Buka menu utama

Perubahan

1.213 bita dihapus, 7 tahun yang lalu
→‎Sempakwaja & Mandiminyak: hapus bagian ngawur
Naskah Carita Parahiyangan menceritakan sejarah Sunda, dari awal kerajaan Galuh pada zaman Wretikandayun sampai runtuhnya [[Pakuan Pajajaran]] (ibukota [[Kerajaan Sunda]] akibat serangan Kesultanan Banten, Cirebon dan Demak.
 
=== Sempakwaja &dan Mandiminyak ===
Sempakwaja adalah seorang raja Pajajaran yang pertama kali memperkenalkan penggunaan baja (waja/Sd) dalam kehidupan sehari hari.
Seperti diketahui sebelumnya peradaban dimulai dengan zaman batu, kemudian zaman perunggu, zaman besi (walaupun tidak ada istilahnya) kemudian dikenal baja yang jauh lebih keras.
 
Setelah berhasil menemukan baja maka peradaban Pajajaran mengalami kemajuan pesat dengan ditemukannya berbagai perkakas untuk kehidupan sehari hari di antaranya alat bor.
Jika sebelumnya alat untuk melubangi hanyalah berupa pahat atau tatah, maka alat bor yang ditemukan oleh Raden Mandiminyak ini merupakan suatu temuan yang sangat revolusioner walaupun masih banyak kekurangannya.
Di antara kekurangannya adalah kedalam pengeboran yang masih sulit dikontrol.
Dalam suatu percobaan Raden Mandiminyak mengebor papan tebal yang diletakan diatas tanah, saking kerasnya papan Raden Mandiminyak menekan alat bornya sekeras kerasnya, setelah tembus alat bor / jarumnya terus melesak kedalam tanah dan menyemburlah minyak sedemikian kerasnya sehingga Raden Mandiminyak basah kuyup oleh minyak.
Sebagai catatan : sebelumnya Raden Mandiminyak ini bernama Raden Mandiangin karena ada darah Makassar dari fihak ibu.
 
=== Rahiyang Sanjaya ===
10.955

suntingan