian ikut menginisiasi pembuatan komunitas Tandabaca. Sekarang aktif di LSM Indonesia Berdikari.
 
Selain menulis cerita pendek dan novel, ia juga menulis naskah drama. Karya dramanya berjudul ''Orang-orang yang Bergegas'', dipentaskan di enam kota di Pulau Jawa dengan sutradara Landung Simatupang dan Puthut Buchori. Ia juga membuat prosalirik dengan judul ''Tanpa Tanda Seru'', yang dibacakan oleh Landung Simatupang dengan direktur artistik Ong Harry Wahyu, pembacaan karya tersebut dilakukan di [[Jakarta]]. Pada tahun [[2007]], sebuah naskah dramanya berjudul ''Jam Sembilan Kita Bertemu'' dipentaskan di Lembaga Indonesia Perancis, Yogyakarta, oleh Teater Gardanalla dengan sutradara Joned Suryatmoko. Lewat tangan dingin Joned pula, satu naskahnya dipentaskan di gedung Societet Yogyakarta pada tanggal 6-7 Agustus 2008 dengan judul Deleilah: Tak Ingin Pulang dari Pesta. Pementasan karya tersebut atas dukungan sepenuhnya oleh panitia Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Beberapa naskah dramanya yang lain, dipentaskan secara mandiri oleh beberapa kelompok teater di berbagai tempat. Selain itu, Puthut juga pernah menulis naskah film pendek dengan judul Sinengker, yang diproduksi oleh Syarikat. Film ini telah diputar di berbagai forum di dalam dan di luar negeri.
 
'''===Karya-karya Puthut EA'''===
 
The Show Must Go On
Bencana Ketidakadilan (2010)
154 Questions for Alfie (2010)
Makelar Politik: Kumpulan... Bola Liar (2009)
Seekor Bebek yang Mati di...
Menanam Padi di Langit (2008)
Deleilah Tak Ingin Pulang dari Kota
Sarapan pagi penuh Dusta (2004)
Makelar Politik: Kumpulan...
Menanam Padi di Langit
 
'''Kumpulan Cerpen'''
Dua Tangisan pada Satu Malam (2005)
Kupu-kupu Bersayap Gelap (2006)
Sebuah Kitab yang Tak Suci (2001)
Seekor Bebek yang Mati di... Pinggir Kali (2009)
 
'''Novel'''
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2009)
Bunda (2005) berdasarkan screen play Cristantra
Beli Cinta dalam Karung
 
'''Naskah Drama'''
Orang-orang yang Bergegas (2004)
Jam Sembilan Kita Bertemu (2009)
Deleilah Tak Ingin Pulang dari KotaPesta (2009)
 
'''Prosa Liris'''
 
Selain terus menulis dan melakukan kerja-kerja penelitian, Puthut masih sering diminta untuk menjadi pemandu berbagai pelatihan, terutama pelatihan menulis kreatif. Masih sering pula ia diminta membantu beberapa lembaga untuk ikut menyusun kurikulum pelatihan sekaligus membuat berbagai bahan dan media belajar. Ia juga menyunting banyak buku, baik fiksi maupun nonfiksi, menjadi konsultan buku, penerbitan dan media lain.
 
Setidaknya sampai tahun 2008, Puthut telah menulis 14 buah buku<ref>SMOKOL Cerpen Pilihan Kompas 2008, Penerbit Buku Kompas, Juni 2009 halaman 166</ref>
 
Puthut menyediakan ruang sebesar-besarnya untuk ikut ambil bagian dalam kerja-kerja kemanusiaan sebagai sukarelawan, terutama untuk komunitas-komunitas kecil dan kelompok-kelompok masyarakat yang terpinggirkan secara ekonomi, politik, sosial dan budaya. Ia, sampai sekarang, masih tinggal di Yogyakarta.
48

suntingan