Buka menu utama

Perubahan

tidak ada ringkasan suntingan
Sedangkan kelarasan yang dimaksud adalah ''kelarasan koto piliang'' dan ''kelarasan bodi caniago'', kelarasan disini semacam sistem kekuasaan, dan dalam perkembangannya kelarasan koto piliang cendrung kepada sistem aristokrat sedangkan kelarasan bodi caniago lebih kepada sistem konfederasi.
 
Dan jika melihat dari asal kata dari nama-nama suku induk tersebut, dapat dikatakan kata-kata tersebut berasal dari [[Bahasabahasa SansekertaSanskerta]], sebagai contoh ''koto'' berasal dari kata ''kotto'' yang berarti [[benteng]] atau kubu, ''piliang'' berasal dari dua kata ''phi'' dan ''hyang'' yang digabung berarti pilihan tuhan, ''bodi'' berasal dari kata ''bodhi'' yang berarti orang yang terbangun, dan caniago berasal dari dua kata ''chana'' dan ago'' yang berarti sesuatu yang berharga.
 
Demikian juga untuk suku-suku awal selain suku induk, nama-nama suku tersebut tentu berasal dari bahasa sansekertaSanskerta dengan pengaruh agama [[Hindu]] dan [[Buddha]] yang berkembang disaat itu. Sedangkan perkembangan berikutnya nama-nama suku yang ada berubah pengucapannya karena perkembangan [[Bahasa Minangkabau|bahasa minang]] itu sendiri dan pengaruh dari agama [[Islam]] dan pendatang-pendatang asing yang tinggal menetap bersama.
 
Suku-suku dalam Minangkabau pada awalnya kemungkinan ditentukan oleh raja Pagaruyung, namun sejak berakhirnya [[kerajaan Pagaruyung]] tidak ada lagi muncul suku-suku baru di Minangkabau<ref name="Datuk">Batuah, A. Dt. & Madjoindo, A. Dt., (1959), ''Tambo Minangkabau dan Adatnya'', Jakarta: Balai Pustaka.</ref>.
40.380

suntingan