Buka menu utama

Perubahan

11 bita dihapus, 7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
== Teks ==
Regweda terdiri<ref>There is some confusion with the term "Veda", which is traditionally applied to the texts associated with the samhita proper, such as [[Brahmana]]s or [[Upanishad]]s. In English usage, the term Rigveda is usually used to refer to the Rigveda samhita alone, and texts like the [[Aitareya-Brahmana]] are not considered "part of the Rigveda" but rather "associated with the Rigveda" in the tradition of a certain [[shakha]].</ref> atas 1.028 himne (atau 1.017 jika tidak ikut menghitung himne-himne ''{{IAST|[[valakhīlya]]}}'' 8.49–8.59) dalam [[bahasa Sansekerta WedaSanskerta]]. Banyak [[himne]] daripadanyayang dimaksudkanditujukan untuk berbagai ritusritual kurban.
 
Kumpulan panjang ini biasanya dipersembahkan sebagai pujaan kepada Dewata. Regweda dibagi menjadi 10 kitab yang dikenal dengan nama [[Mandala]]. Setiap mandala terdiri atas beberapa syair pujaan atau himne yang disebut ''sūkta'' (merupakan kata majemuk ''su''+''ukta'' dan secara harafiah artinya "resitasi indah") atau [[eulogi]]. Pada gilirannya setiap bait terdiri atas apa yang disebut dengan istilah ''{{IAST|ṛc}}'', jamak ''{{IAST|ṛcas}}''. Mandala-mandala ini tidaklah sama panjangnya atau sama usianya: "kitab-kitab keluarga", mandala 2-7 dianggap bagian tertua Regweda, dan merupakan kitab-kitab terpendek. Ditilik dari panjangnya, bagian-bagian ini jumlahnya sekitar 38% dari teks secara keseluruhan.[[RW 8]] dan [[RW 9]], kemungkinan memuat himne-himne yang usianya berbeda-beda dan jumlahnya sekitar 15% dan 9%. Dan akhirnya, [[RW 1]] dan [[RW 10]], kedua-duanya merupakan yang terpanjang dan termuda dan membentuk sekitar 37% dari teks secara keseluruhan..
 
Dari masa penggubahannya sampai sekarang, teks ini diturunkan dalam dua versi yang berbeda: versi ''Samhitapatha'' yang memuat semua penerapan hukum sandhi Sanskerta. Versi inilah yang dipakai untuk mengaji atau resitasi. Sedangkan pada versi ''[[Padapatha]]'' semua kata-kata di... dalam bentuk ''pausa''-nya (jadi tanpa penerapan hukum sandhi) dan dipakai sebagai sarana penghafalan. Seolah-olah Padapatha merupakan komentar terhadap ''Samhitapatha''. Teks asli ini direkonstruksikan berdasarkan alasan-alasan yang sesuai dengan kaidah metrum (maksudnya "orisinal" dalam arti bahwa ini mencoba untuk mencapai apa yang telah dilestarikan oleh para Resi) dan hasilnya terletak di antara kedua versi ini, namun lebih dekat kepada Samhitapada.
 
 
== Terjemahan ==
40.380

suntingan